A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
  B E R A N D A
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 09082005  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
Malem Sambat Kaban, MSi
Lahir:
Binjai, 5 Agustus 1958
Agama:
Islam
Jabatan:
- Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu
- Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang
Isteri:
Nurmala Dewi

Pendidikan:
Institut Pertanian Bogor (S2)

 
 
     
 
BERITA

 

MS Kaban

Pembalakan Liar Rugikan Negara Rp0.7 Triliun


JAKARTA--MIOL 09 Agustus 2005: Menteri Kehutanan, MS Kaban menyatakan pendapatan negara dari sektor kehutanan baru mencapai Rp1,8 triliun tetapi jika pembalakan liar dimasukkan dalam daftar pemasukan maka menjadi sekitar Rp2,5 triliun. Dengan demikian pembalakan liar telah merugikan negara sekitar Rp0,7 triliun.

Hal tersebut diungkapkan MS Kaban usai coffe morning dengan Menko Perekonomian d Graha Sawala, Depkeu Jakarta, Selasa (9/8). "Seharusnya kita akan dapat Rp2,5 triliun, tetapi itu tergantung pada polisi dan hakim," kata MS Kaban.

Saat disinggung tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kehutanan yang masih merugi, MS Kaban menjelaskan bahwa memang hampir semua BUMN pendapatannya tidak memuaskan kecuali dari Perum Perhutani.

"Industri Hutan Indonesia (Inhutani) harus berani mengubah budaya berpikir mereka dengan melakukan terobosan-terobosan bisnis sehingga janganhanya mencari fee saja," katanya.

Namun tentu saja bisnis yang dilakukan tetap harus bergerak di seputar sektor perhutanan. Sedangkan terhadap dana reboisasi yang sekitar Rp5,8 triliun dan ada di Bank Mandiri, MS Kaban mengatakan bahwa dana tersebut hendaknya untuk membantu industri di sektor kehutanan. "Untuk apa ada di sana kalau bukan untuk membantu industri perhutanan," katanya.

Ia juga tidak menampik kenyataan jika saat ini tidak mudah mencari modal atau investor dan juga tidak mudah meyakinkan bank.

"Tetapi bank Mandiri harus berani menyalurkan kredit yang betul-betul inovatif sehingga akan menggerakkan sektor keuangan yang lainnya," katanya. (Ant/OL-06) ►ti

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)