|
|
 |

Nama:
Lukas Karl Degey
Lahir:
Mimika
Meninggal:
Jakarta, 24 Agustus 2003
Agama:
Kristen Katolik
Isteri:
Maryeta Apubiyau
Anak:
Theodurus Degey Putra, Antonius Degey Putra dan Maria Noverta Degey Putri.
Jabatan:
Anggota DPR-RI
Ketua DPP PDI-P
Pendidikan:
S1 IKIP Yogyakarta
Pekerjaan:
Guru SD di Wamena Kabupaten Jayawijaya (1975-1976)
Dosen di IPI dan Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur di
Abepura Jayapura (1987-1998)
Koresponden Kompas
Kontributor The Jakarta Post
Pemimpin Perusahaan dan Wartawan Tifa Irian di Jayapura.
Anggota DPR-RI
Organisasi:
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Yogyakarta
(1982-1984).
Wakil Ketua Dewan Pimpina Daerah (DPD) PDI Papua (1988-1996)
Sekretaris DPD PDI Papua tahun 1996.
Ketua DPP PDI-P (2000-2003)
|
|
Lukas Karl Degey
Penyambung Lidah Rakyat Papua
Anggota Fraksi PDI-P DPR-RI yang vokal menyuarakan aspirasi rakyat Papua,
Lukas Karl Degey meninggal dunia di rumah sakit St Carolus, Jakarta,
Minggu 24/8/03 sekitar pukul 17.15 WIB, akibat komplikasi penyakit radang
perut dan gula. Wakil yang selama ini benar-benar telah menjadi penyambung
lidah rakyat Papua dengan pusat itu disemayamkan di rumah duka komplek
perumahan DPR Kalibata Jakarta.
Lukas Karl Degey meninggalkan seorang istri Maryeta Apubiyau dan tiga anak
masing-masing Theodurus Degey Putra, Antonius Degey Putra dan Maria
Noverta Degey Putri. Kebaktian diadakan di rumah duka Senin malam ini.
Jenazahnya diterbangkan ke Jayapura Selasa 26/8/03 sore untuk selanjutnya
dimakamkan di daerah asalnya itu. Sebelumnya jenazah wakil rakyat itu
disemayamkan di gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa siang untuk mendapat
penghormatan terakhir.
Beberapa tokoh PDI-P datang melayat jenaza Ketua DPP PDI-P itu, di
antaranya Taufiq Kiemas, Soetardjo Soerjogoeritno, Roy BB Janis, Kwik Kian
Gie, Sukowaluyo Mintorahardjo dan Cyprianus Aoer, Jacob Nuwa Wea dan Panda
Nababan.
Pria jebolan IKIP Yogyakarta ini, merupakan wakil rakyat dari Kabupaten
Mimika Papua, anggota Komisi III yang membidangi masalah pertanian, pangan
dan kehutanan. Sebelumnya ia aktif di Komisi V yang membidangi BUMN.
Sebelum menjadi anggota DPR ia pernah menjadi guru SD di Wamena Kabupaten
Jayawijaya (1975-1976), dosen di IPI dan Sekolah Tinggi Filsafat dan
Teologi Fajar Timur di Abepura Jayapura (1987-1998). Sebagaimana ditulis
Suara Pembaruan (25/8/03), ia juga dikenal sebagai putra Papua yang
mendorong generasi Provinsi paling Timur Indonesia itu untuk terjun ke
dunia jurnalistik. Dia pernah menjadi koresponden Kompas, kontributor The
Jakarta Post dan Pemimpin Perusahaan dan Wartawan Tifa Irian di Jayapura.
Semasa mahasiswa ia aktif di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik
Indonesia (PMKRI) di Yogyakarta (1982-1984). Sejak masih kuliah di
Yogyakarta, ia telah aktif di PDI. Maka, ketika pulang ke Papua, ia
menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpina Daerah (DPD) PDI-P Papua (1988-1996) dan
menjadi Sekretaris DPD tahun 1996. Lalu dalam kongres PDI-P di Semarang,
April 2000, Lukas terpilih sebagai Ketua DPP PDI-P (2000-2005) dan
ditugasi menangani masalah sumber daya alam, pekerjaan umum dan lingkungan
hidup.
Selama di DPR ia benar-benar sebagai wakil rakyat yang konsisten dengan
hati nuraninya membela aspirasi rakyat khususnya dari Papua yang
diwakilinya.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|