| |
C © updated 08102007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
BIODATA
Nama:
Lilis Suryani
Lahir:
Jakarta, 22 Agustus 1948
Meninggal:
Jakarta, 7 Oktober 2007
Profesi:
Penyanyi dan Pencipta Lagu
Golden Hits Memory:
1. gang kelinci
2. hari ulang tahun
3. lenggang kangkung
4. seringgit dua kupang
5. tasmasya ke tawangmangu
6. asmara
7. kisah cinta
8. curahan hati
9. suling bambu
10.air mata
11.tandak sambas
12.dayung palembang
13.cing tulungan
14.baju loreng
15.aseng macan glodok
16.terbang lalat
17.pantun jenaka
18.tepuk tangan
19.kisah ali baba
20.gadis sakura
21.alun-alun
22.jango
23.hantu
24.ratapan sang bayi
25.tinggal menungu waktu
26.minggu lalu
27.dusunku
28.Teringat kampung halaman
Alamat Rumah Keluarga:
Jalan Haji Namam, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
|
|
| |
|
|
|
|
| LILIS SURYANI HOME |
|
|
 |
Lilis Suryani (1948-2007) Penyanyi dari Gang Kelinci
Lilis Suryani, pelantun lagu Gang Kelinci yang amat populer era 1960-an,
meninggal dunia, Minggu 7 Oktober 2007 pukul 21.30 di rumahnya di Jalan
Haji Namam, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Penyanyi kelahiran Jakarta, 22
Agustus 1948, itu meninggal akibat penyakit kanker rahim yang
dideritanya empat tahun.
Pemakamannya diurus oleh Pemprov DKI Jakarta Senin 8/10 di Taman
Pemakaman Umum Pondok Kelapa. Lilis meninggalkan seorang suami, tiga
anak, dan tujuh cucu.
Lilis Suryani memulai karier sebagai penyanyi saat masih berusia 15
tahun pada 1963. Lagu Gang Kelinci karya Titiek Puspa melambungkan
namanya sontak terkenal. Lagu itu berkumandang di rumah gedung sampai
lorong-lorong kampung serta digemari anak-anak hingga orang dewasa.
Lilis adalah seorang penyanyi yang sempurna. Selain penyanyi dia juga
pencipta lagu. Dia telah menciptakan 50 lagu antara lain Tiga Malam,
Hadiah Ulang Tahun dan Hesty selama lebih dari 40 tahun kariernya di
dunia tarik suara. Termasuk lagu yang diciptakan khusus untuk Presisden
Soekarno berjudul Paduka yang Mulia dan Muhibah. Dia memang seorang
artis yang dikenal dekat dengan Presiden Pertama RI itu. Soekarno.
Gang Kelinci
Inilah sepenggal lirik lagu Gang Kelinci yang memomulerkan nama Lilis
Suryani:
"Jakarta kotaku indah dan megah/ Di situlah aku dilahirkan/ Rumahku di
salah satu gang, namanya Gang Kelinci...."
Lagu itu membuatnya menjadi amat populer sebagai
penyanyi yang lahir di lorong-lorong kehidupan rakyat dari semua
golongan, kaya-miskin, kota-desa.
Titiek Puspa sebagai pencipta lagu Gang Kelinci itu menuturkan bagaimana
proses penciptaan lagu itu. Suatu hari (1963) Lilis Suryani yang masih
berusia 15 tahun datang menemui Titiek Puspa di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.
Gadis bertubuh mungil yang belum dikenal oleh Titiek itu meminta tolong
bikinkan lagu untuk dinyanyikannya.
Lilis dengan sabar seharian menunggui berharap Titiek membuat lagu,
tetapi belum juga dibuatkan.
Akhirnya hati Titiek terketuk melihat kegigihan gadis mungil itu. Lalu
ketika hari telah
menjelang sore, Titiek mengantarkan Lilis pulang ke rumahnya di
Gang Kelinci, Pasar Baru dengan naik becak.
Sesampai di Gang Kelinci, Titiek melihat rumah itu uyek-uyekan, amat padat, anak-anak pating kruntel, berjubelan.
Selokannya pun bau. Kondisi Gang Kelinci itu melahirkan inspirasi
bagi Titiek. Ketika naik becak
pulang, muncul ide menulis lagu berjudul Gang Kelinci. Sesampai di rumah,
Titiek segera menulis, dan jadilah Gang Kelinci.
Lagu Gang Kelinci direkam dan amat populer bertahun-tahun. Ia menjadi lagu rakyat
yang digemari dan dinyanyikan di seantero negeri, mulai dari rakyat di
gang-gang sampai pemimpin bangsa di Istana.
Menyanyi di Istana
Lilis sudah mulai bernyanyi sejak
kelas VI sekolah rakyat di Gang Topekong, Kota, Jakarta. Pada usia 14 tahun
saat bersekolah di Sekolah Kepandaian Putri Budi Utomo, Lilis telah
didaulat
bernyanyi di Istana Negara. Saat itulah Lilis pertama kali dikenal oleh Bung Karno.
Kendati saat itu Lilis masih malu-malu dan duduk memojok karena masih
malu dan
takut.
Saat giliran Lilis menyanyi Bung Karno menghampiri sambil bertanya:
’Mana yang nyanyi Tjai Kopi?’ (Tjai Kopi sebuah lagu pop berlirik bahasa Sunda gubahan Lilis.
Lagu itu rupanya digemari Bung Karno. Padahal Tjai Kopi
sebenarnya tidak masuk lagu yang harus dinyanyikan pada saat itu. Tetapi
karena Bung Karno,
meminta maka Lilis menyanyikannya). Kala itu Lilis sempat sejenak gemetar ketakutan.
Namun dia juga bangga karena Bung Karno menunggui sampai Lilis selesai
menyanyi. ►
ti/tsl (Dari berbagai sumber, di antaranya Frans Sartono, Kompas
9 Oktober 2007)
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|