| |
C © updated 07092004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
BRAy Mooryati Soedibyo, S.S., M.Hum.
Lahir :
Surakarta , 5 Januari 1928
Agama:
Islam
Suami:
Ir. Soedibyo Purbo Hadiningrat, M.Sc
Anak:
Lima Orang
Ayah:
KRMTA Poornomo Hadiningrat Bupati Brebes, Putra KPH Hadiningrat
Bupati di Demak
Ibu:
GRA. Kussalbiyah Putri Sri Susuhunan Pakoe Boewono X dari Kraton
Surakarta Hadiningrat
Pendidikan:
1. Tahun 1954, Universitas Saraswati Surakarta Jurusan Sastra
Inggris, Program D-3
2. Tahun 1977, Bahasa Perancis di Centre Culturel Francais tingkat VI
3. Tahun 1981, Ahli Kecantikan Internasional Cidesco-Vancouver-Canada
4. Tahun 1995, Doktor Honorus Causa dari Pacific Western University Los
Angeles USA
5. Oktober 2000, S-1 Universitas Terbuka (UT) Jurusan Penterjemah
(Translation)
6. Januari 2003, -S2 Program Studi Linguistik Penerjemahan Bahasa Inggris
Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Surakarta
7. September 2003, Mengikuti Kuliah Program Doktoral S3
Minat Utama
Marketing -Strategic Management Universitas Indonesia Jakarta
Pengalaman Pekerjaan:
1. Direktur Utama, PT Mustika Ratu Tbk
2. Direktur Utama, PT Mustika Ratu Investama
3. Direktur Utama, PT Mustika Ratu Centre
4. Direktur Utama, PT Mustika Princess Hotel
Penghargaan:
1. Tahun 1989, Penghargaan Upakarti dari Presiden Republik
Indonesia, untuk Usaha Pelestarian Obat Tradisional Indonesia
2. Tanggal 2 Mei 1993, Penghargaan Satyalencana Pembangunan dari Presiden
Republik Indonesia, atas jasa Pengabdian Pendidikan Luar Sekolah
3. Penghargaan The Asean Marketing Management Award, diberikan oleh The
Asian Institute of Management (AIM), Philipina, sebanyak dua kali pertama
tanggal 4 Juni 1993 untuk Marketing dan kedua tanggal 24 September 1996
untuk Management
4. Penghargaan Sahwali Award tentang Kepedulian Lingkungan, oleh Pusat
Informasi dan Pengelola Lingkungan Indonesia (PIPLI), pada 11 November
1996.
5. Memenangkan juara Umum Tata Rias Internasional:
-- 1981 Juara I-di Hongkong dengan tema Dewi Shinta
-- 1984 Juara I-di Kanada dengan tema Paksi Jatayu
-- 1986 Juara I-di New York dengan tema Putri Junjung Buih
-- 1987 Juara II-di Skotlandia dengan tema Bhineka Tunggal Ika
6. Tenaga Wanita Terbaik untuk DKI, tahun 1999 dan 2003
7. Pengolahan Limbah Terbaik di DKI, tahun 2001, 2002, dan 2003
8. Kalpataru DKI Pembinaan Lingkungan, tahun 1994
9. Tahun 2003 memperoleh anugerah Best of the Best Entrepreneur of the
Year dari Ernst & Young, yang acara puncaknya diselenggarakan di Monte
Carlo -Monaco pada tanggal 4- 8 Juni 2003
Prestasi:
• Juara Umum Lomba Tata Rias Asian Beauty Congress di Hongkong,
Maret 1981 dengan tema Dewi Shinta
• Juara Umum Lomba Tata Rias Cidesco di Canada, Juli 1984 dengan tema
Paksi Jatayu
• Juara Umum Lomba Tata Rias Cidesco di New York Agustus 1984 dengan tema
Putri Junjung Buih
• Juara II Lomba Tata Rias Cidesco di Glasgow Scotlandia, 10 Agustus 1987
dengan tema Burung Garuda
• Juara I Lomba Tata Rias Cidesco di Singapore, 1981 dengan tema Ratu
Kencono Wungu.
|
|
| |
|
|
|
|
==
1 2
3 4 5 6 ==
BRAy Mooryati Soedibyo, Opini (2)
Jamu, Obat Sepanjang Zaman
Jamu sudah dikenal di Indonesia khususnya di Jawa sebagai perawatan
kesehatan sehari-hari, maupun sebagai sarana pemulihan kesehatan bila
sembuh dari sakit. Dengan demikian penggunaaan jamu sejak dahulu kala
bermanfaat untuk prefentif, promotif, curatif, dan rehabilitatif.
