|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sikap Parpol Megawati Soekarnoputri di Sisi OposisiRapat Kerja Nasional I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada 7-9 Januari 2007 di Sanur, Bali, dalam salah satu rekomendasinya kembali meminta kesediaan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2009.
Megawati Soekarnoputri Ibumu Berdiri di SiniJakarta 21/10/1999, Kompas: "Kepada anak-anakku di seluruh Tanah Air, saya minta untuk bekerja kembali dengan tulus. Jangan melakukan hal-hal yang bersifat emosional, karena di dalam mimbar ini, kamu melihat ibumu berdiri di sini..." seru Megawati Soekarnoputri dalam pidato pertamanya sebagai Wakil Presiden RI dalam acara pengambilan sumpah/janji Wapres di Ruang Sidang Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR, Jakarta, Kamis (21/10/1999) malam. |
Rakernas PDI-P Pemerintah Dinilai Gagal Penuhi Janji PerubahanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla dinilai gagal memenuhi janji perubahannya, seperti mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi rakyat. Pemerintah juga dinilai gagal menyelenggarakan pengelolaan ibadah haji dan menjamin keselamatan warga, seperti tercermin dengan maraknya kecelakaan darat, laut, dan udara. |
|||||||
Garin Nugroho Megawati Opera Sabun IIIDalam dua seri artikel Kompas, Megawati Opera Sabun I dan II ( Mei 2002 ), penulis mencoba memprediksi penokohan Megawati di tengah drama politik Indonesia. Lewat salah satu kajian Cultural Studies yang mulai populer, mencoba membandingkan drama politik dan citra tokoh politik seperti layaknya dramaturgi dan penokohan opera sabun.
Garin Nugroho Megawati Opera Sabun IIAgaknya, Megawati Opera Sabun II segera dimulai, ketika kekuatan politik di sekitarnya mulai berubah, khususnya ketika pemilu terasa tak lama lagi, dan berbagai manuver lawan politik telah mulai terbaca pergerakannya. Sementara, tokoh-tokoh utama politik Indonesia, pada periode Megawati Opera Sabun I, telah mengalami berbagai peristiwa yang melahirkan berbagai pencitraan baru, sebutlah Gus Dur hingga Akbar Tandjung maupun citra militer. Inilah babak baru Megawati di tengah bangunan baru dramaturgi sosial politik Indonesia. |
![]() |
|||||||||