A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
      ► Jawa Barat
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
  B E R A N D A
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 20072006  
   
  ► e-ti/bs  
  BIODATA:
Nama:
Drs H Lily Hambali Hasan, MSi
Jabatan:
Bupati Purwakarta Periode 2003 – 2008
Lahir:
Padeglang, 5 Mei 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Terakhir:
Sarjana Strata-2(S2) Magister Ilmu Pemerintahan STIAMI Jakarta


Alamat Kantor:
Jl. Gandanegara No. 25 Purwakarta 41112, Telp. 0264-200435, Fax. 0264-200064

Alamat Rumah:
Jl. Gandanegara No. 27 Purwakarta 41112, Telp. 0264-203414

E-Mail:
bupati@purwakarta.go.id

 
 
     
 
MAJALAH TI - 30

 

TOKOH UTAMA:  01  02  03  04  05  06  07  08  =

WAWANCARA = TOKOH PILIHAN:  01  02  = DEPTHNEWS: 01  02  = PERSPEKTIF:  01  02 = PARIWISATA  = POTENSI = LEGISLATIF = KAPUR SIRIH = SURAT

 

WAWANCARA:

Drs. H. Lily Hambali Hasan Msi (07)

Percepat Izin Investasi

 

Bupati Purwakarta Drs H Lily Hambali Hasan, Msi, ingin membangun daerahnya dimulai dengan pembangunan sumber daya manusia. Hanya individu yang terdidik yang mampu membangun diri dan kehidupannya. Namun dia harus sehat agar tidak merepotkan orang. Setiap individu juga harus memiliki akhlak dan moral yang baik yang diperoleh dari pendidikan dan penerapan ajaran agama.

Dalam percakapan panjang dengan Tim Wartawan Tokoh
Indonesia, di kedi-aman resminya di kota Purwakarta (5/7/2006), Bupati Purwakarta Drs H Lily Hambali Hasan, Msi, menjelaskan banyak hal. Dia didampingi Kabag Humas Pemkab Purwakarta Nina Meinawati, SH. Dia membangun daerah kabupaten tekecil di Provinsi Jawa Barat ini dengan meletakkan tiga pilar inti (basic cores)—pendidikan, kesehatan, agama. Tetapi ketiga pilar ini dia pertajam lagi dengan lima pilar upaya atau karya: agribisnis, industri, perdagangan dan jasa serta pariwisata.


Berikut ini petikan wawancara Malajalah Tokoh Indonesia (MTI) dengan Bupati H. Lyli Hambali Hasan (LHH).

MTI: Apa yang Anda maksud dengan tiga pilar dasar program pembangunan daerah Kabupaten Purwakarta?


LHH: Pembangunan itu hakekat-nya menempatkan manusia sebagai subyek, bukan obyek. Karena itu pertama-tama yang harus dibangun adalah sumber daya manusia agar dia mampu membangun dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya. Seseorang harus memiliki kepintaran, kecerdasan, ketrampilan dan keahlian. Ini semua hanya bisa diperoleh lewat pendidikan. Pembangunan bangsa juga terletak pada pembangunan SDM-nya. Karena itu saya menempatkan bidang sebagai salah satu prioritas utama. Komitmen ini tidak hanya dalam ucapan, tetapi dalam tindakan nyata dengan menetapkan anggaran pendidikan 38% dari total APBD.

 

Semua sekolah dari TK sampai SMA, negeri maupun swasta memperoleh dukungan dana pendidikan dari pemerintah kabupaten. Bantuan itu disalurkan Pemkab jauh sebelum adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.


Perkembangan konkrit bidang pendidikan dapat dilihat dari meningkatnya angka melek huruf dari 95,2% tahun 2003 menjadi 96,8% tahun 2004. Sedangkan rata-rata lama sekolah meningkat dari 7,0 tahun 2003 menjadi 7,2 pada tahun 2004, sehingga terjadi peningkatan indeks pendidikan. Secara jujur saya akui, masih banyak masalah pendidikan yang belum terselesaikan, namun akan diatasi secara bertahap.


Upaya yang telah ditempuh dan terus dikembangkan di antaranya adalah perluasan kesempatan belajar dengan mendekatkan sekolah kepada anak melalui upaya pembangunan unit sekolah baru (USB), pengadaan ruang kelas baru dan kelas jauh, serta pengembangan sekolah terbuka dan pendidikan luar sekolah, pembebasan biaya bulanan (BP3) untuk siswa SD/MI dan SDLB sebanyak 100.281 siswa, memberi-kan subsidi dana sumbangan pendi-dikan (DSP) untuk siswa baru SMP/MTS dari keluarga tidak mampu sebanyak 4.345 siswa.


