| |
C © updated 20072006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/bs |
|
| |
BIODATA:
Nama:
Drs H Lily Hambali Hasan, MSi
Jabatan:
Bupati Purwakarta Periode 2003 – 2008
Lahir:
Padeglang, 5 Mei 1950
Agama:
Islam
Pendidikan Terakhir:
Sarjana Strata-2(S2) Magister Ilmu Pemerintahan STIAMI Jakarta
Alamat Kantor:
Jl. Gandanegara No. 25 Purwakarta 41112, Telp. 0264-200435, Fax.
0264-200064
Alamat Rumah:
Jl. Gandanegara No. 27 Purwakarta 41112, Telp. 0264-203414
E-Mail:
bupati@purwakarta.go.id
|
|
| |
|
|
|
|
| MAJALAH TI - 30 |
|
|
 |
TOKOH UTAMA:
01
02
03
04
05
06
07
08 =
WAWANCARA = TOKOH
PILIHAN: 01
02 = DEPTHNEWS:
01
02
= PERSPEKTIF:
01
02 = PARIWISATA =
POTENSI =
LEGISLATIF =
KAPUR SIRIH =
SURAT =
PARIWISATA:
Purwakarta Menuju Pusat Wisata Bukan hanya mimpi
bilamana suatu saat daerah Purwakarta menjadi pusat wisata di Jawa
Barat. Letaknya yang berdekatan dengan Jakarta dan Bandung, apalagi
setelah berfungsinya jalan tol Cipularang, menempatkan Purwakarta
sebagai pusat persinggahan dan kawasan peristirahatan (resort area) yang
menarik sekedar menyepi dari kebisingan kota Jakarta dan Bandung.
Purwakarta bisa menjadi alternatif bagi kawasan Puncak. Dari Jakarta,
Purwakarta bisa dijangkau satu jam lewat jalan tol Cikampek. Lebih dari
itu, di Purwakarta ada pesona wisata yang sangat indah, yaitu Danau
Jatiluhur dan Danau Cirata.
Kabupaten Purwakarta telah memiliki Peraturan Daerah (No.8/1991) tentang
Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Wisata Jatiluhur. Kawasan ini belum
berkembang dengan baik, antara lain karena kendala jalan tembus. Wilayah
Jabotabek, merupakan pasar wisata yang potensial bagi obyek wisata
Jatiluhur, karena jaraknya relatif dekat dan waktu tempuhnya hanya
sekitar 2 jam. Namun untuk menuju objek wisata ini hanya ada satu jalan,
yaitu melalui Cilegong. Sedangkan jarak yang lebih dekat, melalui Desa
Pangkalan di Kabupaten Karawang, belum dibangun jalan tembus menuju
Jatiluhur.
Peluang investasi untuk mengembangkan obyek-obyek wisata masih terbuka
luas, misalnya untuk kawasan Wisata Jatiluhur. Ke depan Jatiluhur akan
menjadi Kawasan Wisata yang eksklusif, penuh dengan sarana pariwisata
yang memadai. Sudah ada cetak biru program pengembangan wisata
Jatiluhur. Pemkab mengundang pihak investor swasta untuk ikut membangun
dan mengelola sarana wisata di Jatiluhur, antara lain fasilitas:
lapangan golf, marina, pondok remaja, arena pemancingan dan permainan,
hotel dan restauran terapung, pusat kerajinan, desa wisata, rekreasi air
dan kolam renang, water park resort dan grass track.
Pusat Wisata dan Olahraga Air
Waduk Jatiluhur Waduk terbesar di Indonesia, menjadi Pusat Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA), juga yang terbesar dan terhebat di seluruh
tanah air. Terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, atau
sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Purwakarta. Panorama danau seluas
8.300 hektar, menampung tidak kurang tiga miliar meter kubik air Sungai
Citarum.
Dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki
banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar
dan restauran, lapangan tenis, bilyar, perkemahan, kolam renang, ruang
pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas
lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air, misalnya mendayung, selancar
angin, kapal pesiar, ski air dan boating. Waduk Jatiluhur dapat
dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Ciluenyi),
keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.
Di perairan danau Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba
jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau
dalam keheningan malam pengunjung dapat memancing penuh ketenangan
sambil menikmati ikan bakar.
Dikawasan ini pula dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh
PT Indosat, lebih kurang tujuh kilometer dari pusat Kota Purwakarta,
sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan
antara lain international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card
(ICC), international direct.
