| |
C © updated 20102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Letnan Jenderal TNI (Purn) Mochamad Ma’ruf AR
Lahir:
Tegal, 20 September 1942
Agama:
Islam
Isteri:
Susyati
Anak:
Tiga putri
Pendidikan:
Lulus AMN 1962
Karir Militer
-Kepala Staf Kodam Udayana 1990
- Kepala Staf Kodam Diponegoro 1991
- Gubernur Akademi Militer Magelang 1992
- Assospol ABRI 1993
- Kassospol ABRI 1995
- Dubes Vietnam 1996
Organisasi:
- Ketua Tim Sukses Kampanye SBY 2004
|
|
| |
|
|
|
|
Mochamad Ma’ruf
Ketua Tim Kampanye Jadi Mendagri
Mantan Kasospol ABRI berpangkat Letnan Jenderal TNI (Purn) ini berperan
banyak sebagai Ketua Tim Sukses Kampanye SBY-JK pada Pemilu Presiden 2004.
Mantan Gubernur Akademi Militer Magelang 1992, ini piawai dalam mengatur
strategi kampanye dalam pemenangan SBY-JK. Kemudian, dia pun dipercaya
menjabat Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu.
Meskipun dikenal memiliki hubungan cukup dekat dengan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono, dia mengaku tidak menduga kalau akan dipercaya memimpin
Depdagri. "Ndak, saya tidak menduga," katanya ketika dihubungi Antara
melalui telepon, Kamis (21/10/2004).
Purnawirawan jenderal berbintang tiga yang sebelumnya menjadi Ketua Tim
Kampanye Nasional Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla itu mengatakan,
ketika diwawancarai oleh Presiden Susilo tidak sampai pada pembicaraan
mengenai substansi. "Saya dengan beliau hanya bertukar pikiran bagaimana
membangun sistem good governance di Tanah Air," kata pria kelahiran
Tegal, Jawa Tengah, 20 September 1942 itu.
Menyinggung jabatan barunya, Ma’ruf mengatakan, dirinya sebagai orang baru
di jajaran Depdagri akan segera beradaptasi dan mempelajari semua hal di
departemennya, termasuk jajaran personel Depdagri serta program apa yang
sudah, sedang, dan akan dilakukan. "Soal program kerja itu tentunya akan
disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang baru," ungkapnya.
Ketika ditanya soal birokrasi yang profesional, otonomi daerah dan
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung, alumni Akademi Militer
Nasional (AMN) 1965 itu belum mau berkomentar lebih jauh soal substansi
permasalahan. Namun, ayah tiga putri itu mengatakan, semua hal tersebut
tentu saja akan menjadi prioritas program kerjanya.
Sementara mengenai sambutan keluarganya ketika mengetahui dirinya terpilih
sebagai salah satu menteri, Ma’ruf yang telah memiliki tiga cucu itu
menyatakan, anggota keluarganya menyambut dengan rasa syukur disertai doa
agar mudah-mudahan dirinya tetap sehat dan dapat melaksanakan tugas dan
amanat yang dibebankan kepadanya.
Prioritaskan Pilkada Langsung
M Ma’ruf seusai melakukan serah terima jabatan Menteri Dalam Negeri dari
Hari Sabarno kepada dirinya, Kamis (21/10) mengatakan akan memprioritaskan
masalah pemilihan kepala daerah langsung dan daerah pemekaran yang masih
menimbulkan konflik seperti yang terjadi di Mamasa.
Ma’ruf dalam kesempatan itu menerima adri Hari Sabarno memori
serah terima jabatan yang merupakan rekomendasi bagi Ma’ruf mengenai
permasalahan yang berkaitan dengan kondisi dalam negeri.
"Undang-Undang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) memang kelihatan sudah
sempurna, tetapi barangkali sosialisasi dan pemahaman tentang pilkada
masih memerlukan proses dan waktu. Kesadaran politik masyarakat semakin
baik, tetapi masih ada peluang-peluang konflik horizontal dan saya
berharap pilkada langsung nantinya akan berjalan aman, tertib, dan lancar,"
kata Ma’ruf yang juga didampingi istrinya.
Menurut dia, bangsa Indonesia telah belajar dari pemilu legislatif dan
presiden yang baru saja berlalu, yang telah berjalan aman, tertib, dan
lancar. Dengan demikian, diharapkan pemilihan kepala daerah (pilkada)
langsung yang akan dimulai Juni 2005 dapat berjalan seperti pemilu lalu. "Saya
belum tahu kapan PP (peraturan pemerintah) yang akan mengatur lebih lanjut
mengenai pelaksanaan pilkada akan selesai. Saya masih akan mempelajarinya,"
katanya.
Mengenai pemekaran wilayah di beberapa daerah, Ma’ruf mengatakan harus ada
pendekatan yang lebih baik lagi dengan masyarakat. Pada dasarnya, ujar dia,
masyarakat belum mengerti betul hakikat otonomi daerah dan kalau ingin ada
pemekaran daerah, maka perlu ada penjelasan yang sejelas-jelasnya. (Ant/kps) ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|