Pembebasan biaya sekolah sudah dua tahun terakhir ini kita laksanakan. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan merealisasikan program bantuan operasional sekolah (BOS). Program ini diharapkan dapat semakin memperlancar penuntasan Wajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Kami juga melakukan penyisiran pada anak-anak usia WPD. Mereka yang terjaring di dalam penyisiran (sweeping) tersebut kepada orang tua diwajibkan untuk mengirim anak-anak mereka ke jenjang pendidikan yang tersedia.


Pembangunan sektor kesehatan; indikator yang digunakan untuk mengevaluasi perkembangan derajat kesehatan, yaitu angka harapan hidup (AHH), angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu bersalin serta angka kematian Balita (AKI & AKABA). Angka harapan hidup kabupaten Purwakarta 64,30 tahun 2003, meningkat menjadi 66,72 tahun pada tahun 2004. Peningkatan AHH ini menjadi indikasi terjadinya peningkatan taraf kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Sedangkan AKB sebesar 57,13 per 1.000 tahun 2004, turun dari 61,71 per 1.000 tahun 2001. Menurut hasil survei, AKI tahun 2004 mencapai 411, 02 per 100.000 kelahiran hidup (kh). Angka ini turun dari 420 per 100.000 KH.


Pengembangan sektor kesehatan diarahkan pada pencapaian visi Purwakarta sehat tahun 2007. Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah penyuluhan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).


Kehidupan di dalam bidang agama secara umum telah berjalan baik, antara lain ditandai dengan meningkatnya aktivitas keagamaan masyarakat dan syiar Islam. Tetapi saya tidak akan mengeluarkan Perda Syariat Islam. Saya menginginkan terpeliharanya tri kerukunan hidup umat beragama, bertambahnya sarana dan prasarana keagamaan, meningkatnya swadaya masyarakat dalam pengembangan lembaga-lembaga pendidikan agama dan sarana keagamaan, serta pemberian bantuan honor bagi warois dan guru ngaji. Inti pembangunan bidang agama dimaksudkan agar setiap individu memiliki moral dan akhlak yang baik berdasarkan ajaran agama mereka masing-masing.

MTI: Apa saja upaya Anda untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD)?


LHH: Upaya peningkatan PAD bukan dengan mengeluarkan Perda-Perda untuk mengatur pungutan-pungutan yang membebani masyarakat. PAD ditingkatkan dengan melaksanakan berbagai program pembangunan. Dalam bidang ekonomi, secara umum laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Purwakarta tahun 2004 mencapai 3,11 %, meningkat dari 3,03% pada tahun 2003. Kinerja pembangunan perekonomian dapat dilihat dari kemampuan produksi daerah, baik yang dari sumber daya lokal maupun dari sumber daya dari luar daerah, kabupaten, atau kita kenal dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari sembilan lapangan usaha masyarakat di daerah ini pada tahun 2004, sektor industri pengolahan mempunyai kontribusi terbesar, 40,51 %, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran,r 26,94 % dan sektor pertanian 8,74 %.


Setelah peresmian jalan tol Cipularang, diharapkan berpengaruh positif terhadap perkembangan perekonomian Purwakarta. Meskipun tidak menutup kemungkinan terjadinya dampak yang kurang menguntungkan terhadap beberapa sektor. Salah satu solusinya, membuka empat interchange yang menjadi akses keluar-masuk kendaraan dari dan ke Purwakarta. Saya bercita-cita, kerennya, menjadikannya sebagai segitiga emas—Jakarta-Purwakarta-Bandung, dan Bandung-Purwakarta-Cirebon.


Dalam bidang pertanian, tahun 2004 terjadi peningkatan produksi padi 26,69% menjadi 204.705 ton. Produksi palawija meningkat 2,52% menjadi 147.011 ton, komoditas sayuran meningkat 20,93% menjadi 31.970 ton. Naiknya produksi pangan dampak dari peningkatan mutu intensifikasi, pola tanam dan penerapan teknologi pertanian. Fokus pertanian ditujukan pada pola agribisnis. Ini ditandai oleh peningkatan pola kemitraan usaha antara petani produsen dengan para pedagang penampung, pengrajin, pengolah, maupun eksportir, terutama pada komoditas palawija dan hortikultura. Sistem pertanian ke depan akan lebih ramah lingkungan melalui pengembangan budidaya padi sawah dengan sistem pertanian organik.


Di bidang peternakan dan perikanan, arahnya difokuskan pada pencapaian sasaran meningkatnya produksi. Ditinjau dari capaian tingkat konsumsi protein hewani, daerah ini mencatat 6,94 gram perkapita per hari dalam, tahun 2004. Angka ini telah melampaui target normal gizi nasional sebesar 6,0 gram protein perkapita per hari. Sedangkan di bidang perikanan, ditilik dari tingkat konsumsi per kapita per tahun, baru mencapai 19,80 kg, sedangkan standar gizi nasional sebesar 26,5 kg per kapita per tahun.


