| |
C © updated 27032007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Nelly Adam Malik
Lahir:
Jakarta, 15 Mei 1925
Meninggal:
Jakarta, 25 Maret 2007
Agama :
Islam
Suami:
Adam Malik
Anak:
Otto Malik, Antarini Malik dan Budisita Malik
Cucu:
17 orang
Pendidikan:
HIS: MULO: Middelbare Nyverheids School/NISVO
Karir:
-Pendiri/Ketua Umum Perwius di Moskow (1960-1964)
-Pendiri Ikatan Keluarga Deperdag (1964)
-Ketua Umum Wanita Satya Praja (1965-kini)
-Koordinator Umum Wanita Deplu dan Organisasi Wanita Indonesia
(1966-1977)
-Presidium Organisasi RIA Pembangunan (1966-1978)
-Ketua Harian Gabungan Demokrasi Pancasila Sekber Golkar (1968-1971)
-Wakil Ketua I DPP Golkar (1973-1978)
-Anggota Presidium Dharma Wanita (1974-1977)
-Anggota DPR/MPR (1971-1978)
-Penasihat Dharma Wanita (1978-1979)
-Pendiri dan Ketua Museum Adam Malik (Yayasan Adam Malik)
-Presiden Komisaris PT Periscope Insurance (sekarang)
Alamat Rumah Keluarga:
Jalan Diponegoro 29, Jakarta Pusat |
|
| |
|
|
|
|
Nelly Adam Malik (1925-2007)
Peduli Masalah Sosial
Ny Nelly Adam Malik, istri Wakil Presiden Republik Indonesia ketiga,
Adam Malik, seorang puteri bangsa yang amat peduli pada masalah sosial.
Sebagai isteri pejabat negara, dia aktif merintis dan mengeola sejumlah
organisasi sosial bersama sejumlah istri pejabat lainnya. Penerima
penghargaan Bintang Mahaputra, itu meninggal dunia Minggu 25 Maret 2007
pukul 22.20 di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan akibat serangan
stroke.
Putri kedua Datuk Ilyas Gelar Rajo Mara dan Siti Zuleiha itu lahir di
Jakarta, 15 Mei 1925, Dia meninggalkan seorang anak laki-laki, Otto
Malik, dua anak perempuan, Antarini Malik dan Budisita Malik, serta 17
cucu. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Diponegoro 29,
Jakarta Pusat. Sejumlah pejabat dan kerabat datang melayat. Di antaranya
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla,
mantan Presiden BJ Habibie, dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Ny Nelly dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara
militer yang dipimpin Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Bachtiar
mengungkapkan, Nelly Adam Malik dikenal sebagai sosok yang memegang
teguh prinsip dan setia kepada negara. Bersama Adam Malik, dia turut
mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaannya.
Menurut Antarini Malik, sebagaimana dikutip Kompas 27/3, sejak masuk RS
kondisi kesehatan almarhumah terus menurun akibat lanjut usia. Ia pun
menderita penurunan fungsi otot jantung. "Ibu sudah lama tak aktif di
berbagai kegiatan sosial," katanya.
Ibu yang setia mendampingi Adam Malik (1942-1984) itu ikut mendirikan
Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia bersama Ny Tien Soeharto pada 1979.
Menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional pada 1980-1983. Kemudian,
mendirikan dan memimpin Yayasan Adam Malik yang mengelola Museum Adam
Malik. Jakarta, 15 Mei 1925
Dia pendiri dan Ketua Umum Perwius di Moskow (1960-1964), pendiri Ikatan
Keluarga Deperdag (1964), Ketua Umum Wanita Satya Praja (1965),
Koordinator Umum Wanita Deplu dan Organisasi Wanita Indonesia
(1966-1977), Presidium Organisasi RIA Pembangunan (1966-1978), Penasihat
Dharma Wanita (1978-1979), Anggota Presidium Dharma Wanita (1974-1977)
dan pendiri dan Ketua Museum Yayasan Adam Malik. Selain itu, Ny nelly
juga menjabat Ketua Harian Gabungan Demokrasi Pancasila Sekber Golkar
(1968-1971), Wakil Ketua I DPP Golkar (1973-1978), Anggota DPR/MPR
(1971-1978) dan Presiden Komisaris PT Periscope Insurance.
Dia menikah dengan Adam Malik, Si Kancil, pendiri Kantor berita "Antara"
(1937 bersama Sipahutar, Pandu Wiguna, Soemanang, Djohan Syahruzah).
Kala itu sang gadis Nelly bekerja di Antara. Dia menikah dengan Bung
Adam dan mengikuti jejak suami juga menjadi insan politik.
Setahun setelah Adam Malik meninggal dunia, dia mendirikan Yayasan Adam
Malik, yang antara lain membangun museum, perpustakaan, dan rumah sakit.
Rumah hadiah dari Presiden RI, Jalan Diponegoro 29, Jakarta,
dijadikannya kantor pusat dan museum Yayasan Adam Malik. Rumah di atas
tanah seluas 3.000 mu2 itu digunakan untuk menghimpunkan 5.000 lebih
benda koleksi Adam Malik yang ditata rapi. Museum itu dibuka untuk umum.
yayasan itu juga menganugerahkan Adam Malik Award kepada tokoh-tokoh
yang berprestasi di berbagai bidang seperti kesusastraan, pendidikan,
arkeologi, dan lain-lain. namun akibat kekurangan dana, penganugerahan
Adam Malik Award itu dihentikan. Sama seperti Museum Adam Malik di Jalan
Diponegoro, Jakarta, juga kekurangan pendanaan. ► e-ti/hbs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|