Waduk Jatiluhur dapat dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi
(Purwakarta-Bandung-Ciluenyi), keluar di Gerbang Tol Jatiluhur. Grama
Tirta Jatiluhur, letaknya strategis, mudah dicapai dengan perjalanan
sejauh 120 kilometer dari Jakarta, dan 70 kilometer dari Bandung. Berada
di lereng bukit danau wisata Jatiluhur seluas 83 kilometer per segi
dengan keindahan alam yang berpadu dengan barisan pegunungan benar-benar
merupakan pilihan yang nyaman.
Grama Tirta Jatiluhur merupakan tempat yang menyenangkan untuk berwisata
dan melakukan berbagai aktivitas olahraga di alam terbuka. Di situ juga
tersedia hotel dengan kapasitas 24 kamar, bar, restoran dan ruang
pertemuan. Cottages dan bungalow sebanyak 75 kamar dilengkapi dengan AC.
Wisata alam bisa dilakukan dengan berjalan-jalan di alam hijau yang
masih dialiri Sungai Citarum yang jernih sambil menghirup udara segar,
juga mendengarkan kicau burung.
Cirata: Kawasan wisata Danau Cirata dan lahan Cirata tersebar luas di
tiga Kabupaten, yaitu Purwakarta, Cianjur dan Bandung. Panorama air dan
darat sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat wisata alam.
Lahan darat yang bisa dikembangkan, meliputi lahan surutan lebih kurang
270 ha dan lahan darat 330 ha. Di samping untuk wisata, kawasan tersebut
masih terbuka untuk pengembangan potensi argobisnis.
Danau Cirata menyimpan pesona wisata, selain berfungsi sebagai Pusat
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Danau seluas 62 kilometer per segi
itu terletak 220 meter di atas permukaan laut, dikelilingi oleh
bukit-bukit. Cirata bisa dijangkau dengan berkendaraan (mobil) selama 40
menit dari kota Purwakarta, dengan jarak tempuh 15 kilometer. Di tengah
perjalanan nda bisa menikmati makanan khas Purwakarta, peuyeum Bendul.
Tak jauh dari pusat jajan tersebut, juga ada sentra industri keramik
Plered. Sebuah perjalanan yang nyaman sembari menikmati indahnya
panorama.
Daya tarik Cirata lainnya, delapan turbin dan gedung sentral (Power
House) empat lantai berada di terowongan bawah tanah, dikendalikan dari
ruang kontrol switchyard, yang berjarak lebih kurang dua kilometer.
Danau tersebut juga sangat potensial untuk pengembangan budidaya ikat
darat. Di situ ada 27.906 petak kolam jaring apung (KJA), berlokasi di
Kecamatan Maniis, 17 kilometer dari kota Purwakarta.
Situ Wanayasa: Situ ini terletak 23 kilometer dari kota Purwakarta,
menyatu dengan alam pegunungan Burangrang yang berudara sejuk. Luas situ
ini lebih kurang tujuh hektar sehingga cocok untuk Desa Wisata dan pusat
wisata. Sekitar 8 kilometer dari Situ Wanayasa terdapat sumber air panas
Ciracas. Di sini bisa dibangun berbagai fasilitas wisata, seperti hotel,
bungalow dan kolam renang. Tak jauh dari sumber air panas terdapat air
terjun Curug Cipurut, bisa untuk hiking (pendakian) dan camping ground
(kemah). Letaknya hanya lebih kurang tiga kilometer dari Wanayasa.
Situ Buleud: Situ “Bundar” Buleud seluas 4 hektar terletak di pusat kota
Purwakarta berlatar belakang gedung kuno, eks kantor Karesidenan. Situ
ini, dulunya tempat mandi badak-badak, karena daerah Purwakarta masih
berupa kawasan hutan belantara. Pemerintah Belanda menjadikannya sebagai
tempat peristirahatan. Situ Buleud dibangun jadi taman kota tahun 1830
oleh R.A. Suriawinata, pendiri kota Purwakarta. Situ sedang direnovasi
untuk dijadikan paru-paru kota dan pusat rekreasi.
Para wisatawan juga bisa menikmati berbagai peninggalan bersejarah,
atraksi kesenian daerah, barang-barang sovenir dan makanan khas daerah
di kota Purwakarta. Selain itu masih ada obyek-obyek wisata lain,
seperti obyek wisata ziarah: Makam Mama Sempur, Makam Baing Yusuf dan
Makam Dalem Salawat. r mti/bs-sh ►mti/bs-sh-mlp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|