| |
C © updated 29062008-20052002 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama :
Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap :
Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir :
Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama :
Islam
Suami :
Taufik Kiemas
Anak:
3 orang, (2 putra, 1 putri)
Karir :
:: Presiden Ke-5 RI (2001 - 2004)
:: Wakil Presiden RI (1999- 2001)
:: Anggota DPR/MPR RI (1999)
:: Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)
Organisasi :
:: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005 dan 2005-2009
Alamat Rumah:
:: Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
:: Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar
Minggu, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Koalisi Pilpres:
Setelah melalui proses alot dan panjang, pasangan Capres
Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum DPP PDIP) dan Cawapres
Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra akhirnya
disepakati dan diumumkan, di Rumah Perjuangan Jalan Teuku Umar, Jakarta,
tengah malam Jumat 15 Mei 2009.
Koalisi Pilpres
Oleh Ch Robin Simanullang*: PDIP tampaknya sudah bisa mengendalikan diri ketika berkomunikasi
dalam pusaran politik koalisi besar yang digerakkan Partai Golkar, PDIP,
Gerindra dan Hanura. Namun, kini PDIP tampaknya masih
berada dalam posisi dilematis, sekaligus berpeluang berkoalisi dengan
Demokrat.
Koalisi Pilpres
Oleh Ch Robin Simanullang*: Ada rasa prihatin melihat kemampuan
PDIP berpolitik. Partai yang dipimpin Ibu Megawati Soekarnoputri ini
terkesan kerap kali diperma-inkan partai lain, terutama Partai Golkar.
Tapi, sepertinya PDIP tidak merasa dipermainkan atau terkesan pasrah,
sangat lugu. Tak kapok-kapok dipermainkan Golkar.
Megawati-Jusuf Kalla
BERITA TOKOH 12/3/2009: Ketua Umum DPP PDIP
Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar
M Jusuf
Kalla menandatangani Kesepakatan Dua Tokoh di
Jakarta, Kamis (12/3), membangun pemerintahan yang
kuat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Berita Utama MTI 39 (04)
Oleh Ch Robin Simanullang: Mantan Presiden
Megawati tampaknya
sudah jauh lebih siap untuk tampil kembali di puncak kekuasaan sebagai
Presiden 2009-2014. Bukan hanya karena pendeklarasian pencapresannya
yang sudah sejak awal, tetapi lebih lagi dari semakin membaiknya
perfomancenya setelah melakukan introspeksi.
Survei Indo Barometer
Jakarta, 29 Juni 2008: Untuk pertama kali Megawati Soekarnoputri
mengungguli popularitas Susilo Bambang Yudhoyono. Survei Indo Barometer
5 Juni-16 Juni 20, dengan 1.200 responden di 33 provinisi, untuk
pertanyaan tertutup siapa pilihan calon presiden, 30,4 persen responden
memilih Megawati Seokarnoputri, dan SBY 20,7 persen.
Megawati Soekarnoputri
Jakarta, 10/9/2007: "Dengan mengucap bismillahi-rahmanirrahim, saya…
saya, Megawati Soekarnoputri, bersedia dicalonkan sebagai presiden dari
PDIP," kata Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan suara haru di tengah sambutan
sukacita dan histeris 16.400 kader peserta Rakornas PDIP di Hall A PRJ,
Kemayoran, Jakarta 10 September 2007.
Megawati Soekarnoputri
Jakarta, 09 Sept 2007: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa yang dibutuhkan negeri ini bukan hanya
sekadar presiden,
melainkan juga seorang pemimpin. Dia pun menegaskan dirinya tak ingin sekadar menjadi presiden.
Megawati Soekarnoputri
Jakarta, Minggu, 08 Sept 2007: Mantan Presiden dan Ketua Umum DPP PDI
Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menyatakan keprihatinan terhadap
kesejahteraan rakyat yang semakin merosot. "Padahal, APBN terus
meningkat sekitar 80 persen sejak 2005 hingga sekarang. Tapi, pada saat
yang sama, kemiskinan dan pengangguran tetap saja meningkat dibandingkan
2005," ujarnya.
Sikap Parpol
Rapat Kerja Nasional I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada 7-9
Januari 2007 di Sanur, Bali, dalam salah satu rekomendasinya kembali
meminta kesediaan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon presiden
pada Pemilu 2009.
Rakernas PDI-P
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla
dinilai gagal memenuhi janji perubahannya, seperti mempercepat
terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja,
pengurangan angka kemiskinan, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan
pendidikan bagi rakyat. Pemerintah juga dinilai gagal menyelenggarakan
pengelolaan ibadah haji dan menjamin keselamatan warga, seperti
tercermin dengan maraknya kecelakaan darat, laut, dan udara.
Megawati Soekarnoputri
Jakarta 21/10/1999, Kompas: "Kepada anak-anakku di seluruh Tanah Air,
saya minta untuk bekerja kembali dengan tulus. Jangan melakukan hal-hal
yang bersifat emosional, karena di dalam mimbar ini, kamu melihat ibumu
berdiri di sini..." seru Megawati Soekarnoputri dalam pidato pertamanya
sebagai Wakil Presiden RI dalam acara pengambilan sumpah/janji Wapres di
Ruang Sidang Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR, Jakarta, Kamis
(21/10/1999) malam.
Garin Nugroho
Dalam dua seri artikel Kompas, Megawati Opera Sabun I dan II ( Mei 2002 ),
penulis mencoba memprediksi penokohan Megawati di tengah drama politik
Indonesia. Lewat salah satu kajian Cultural Studies yang mulai populer,
mencoba membandingkan drama politik dan citra tokoh politik seperti
layaknya dramaturgi dan penokohan opera sabun.
Garin Nugroho
Agaknya, Megawati Opera Sabun II segera dimulai, ketika kekuatan
politik di sekitarnya mulai berubah, khususnya ketika pemilu terasa tak
lama lagi, dan berbagai manuver lawan politik telah mulai terbaca
pergerakannya. Sementara, tokoh-tokoh utama politik Indonesia, pada
periode Megawati Opera Sabun I, telah mengalami berbagai peristiwa yang
melahirkan berbagai pencitraan baru, sebutlah Gus Dur hingga Akbar
Tandjung maupun citra militer. Inilah babak baru Megawati di tengah
bangunan baru dramaturgi sosial politik Indonesia.
Selamat menyaksikan Megawati Opera Sabun II!
|
|