| |
C © updated 21102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Malem Sambat Kaban, MSi
Lahir:
Binjai, 5 Agustus 1958
Agama:
Islam
Jabatan:
- Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu
- Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang
Isteri:
Nurmala Dewi
Pendidikan:
Institut Pertanian Bogor (S2)
Pekerjaan:
Sekretaris Jenderal DPP Partai Bulan Bintang
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
MS Kaban
Segera Atasi Illegal Logging
Sekjen DPP PBB yang menjadi Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu
ini mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pengajuan rancangan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) tentang Pemberantasan Praktik
Illegal Logging. Meski demikian, pemberantasan illegal logging tetap akan
dimasukkan dalam prioritas kerjanya, di samping penanaman lahan kritis dan
peningkatan investasi di sektor kehutanan.
Menurutnya, sebelum mengeluarkan perpu, sebaiknya dicari alternatif lain
yang lebih pas. "Saya kira, illegal logging, atau yang lebih tepat disebut
pencurian kayu, bisa dicegah dengan konsolidasi dan koordinasi antara
Departemen Kehutanan dan pihak kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan.
Kalau itu bisa dilakukan, tentunya tak perlu mengeluarkan perpu," kata MS
Kaban, seusai acara serah terima jabatan menteri kehutanan dari M Prakosa
kepada MS Kaban di Jakarta, Kamis (21/10/2004).
Pada kesempatan tersebut MS Kaban juga berjanji akan membereskan
penyimpangan pengelolaan kehutanan dan menindak aparat Departemen
Kehutanan yang terbukti melakukan penyimpangan. "Saya akan langsung
bekerja. Saya akan berkonsolidasi dengan pejabat Departemen Kehutanan,
pengusaha kehutanan, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mencari masukan.
Setelah itu, mungkin akan saya keluarkan beberapa kebijakan baru untuk
menindaklanjuti masukan yang arahnya kepada perbaikan kebijakan sebelumnya,"
ujarnya.
Kaban juga mengungkapkan, prioritasnya untuk meningkatkan kemampuan sektor
industri kehutanan. Disebutkan, jika pada masa lalu sektor kehutanan mampu
menghasilkan devisa sampai sebesar 9 miliar dollar AS, dia akan berupaya
mendapatkan devisa lebih dari yang sudah dicapai.
Menurutnya, sektor kehutanan harus menjadi sumber keuangan negara. Tetapi,
tentunya dengan tidak melupakan kelestarian hutan itu sendiri. Namun, dia
juga menegaskan akan memprioritaskan rehabilitasi lahan dan akan
meningkatkan daya saing produk kehutanan. "Ke depan perlu dilakukan
restrukturisasi teknologi industri kehutanan nasional yang lebih modern,"
ujarnya.
Empat Target
Kaban mencanangkan empat target sukses Departemen Kehutanan dalam lima
tahun mendatang. Keempat target tersebut adalah pemberantasan penebangan
liar, rehabilitasi hutan, revitalisasi industri kehutanan, dan
pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.
Empat target tersebut, katanya, merupakan kunci utama dalam perbaikan
pengelolaan hutan Indonesia ke depan. Dari empat target tersebut, fokus
utama akan dititikberatkan pada pemberantasan penebangan liar. Sebab,
penebangan liar merupakan salah satu sumber terjadinya penyelundupan.
Sehari setelah acara pelantikan dan serah terima jabatan, Kaban langsung
mengadakan rapat pimpinan di lingkungan Departemen Kehutanan dan
menetapkan empat target sukses Departemen Kehutanan dalam lima tahun ke
depan tersebut.
Dibandingkan dengan program prioritas menteri kehutanan sebelumnya, M
Prakosa, program yang disusun Kaban tidak terlalu jauh berbeda. Dalam masa
jabatan M Prakosa dari tahun 2001 sampai tahun 2004, sedikitnya ada lima
program prioritas yang dicanangkan. Lima program tersebut yaitu
pemberantasan penebangan liar, penanggulangan kebakaran hutan,
restrukturisasi sektor kehutanan, rehabilitasi dan konservasi sumber daya
hutan, serta desentralisasi sektor kehutanan.
Seperti halnya program prioritas yang menjadi fokus utama menteri
kehutanan terdahulu, MS Kaban juga menetapkan pemberantasan penebangan
liar sebagai target utama. Hanya saja, dalam upaya pemberantasan
penebangan liar tersebut, Kaban lebih mempertimbangkan melalui langkah
konsolidasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum serta tidak
melanjutkan pengajuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)
pemberantasan penebangan liar (illegal logging), sebagaimana yang
diupayakan M Prakosa.
Berdasarkan data yang dimiliki Indonesia, ekspor kayu ke China tahun 2000
sebesar 20.500 meter kubik, sementara data China, impor disebutkan 931.000
meter kubik. Tahun 2001 ekspor Indonesia tercatat 121.000 meter kubik,
padahal menurut China impor mereka 1,379 juta meter kubik. Begitu pula
tahun 2002, data Indonesia menyebutkan ekspor 336.000 meter kubik,
sementara catatan China impor dari Indonesia 1,224 juta meter kubik (Kompas,
9/10).
Nama Cukong
Kaban seperti dikutip Antara mengaku sudah memegang nama sejumlah cukong
yang terlibat dalam penebangan kayu ilegal untuk diproses secara hukum dan
diserahkan ke Kejaksaan Agung jika fakta-fakta yang dikumpulkannya sudah
kuat.
"Saya sudah punya sekumpulan nama-nama (cukong kayu ilegal)," ujarnya
kepada wartawan di Jakarta, Sabtu malam. Nama-nama tersebut, katanya, baru
akan diumumkan setelah terkumpul fakta-fakta yang kuat. "Nama-nama sudah
ada dan mungkin akan saya laporkan dan akan diserahkan ke Kejaksaan Agung,"
katanya.
Ketika ditanyakan apakah dia akan menyikat habis cukong-cukong tersebut,
Kaban mengatakan, siapa pun yang melanggar hukum akan ditindak sesuai
dengan hukum yang berlaku. Ditegaskan, ia akanmeminimalisasi atau mencegah
maraknya kegiatan yang dilakukan para cukong tersebut.
Cukong itu, katanya, adalah mereka yang memengaruhi masyarakat untuk
menebang kayu secara tidak sah. Ada beberapa langkah untuk meminimalisasi
pencurian kayu itu, namun ia belum bersedia mengatakan apa saja
langkah-langkah tersebut karena akan disampaikan terlebih dahulu kepada
presiden.
Setelah melakukan kaji ulang mengenai penebangan liar, ia akan
menyampaikan kaji ulang itu kepada presiden. "Apa keputusan presiden akan
dilaksanakan," katanya. Ditanya mengenai keterlibatan anggota TNI/Polri
dalam penebangan liar dan penyelundupan kayu, ia mengatakan, mungkin itu
hanya sejumlah oknum. Ia yakin TNI/Polri sebagai aparat negara membela
kepentingan negara di atas segalanya dan akan mendukung tindakan
pemberantasan penebangan liar. ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|