| |
C © updated 20072006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/bs |
|
| |
BIODATA:
Nama:
Drs H Lily Hambali Hasan, MSi
Jabatan:
Bupati Purwakarta Periode 2003 – 2008
Lahir:
Padeglang, 5 Mei 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Terakhir:
Sarjana Strata-2(S2) Magister Ilmu Pemerintahan STIAMI Jakarta
Alamat Kantor:
Jl. Gandanegara No. 25 Purwakarta 41112, Telp. 0264-200435, Fax.
0264-200064
Alamat Rumah:
Jl. Gandanegara No. 27 Purwakarta 41112, Telp. 0264-203414
E-Mail:
bupati@purwakarta.go.id
|
|
| |
|
|
|
|
| MAJALAH TI - 30 |
|
|
 |
TOKOH UTAMA:
01
02
03
04
05
06
07
08 =
WAWANCARA = TOKOH
PILIHAN: 01
02 = DEPTHNEWS:
01
02
= PERSPEKTIF:
01
02 = PARIWISATA =
POTENSI =
LEGISLATIF =
KAPUR SIRIH =
SURAT =
PERSPEKTIF: (01)
Drs. H. Lily Hambali Hasan Msi (08)
Anggaran Pendidikan 38 Persen Satu langkah sangat
berani Bupati H Lily Hambali Hasan mengalokasikan 38 persen anggaran
pendidikan dalam APBD 2006. Langkah ini diambil karena Bupati
beranggapan pembangunan hakekatnya menempatkan manusia sebagai subyek,
bukan obyek.
Pembentukan sumber daya manusia yang an dal dan berkua-litas menjadi
prioritas utama pemerintahan Lily Hambali. Asumsinya, hanya seseorang
yang andal dan berkualitas yang mampu membangun dirinya, keluarganya,
lingkungan dan masyarakatnya. Karena itu dia harus memiliki kepintaran,
kecerdasan, ketrampilan dan keahlian. Ini semua hanya bisa diperoleh
lewat pendidik-an. Dia juga melihat bahwa kunci pembangunan bangsa
terletak pada pembentukan SDM.
Jadi sangat beralasan bilamana Lily Hambali menyisihkan anggaran daerah
yang cukup besar untuk bidang pendidikan. Sedangkan di tingkat nasional,
pemerintah belum mampu mengalokasikan anggaran pendidikan 20% dari APBN.
Masalah ini masih menjadi tarik menarik antara pemerintah dan DPR.
Purwakarta mungkin salah satu sedikit daerah yang mampu menyediakan
anggaran pendidikan sebesar 38%. Anggaran pendidikan tersebut dinikmati
oleh semua sekolah di Purwakarta, dari TK sampai SMA, negeri maupun
swasta. Pemkab menyalurkan bantuan pendidikan bahkan dua tahun sebelum
turunnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
Lily Hambali mengharapkan program bantuan tersebut memperlancar
penuntasan Wajar Pendidikan Dasar 9 tahun. Aparat Pemkab juga proaktif
melakukan penyisiran pada anak-anak usia WPD. Mereka yang terjaring di
dalam penyisiran (sweeping) tersebut kepada orang tua diwajib-kan untuk
mengirim anak-anak mereka ke jenjang pendidikan yang tersedia.
Perkembangan konkrit bidang pendidikan dapat dilihat dari meningkatnya
angka melek huruf dari 95,2% tahun 2003 menjadi 96,8% tahun 2004.
Sedangkan rata-rata lama sekolah meningkat dari 7,0 tahun 2003 menjadi
7,2 pada tahun 2004, sehingga terjadi peningkatan indeks pendidikan.
Secara jujur saya akui, masih banyak masalah pendidikan yang belum
terselesaikan, namun akan diatasi secara bertahap.
Upaya yang telah ditempuh dan terus dikembangkan di antaranya adalah
perluasan kesempatan belajar dengan mendekatkan sekolah kepada anak
melalui upaya pembangunan unit sekolah baru (USB), pengadaan ruang kelas
baru dan kelas jauh, serta pengembangan sekolah terbuka dan pendidikan
luar sekolah, pembebasan biaya bulanan (BP3) untuk siswa SD/MI dan SDLB
sebanyak 100.281 siswa, memberikan subsidi dana sumbangan pendidikan
(DSP) untuk siswa baru SMP/MTS dari keluarga tidak mampu sebanyak 4.345
siswa.
Dalam bidang agama secara umum berjalan baik. Kerukunan hidup beragama
cukup terpelihara. Sarana dan prsarana agama bertambah. Swadaya
masyarakat meningkat di dalam pembangunan lembaga pendidikan keagamaan.
Ini bisa dilihat dari pemberian honor kepada warois dan guru mengaji.
Tahun 2004, Purwakarta memiliki 579 sekolah: dari tingkat SD sampai
SLTA, baik negeri maupun swasta. Jumlah murid 144.133 orang. Rasio murid
terhadap guru pada tingkat SD: 28:1, meningkat dari rasio tahun 2003:
22:1. Kemudian rasio murid dan guru pada tingkat SLTP: 23:1, SMU: 20:1,
dan SMK: 15:1. Jumlah sekolah meningkat tetapi belum disertai
peningkatan jumlah guru.
Purwakarta juga memiliki sekolah lanjutan atas tertua dan terbesar
kelima di Jawa Barat, yaitu SMAN I yang dipimpin oleh Kepala Sekolah
Dra. Hj. lis Sri Sugiharti. SMA tersebut memiliki predikat sekolah
internasional. Sekolah tersebut memiliki komitmen sebagai fasilitator,
dinamisator dan motivator di dalam pencetakan SDM yang andal. Mereka
siap memasuki jenjang akademis atau pasar kerja. Para anak didik
dipersiapkan untuk meraih kemampuan tingkat nasional dan internasional.
Pada tingkat internasional, SMAN I mengirim wakil-wakil ke Olympiade
Fisika dan Matematika. Ada juga yang terpilih untuk program pertukaran
pelajar selama setahun di Belgia. ►mti/bs-sh
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|