Penduduk di tanah Jawa, dengan dilingkungi oleh alam tetumbuhan yang
berlimpah ruah diatas tanah yang subur, yang dalam istilah pewayangan
disebut “Gemah Ripah loh Jinawi”, menggunakan jamu tidak hanya untuk
melengkapi makan sehatnya sehari-hari. Namun, juga digunakan sebagai
sarana perawatan kesehatan, kebugaran, dan keawetan tubuh dan
penampilannya.
Penggunaannya telah berakar sedemikian kuatnya dalam kehidupan masyarakat
sampai sekarang, meskipun sejak seabad yang lalu pendidikan kedokteran
dengan obat-obat modern telah dikenal di Indonesia. Terutama di Keraton
Jawa, dengan para pujangganya yang telah memiliki berbagai ilmu dan
falsafahnya dengan tugasnya sebagai penasehat Raja, tidak henti-hentinya
mencari penemuan-penemuan yang dapat memberikan manfaat bagi Raja dan
keluarganya baik secara fisik, mental, dan spiritualnya, kesejahteraan
rakyat dan kemakmuran.
Tentu saja penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang ditugaskan,
memakan waktu yang cukup lama, dengan cara mengamati dan melihat bentuknya,
warnanya, baunya dan rasanya disebut oleh ahli tumbuh-tumbuhan Jerman
sebagai “Form Natur” yang dapat memberi inspirasi dalam menemukan khasiat
tumbuh-tumbuhan. Setiap jenis dan bentuk warna dan rasanya dicoba dan
dirasakan, diminum dan dipraktekkan bertahun-tahun. Memang ada pernyataan
ahli herbalis di German, bahwa bentuk tanaman sering memberi pertanda
mengenai khasiat tanaman tersebut.
Kita bisa melihat seperti daun songket (morschosma polysta chysum benth)
yang berbentuk jantung, pada berbagai kepustakaan dinyatakan sebagai
perawatan memperkuat kerja jantung. Lain lagi bila kita melihat bentuk
kayu lanang, yang banyak dipakai untuk ramuan jamu bagi pria. Ceritera
lain, daun yang berwarna kemerah-merahan yang membentuk inspirasi
penemuannya untuk dicoba dan sampai saat ini masuk dalam kepustakaan luar
negeri maupun dalam negeri. Sebagai contoh, daun sambung getih/sambung
darah (excoecania bicolor Hassk) yang warnanya kemerah-merahan, dinyatakan
sebagai obat batuk darah (sakit paru-paru), haid yang terlalu banyak (wanita
hamil tidak di anjurkan).
Begitu juga kayu merah (euphorbia pulchersima wild) yang dikatakan
berkhasiat untuk buangan darah (kayunya), batuk darah (daunnya). Daun
miana (coleus atropurpureus benth) yang tipis berwarna kemerah -merahan
juga sering dipakai mengobati luka, daunnya ditumbuk lembut dan
ditempelkan pada luka berdarah. Warna kekuningan dari rimpang temu giring
dan rimpang kunyit sangat baik untuk perawatan kulit yang berkhasiat
menguningkan dan mencerahkan kulit.
Untuk mempertahankan diri agar tetap eksis, manusia sejak dahulu
senantiasa mencari akal bagaimana mempertahankan kehidupan dan tetap sehat,
mencari apa saja yang dapat ditemukan di sekelilingnya dan dari situlah
antara lain jamu- jamu perawatan tradisional pijat pengobatan spiritual
ditemukan.
