| |
C © updated 18122007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/repro |
|
| |
BIODATA
Nama:
KH Muhammad Ilyas Ruchyat
Lahir:
Cipasung, Tasikmalaya, 31 Januari 1934
Meninggal:
Cipasung, Tasikmalaya, 18 Desember 2007
Agama:
Islam
Isteri:
Hj Dedeh Fuadah (Alm)
Anak:
- Acep Zamzam Noor
- Neng Ida Nurhalida
- Enung Nur Saidah
Ayah:
Ruhiat bin Abdul Ghofur
Ibu:
Aisyah binti Kosasih
Jabatan:
- Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat
- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (1994-1999)
- Anggota MPR Utusan Daerah Jawa Barat (1992-1997)
- Anggota DPA Komisi Kesra (1998-2003)
|
|
| |
|
|
|
|
| M ILYAS RUCHYAT HOME |
|
|
 |
Muhammad Ilyas Ruchyat, KH (1934-2007)
Ajengan Pesantren Cipasung Mantan Rois Aam Pengurus
Besar Nahdlatul Ulama (1994-1999) dan Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung
Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, KH Muhammad Ilyas Ruchyat
meninggal dunia hari Selasa 18 Desember 2007 pukul 16.15 di kediamannya
di Pondok Pesantren Cipasung karena sakit.
Ajengan Cipasung kelahiran 13 Januari 1934 yang mantan anggota MPR
Utusan Daerah Jawa Barat (1992-1997) dan anggota DPA Komisi Kesra
(1998-2003), itu meninggalkan tiga anak dan 11 cucu. Sementara isterinya,
Hj Dedeh Fuadah, telah meninggal dunia enam bulan sebelumnya, juga
karena sakit. Jenazah almarhum dimakamkan Rabu (18/12/2007) di pemakaman
keluarga di kompleks pesantren tersebut.
Putra sulung almarhum, Acep Zamzam Noor, mengatakan sebulan terakhir
ayahnya dirawat di rumah karena komplikasi stroke, jantung, dan
diabetes. Sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,
selama dua bulan. Kemudian dibawa pulang, karena dokter menyatakan sudah
bisa dirawat di rumah.
Almarhum sudah menderita diabetes sejak tahun 1970-an. Dalam lima tahun
terakhir sudah terkena stroke ringan tiga kali. "Yang terakhir kali
mengakibatkan almarhum sudah tidak ingat apa-apa lagi. Bahkan, selama
ini almarhum sudah tidak bisa lagi berkomunikasi," tutur Acep. Saat
detik-detik menghembuskan nafas terakhir, almarhum didampingi dua
puterinya, Neng Ida Nurhalida dan Enung Nur Saidah, serta sejumlah
kerabat dan santri.
Ribuan santri dan para pelayat dari berbagai daerah ikut menyalatkan
jenazah almarhum di masjid di lingkungan pesantren menjelang magrib
sekitar pukul 17.30. ►ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|