| |
C © updated 25022009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/drn |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph.D
Lahir:
Sukabumi, 25 Februari 1941
Profesi:
Guru Besar FEUI
Suami:
Prof Peter Gardiner
Pendidikan:
- SD, Jakarta (1953)
- SMP, Jakarta (1956)
- SMA Santa Ursula, Jakarta (1959)
- St. Xavier, College, Chicago (BA., 1968)
- College of William & Mary Williambrurg, Virginia (MA, 1970)
- Harvard University, Boston, Massachusetts (MSc, 1974)
- Australian National University (Doktor Bidang Demografi, 1982)
Karir:
- Klerek FEUI
- Peneliti Lembaga Demografi FE UI (1971-1974)
- Dosen FE UI (1971- sekarang)
- Peneliti Leknas LIPI (1971-1972)
- Research Associate LPEM FE UI (1974 - sekarang)
- Guru Besar FEUI, dikukuhkan 2001
- Ketua Senat Akademi dan Sekretars Dewan Guru Besar FEUI periode
2003-2007.
- Anggota DRN (Dewan Riset Nasional) dan AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan
Indonesia)
- Peneliti dan Konsultan Insan Hitawasana Sejahtera (IHS)
Alamat Rumah:
Jalan Taman Cempaka Putih Indah, Kapling 71, Jakarta 10520 |
|
| |
|
|
|
|
| MAYLING OEY HOME |
|
|
 |
Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph.D
Guru Besar FEUI Perempuan Pertama
Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph.D adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi
Universitas
Indonesia (FEUI) perempuan pertama,
dikukuhkan 2001. Isteri dari Prof Peter Gardiner, ini mengajar di FEUI sejak 1971.
Bu Mayling, kelahiran Sukabumi, 25 Februari 1941, ini menjabat Ketua Senat Akademi dan
Sekretars Dewan
Guru Besar FEUI periode 2003-2007.
Ia dibesarkan di Jakarta. Dari SD sampai SMA ia bersekolah di Jakarta.
Tamat SD (1953), SMP (1956) dan SMA Santa Ursula (1959). Tamat SMA,
Mayling sempat bekerja sebagai juru ketik (klerek) di Universitas
Kristen Indonesia (UKI), sambil kuliah. Beruntung, pada 1964, ia
mendapat beasiswa untuk belajar di St. Xavier College, Chicago,
Illinois, AS dan meraih gelar BA, 1968.
Kemudian meraih MA Sosiologi dari College of William & Mary
Williambrurg, Virginia (1968-1970). Lalu mengambil M.Sc. Ilmu
Kependudukan di Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts,
(1972-1974). Anak keempat dari lima bersaudara, ini selalu didorong
ibunya untuk terus sekolah. Ia mengaku sangat dekat dengan ibunya. Tapi
ibunya sudah wafat pada 1972, sepuluh tahun sebelum ia meraih gelar
doktor demografi.
Dari catatan Pusat Data Tokoh Indonesia, Mayling adalah orang Indonesia pertama yang
meraih gelar Ph.D. di bidang demografi. Ia meraih gelar doktor
tersebut dari Australian National University, 1982. Disertasinya, The
Impact of Migration on Fertility; A Case Study of Transmigrants in
Lampung, Indonesia, 1982. Kemudian, tahun itu juga ia menikah dengan
Dr. Peter Gardiner, lulusan universitas yang sama.
Belakangan, Bu Mayling banyak berperan di lembaga penelitian dan konsultasi
Insan
Hitawasana Sejahtera (IHS) yang berfokus pada masalah sosial, ekonomi,
dan
demografi, seperti: kemiskinan, jender, dan keterbatasan akses kaum
marginal pada
sarana dan prasarana sosial serta pelayanan publik.
Selain itu, ia juga masih mengemban tugas sebagai anggota DRN (Dewan Riset Nasional) dan AIPI (Akademi Ilmu
Pengetahuan Indonesia). Pengabdiannya pada masyarakat juga ditujukan
dengan
keterlibatannya dalam berbagai LSM dalam maupun luar negeri.
Ibu seorang anak ini juga terbilang rajin menulis. Antara lain bukunya
The Rule of Manufacturing in Labour Absorption: Indonesia during 1970,
dan Changing Works Patterns of Women in Indonesia during 1970.
Pada beberapa kesempatan, sebagai ahli kependudukan Mayling mengkritik,
bahwa selama ini populasi
penduduk dalam ekonomi hanya dilihat sebagai sebuah angka semata.
Menurutnya, jumlah
itu hanya dibutuhkan untuk menghitung pendapatan per kapita suatu negara
atau dilihat sebagai konsumen bagi pengembangan usaha.
"Penduduk tak pernah dilihat sebagai manusia, sehingga tidak pernah
dipikirkan tentang pelayanan dan peningkatan kesejahteraannya," ujar
Mayling Oey-Gardiner.
Pemerintah juga dinilai tidak pernah menyiapkan langkah-langkah untuk
mengantisipasi ledakan penduduk dan bertambahnya penduduk lansia. Hal
yang dibanggakan pemerintah selama ini adalah keberhasilan program
Keluarga Berencana dan menurunkan angka kelahiran.
"Padahal akibatnya jelas, suatu saat jumlah penduduk lansia akan terus
bertambah," ujar Mayling. ►tian son lang
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Refrensi:
1.
http://www.ui.ac.id/download/guru_besar/Prof_Mayling_Oey-Gardiner_PhD.pdf
2.
http://www.pdat.co.id/ads/html/M/ads,20030624-16,M.html
|
|