| |
C © updated 20102009-20022004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ib |
|
| |
Nama :
Mohamad Suleman Hidayat
Lahir :
Jombang, Jawa Timur, 2 Desember 1944
Agama :
Islam
Jabatan:
Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2004-2008 dan 2008-2012
Pendidikan:
-
Ayah:
-
Perusahaan:
-
|
|
| |
|
|
|
|
Mohamad Suleman Hidayat
Menteri Perindustrian KIB2
Ketua Umum Kadin (2004-2008 dan 2008-2012) Mohamad Suleman Hidayat
dipercaya menjadi Menteri Perindustrian
Kabinet Indonesia Bersatu Kedua
(2009-2014). Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 2 Desember 1944, itu
direkomendasikan Partai Golkar. Ia menggantian Fahmi Idris yang juga
kader Golkar.
Sebelum menjabat Ketua Umum Kadin, MS Hidayat juga pernah menjabat sebagai
Ketua Real Estate Indonesia (1989-1992) dan Wakil Ketua Federasi Real
Estate Asia Pasifik (Asia Pacific Real Estate Federation/APREF).
Ketua Umum Kadin
Mohamad Suleman Hidayat, terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia
periode 2004-2008, Jumat malam (20/2/03) dalam Musyawarah Nasional IV
Kadin 2004. Dia meraih 64 suara dari 108 suara. Sementara saingannya,
Sharif Cicip Sutardjo hanya meraih 30 suara dan Suryo B Sulisto Suryo 14
suara. Sedangkan Oesman Sapta, mengundurkan diri setelah menyampaikan visi
dan misinya dalam debat publik yang dilangsungkan pada pagi harinya.
Rapat pemungutan suara berlangsung sekitar 100 menit dengan tiga hak suara
kepada setiap Kadin daerah dan 18 suara dari asosiasi, sehingga total
suara menjadi 108. Rapat dipimpin Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Indonesia demisioner Aburizal Bakrie didampingi para senior Kadin
Sukamdani S Gitosardjono (Sahid Grup), Mooryati Soedibyo (Mustika Ratu),
Setyanto P Santosa, Soy Pardede, dan Fachmi Idris (anggota Kadin) yang
bertugas memastikan keabsahan kertas suara.
Seusai terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia yang baru, Hidayat
dalam jumpa pers mengatakan, Kadin di masa depan harus meningkatkan
kinerja ekonomi makro Indonesia yang sudah baik, menjadi landasan untuk
menata ekonomi mikro Indonesia. Dia tegaskan, fokus Kadin adalah
menciptakan pertumbuhan dan perbaikan pada sektor riil.
Sebenarnya, kata Hidayat, Indonesia memiliki sumber- sumber investasi
domestik yang masih bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan pertumbuhan
ekonomi. Namun, potensi itu baru dapat dimanfaatkan jika ada kemauan
pemerintah dan pengusaha untuk bersama-sama membangun sektor riil.
Rekomendasi Kadin
Musyawarah Nasional (Munas) IV Kadin merekomendasikan kepada pengurus
Kadin yang baru bersama pemerintah untuk membuat kebijakan yang tidak
konvensional (unconventional measures) di bidang ekonomi. Hal itu
diperlukan untuk mempercepat kebangkitan dunia usaha.
Menurut Ketua Harian Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN) Kadin Sofjan
Wanandi seusai penyampaian rekomendasi Subkomisi Kadin Indonesia di
Jakarta, Jumat, ada banyak rekomendasi yang disampaikan. Namun, beberapa
pokok penting adalah diperlukan kebijakan dan tindakan yang tidak
konvensional untuk mempercepat kebangkitan dunia usaha.
Kebijakan yang tidak konvensional itu menyangkut aspek kebijakan perbankan,
kebijakan perpajakan, dan pengembangan iklim usaha. Misalnya, normalisasi
intermediasi perbankan dengan menetapkan tingkat suku bunga pinjaman yang
wajar dan yang dapat meningkatkan kinerja sektor riil. ►ti/tsl-bantu
hotsan
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|