Bidang perindustrian dan perdagangan diarahkan pada pencapaian sasaran meningkatnya jumlah perusahaan, sarana-prasarana dan pangsa pasar produk-produk lokal. Pasar tradisional, sebanyak 22 unit pasar tersebar di 15 kecamatan. Tahun 2004, pasar modern, berupa departemen store dan mini market, terus bertambah. Perkembangan positif di bidang industri dan perdagangan danjasa ditunjang oleh faktor kelembagaan, sosial politik, tenaga kerja dan infrastruktur fisik. Di bidang kepariwisataan, diarahkan pada pencapaian sasaran tergalinya potensi wisata yang menunjang perekonomian rakyat. Perkembangan kepariwisataan Purwakarta dapat dilihat dari trend kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Tahun 2004, kunjungan ke obyek wisata sebanyak 196.573, atau meningkat sebesar 33,69 % dari tahun 2003.


Perkembangan positif berbagai sektor pembangunan pada hakekatnya merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Karena seperti kita maklumi bersama, di dalam menggali semua potensi daerah, pembangunan harus melibatkan tiga unsur pelaku: pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

MTI: Dalam situasi investasi yang suram dewasa ini apakah yang Anda lakukan untuk merangsang masuknya investasi asing ke Purwakarta?


LHH: Pokoknya orang yang mau investasi jangan dipersulit. Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Kalau bisa dipercepat kenapa harus diperlambat. Saya menegaskan izin investasi harus selesai dalam tempo 10 hari atau paling lambat 14 hari. Tidak ada lagi istilah satu bulan, dua bulan apalagi tiga bulan. Bagaimana orang mau mau investasi, kalau belum apa-apa sudah dibikin repot. Kalau tidak ada tempat di sini mereka langsung pindah ke tempat lain.

 

Sekarang persaingan makin terbuka. “Ngapain aku ke sini, cari saja tempat yang lebih memungkinkan.” Biasanya pemikat bagi seorang investor adalah keuntungan. Buat apa kalau keuntungannya tidak jelas, biayanya tinggi, kemudian waktu dan aspeknya tidak jelas. Ini yang terus saya perbaharui.
Realisasi investasi di Purwakarta tahun 2004 sebesar Rp 73,87 trilyun, terdiri dari PMA senilai 8,12 milyar dolar AS atau Rp 73,05 trilyun, dan PMDN sebesar


Rp 833,28 milyar. Tahun 2004, jumlah perusahaan industri besar mengalami peningkatan dari 71 menjadi 82 perusahaan. Industri kecil, baik formal maupun informal, berjumlah 3.279 unit.


kembangan nilai ekspor, tahun 2004 meningkat menjadi 187,5 juta dolar AS dari 158,5 juta dolar AS tahun 2003. Ekspor mencakup 19 jenis komoditi.

MTI: Semua program pembangunan yang Anda kemukakan terdahulu tentu ditujukan kepada kesejahteraan masyarakat. Dapatkah Bapak menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat Purwakarta?


LHH: Tingkat kualitas manusia di daerah Purwakarta memperlihatkan tren yang menanjak. Ini tercermin pada kondisi perkembangan IPM daerah tahun 2003-2004. Dari empat komponen—AHH, tingkat melek huruf, lama waktu sekolah dan tingkat daya beli—tahun 2003 tercatat 66,10, meningkat menjadi 68,36 tahun 2004.


Tentang keluarga miskin, menurut data terakhir jumlah keluarga miskin 142.664 jiwa. Tetapi yang memprihatinkan kompensasi subsidi BBM dari pemerintah pusat hanya mencakup 95.519 jiwa. Bantuan pemerintah kepada keluarga miskin, antara lain, penyaluran beras untuk keluarga miskin (Raskin). Upaya laut memberikan mereka bantuan permodalan lewat koperasi dan memberi kartu Askes kepada keluarga miskin.


Tahun 2004 tercapai hasil kunjungan Gakin ke Puskesmas sebanyak 10.660 KK atau sebanyak 40.315 jiwa anggota keluarga miskin. Kenyataan ini diharapkan makin mengetuk hati kita untuk terus mengembangkan kesalehan sosial di anta-ra sesama anggota masyarakat dan mengupaya-kan jalan keluar dengan memberikan bantuan yang sifatnya memberdayakan masyarakat. Saya menghidupkan kembali jaringan Posyandu sebagai pusat komunikasi dan pertukaran informasi tentang upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


Namun cara yang fundamental untuk mengentas kemiskinan adalah memberi mereka keterampilan untuk melakukan wirausaha dan membuka lapangan kerja. ►mti/tim


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)