| |
C © updated 09092007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama :
Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap :
Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir :
Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama :
Islam
Suami :
Taufik Kiemas
Anak:
3 orang, (2 putra, 1 putri)
Karir :
:: Presiden Ke-5 RI (2001 - 2004)
:: Wakil Presiden RI (1999- 2001)
:: Anggota DPR/MPR RI (1999)
:: Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)
Organisasi :
:: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005 dan 2005-2009
Alamat Rumah:
:: Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
:: Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar
Minggu, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Megawati Soekarnoputri Pemimpin Tak Sekadar Presiden
Jakarta, 09 Sept 2007: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa yang dibutuhkan negeri ini bukan hanya
sekadar presiden,
melainkan juga seorang pemimpin. Dia pun menegaskan dirinya tak ingin sekadar menjadi presiden.
Hal itu dikemukakan Megawati saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
II PDI-P di Arena Pekan Raya Jakarta, Minggu (9/9/07).
Pernyataan itu juga sekaligus menjawab rekomendasi Rakernas II yang
menegaskan keputusan Rakernas I di Bali meminta kesediaan Megawati
sebagai calon presiden dalam Pelpres 2009 guna mengawal komitmen bangsa
terhadap Pancasila 1 Juni 1945, UUD 1945, kebhinnekaan, keutuhan NKRI,
serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
Menurut Megawati kalau jadi presiden itu gampang, yang susah itu jadi pemimpin.
"Presiden
dipilih lima tahun sekali, sedangkan pemimpin harus terus berpikir
panjang ke depan, visioner, tentang apa yang akan diberikan kepada
rakyatnya," jelas Megawati.
Sehubungan dengan itu,
Megawati meminta waktu kepada peserta Rakernas II untuk menjawabnya. "Tunggu
sajalah. Masak nggak bisa menunggu. Suatu saat saya pasti akan memberi
jawaban," katanya.
Kemudian Megawati mengaatakan dia pasti bertanggung jawab. "Jawaban saya,
ya atau tidak, insya Allah akan sesuai apa yang ada di dalam sanubari
Anda," katanya seraya tersenyum dan disambut tepuk tangan meriah peserta
Rakernas sambil berteriak "Merdeka".
Mega menambahkan bahwa dirinya masih ingin meminta penegasan secara
spiritual terlebih dahulu dari ayahanda Soekarno. "Saya ingin minta
petunjuk dari pemimpin besar saya dulu," katanya sambil menunjuk foto
raksasa Bung Karno yang berada di sisi kanan dinding Hall B.
Menurutnya, gggak apa-apa kalau ada yang menganggap ini urusan
supranatural atau klenik. "Karena proklamator itu memang bapak saya,
bagian dari yang melahirkan saya," tegasnya.
Mega menjelaskan, keinginan berkomunikasi dengan ayahandanya itu karena
dirinya pernah mendengar nasihat Kyai As’ad Samsul Arifin, ulama besar
asal Situbondo, Jawa Timur, agar dia jangan ragu kalau punya kesedihan
atau kebahagiaan. "Bicaralah pada orang tua kamu," nasihat Kyai As’ad
Samsul Arifin.
Selain merekomendasi penegasan pencalonan Megawati dalam Pilpres 2009,
Rakernas II PDI-P yang selama dua hari itu menghasilkan 21 rekomendasi
lainnya. Di antaranya kegagalan pemerintah
memenuhi janji-janji perubahan.
Sebagaimana
dibacakan Sekjen PDI-P Pramono Anung, meningkatnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tiga tahun terakhir
tidak diikuti perbaikan kualitas kehidupan dan ekonomi bangsa. Janji
setinggi langit, pencapaian hanya sampai di kaki bukit.
Selain itu, pemerintah juga dinilai gagal mengendalikan kenaikan harga-harga
kebutuhan pokok rakyat sehari-hari. Juga menyinggung, penurunan bendera Merah Putih di Aceh,
penampilan tari cakalele di depan Presiden, perjanjian kerja sama
pertahanan dengan Singapura, dan perjanjian kawasan ekonomi khusus
dengan Singapura adalah realitas nyata dari melemahnya kedaulatan bangsa
dan harga diri bangsa. ►ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|