Indonesia yang memiliki kekayaaan alam berupa tumbuh-tumbuhan yang
berjumlah kira-kira 10.000 species, merupakan nomor dua terbesar di dunia
setelah Brasilia. Sangat kaya akan ilmu perawatan kesehatan dengan
tumbuh-tumbuhan (jamu).
Pengobatan modern juga berasal dari metode tradisional di waktu yang lalu.
Menurut World Health Organization (WHO), kira kira 80% dari penduduk dunia
yang berjumlah 4 miliar penduduk, percaya pada manfaat tumbuh-tumbuhan
untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, dan masyarakat modernpun akhirnya
juga menggebu-gebu mencintai pemakaian bahan-bahan alam segar untuk
supplemen, makanan, minuman dan sarana kecantikan dan penampilan bagi pria
dan wanita.
Banyak dokter-dokter di negara maju dengan perannya sebagai ahli
homeopathy, naturopathy lebih senang memberikan obat alam kepada
pasien-pasiennya. Para ahli percaya bahwa mencegah merupakan pendekatan
yang paling praktis dan baik untuk memperoleh hidup sehat.
Pengobatan modern mengambil posisi bahwa orang datang harus sedang sakit
dan diobati sesuai sebab dan symptom masalahnya untuk diobati. Pengobatan
secara alami melihat pada individu secara menyeluruh dan merawat badan
seseorang dengan pendekatan holistic untuk mencegah masalah sebelum muncul.
Dia memberikan metode secara alami berasal dari sumber alam yang berbeda
dengan obat-obatan sintetis.
Jamu dibuat sebagai makanan sehari-hari yang merawat dan mempertahankan
energi badan yang vital, dia membantu badan kita untuk mengobati diri
secara alami. Jamu obat-obatan alami tidak bermaksud untuk mengganti obat
penemuan modern terbaru, namun hendaknya tidak dilupakan atau diabaikan
karena dapat memberikan kontribusi yang besar untuk perawatan kesehatan
manusia.
Dengan penelitian-penelitian yang terus berkembang terhadap bahan alam
oleh para ahli dari barat dan berbagai negara, bukan tidak mungkin akan
ditemukan sesuatu yang signifikan khasiatnya untuk pengobatan penyakit
yang sekarang banyak diderita manusia dan belum punya penjelasan mengenai
sebab musababnya serta pengobatannya. Yang jelas tumbuh-tumbuhan
mengandung nutrisi, zat-zat aktif yang dapat membantu sesorang untuk
merawat dirinya dengan cara prefentif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
Memang pada umumnya khasiat dari jamu tidak langsung dapat dirasakan, cara
kerjanya bertahap dengan terus-menerus pemakaiannya. Namun cara pengobatan
yang bertahap itu mempunyai hasil pengobatan yang permanen, bukan
sementara, karena ramuan tersebut sekaligus memiliki khasiat memperkuat
daya tahan tubuh dengan nutrisi yang terdapat di dalamnya, seperti
mineral-mineral, vitamin-vitamin auxins, hormones, enzyme, chlorophyll,
fatty acid, serat-serat, dan lain-lain komponen yang penting.
Oleh karena itu jamu memberikan badan kita cukup nutrisi yang dibutuhkan
tubuh yang dapat memperkuat system immune (daya tahan tubuh) serta
membantu system penyembuhan yang ada dalam badan kita secara alami.
Di dalam tumbuh-tumbuhan terdapat zat yang dapat merawat system nerves (syaraf)
organ-organ dalam tubuh, itu dapat dikenal antara lain pada buah pala,
system pencernaan dengan daun sembung, system peredaran darah dengan
rimpang temulawak, system urine dengan daun kumis kucing, dan lain-lain.
Jadi dengan perawatan yang teratur secara rutin dengan rempah -rempah yang
terdiri dari bahan-bahan tumbuhan yang terdiri dari akar kulit pohon,
daun-daunan, biji-bijian, bunga-bungaan, dan buah-buahan memiliki khasiat
turun temurun. Ramuan yang ada di dalam jamu terdiri dari berbagai bagian
bahan tumbuh-tumbuhan yang saling bekerja sama membantu perawatan dan
untuk pencegahan penyakit.
►e-ti => Kembali
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|