| |
C © updated 18062004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dok |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE, SP
Lahir:
Porsea, 12 September 1941
Pendidikan Formal:
- Strata 1 IKIP – Medan – Ek. Perusahaan, Sosial, 1970
- Strata 1 STIE – IBEK Jakarta – Akuntansi, 1994
- Strata 2 STIE – IBEK Jakarta – Keuangan, Program MM, 1996
- Strata 3 Univ. Persada Indonesia YAI, Pasca Sarjana, 2004
Faktor Penunjang Dalam Negeri
1. Manggala Nasional, tahun 1986
2. Lulusan Lemhannas KRA XXIII, tahun 1990
Faktor Penunjang Luar Negeri
1. Doctor in Humane Letters, Ottawa University, Kansas, AS (1986)
2. Doctor of Accounting, Legalisasi–Pittsburg State University, Kansas
(1989)
3. Visiting Professor, Pittsburg State University, (1989)
(Semua Faktor Penunjang ini Dikti tidak dapat melegalisasi sebab gelar
ini digondol tidak berdasarkan Ijin Belajar dan I–20)
Alamat :
Jl. Trimaran Indah I Blok J1 No.6, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,
Telepon: (021)-5884256
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI
=
01
02
03
04
05
06
07 =
Prof.
Dr. Laurence Adolf Manullang (02)
Top Eksekutif Keuangan Dunia (2)
Jalur Utama Akuntansi
Pada tanggal 12 Mei 2004 dia berhasil mempertahankan
disertasi yang berjudul “Analisis Efisiensi Pasar Modal Menggunakan
Multiple Event Sosial Polilik dan Ekonomis” dari Universitas Persada
Indonesia, untuk memperkaya Laurence dengan gelar Doktor yang ketiga, di
mana dua gelar Doktor sebelumnya digondol di dua Universitas ternama di
Amerika Serikat.
Bagi pemegang Ph.D di AS, diwajibkan mengambil cuti
minimal 6 bulan setiap 7 tahunan (Sabbath Leave) untuk mengadakan
penelitian agar kepakarannya tetap up to date, bilamana pemegang
Ph.D itu masih ingin memberikan kuliah di Perguruan Tinggi. Kali ini
Laurence langsung enrol pada program Doktor dan berhasil meneliti Pengaruh
51 Event Politik dan Ekonomi pada Saham BEJ dalam kurun waktu 1996 s/d
2003.
Doktor Ekonomi, minat Jalur Utama Akuntansi ini
merupakan suatu event membuktikan pria yang lahir dalam keadaan terbungkus
plasenta (nampak seperti dibungkus karung plastik) ini, walaupun sudah
tidak termasuk muda, tetapi masih menampakkan ketajaman ingatan, postur
tegap, gagah, berwibawa dan mampu melakukan agenda yang padat (itinerary
plan) sebagaimana kebiasaannya sebagai top eksekutif keuangan
perusahaan multinasional.
Memori daya ingatnya yang masih prima, ketajaman
nalar yang mampu memaparkan dan mengembangkan anatomi dan profil serta
dampak lingkungan strategis nasional dan global dengan cekatan masih
sangat mengagumkan.
Ramuan antar strategis dan intelligent dapat
menyuguhkan rumusan Strategis Advantage Profiles lengkap dengan
pembobotannya dan diback-up oleh indicator yang up to
date dan membumi merupakan karakteristik pemikir sekaligus si
Executor Laurence A. Manullang.
Dengan kemampuan membaca kinerja para eksekutif
perusahaan, lembaga yang dia pimpin oleh financial report (balance
sheet+profif and lost) dengan mengunakan pisau analisa
responsibility accounting, dia dapat mengadakan appraisal,
siapa eksekutif dalam lingkungan perusahaan atau lembaga itu yang
berprestasi dan siapa yang tidak menunjukkan performance yang
memuaskan.
Sebagai Doktor Ekonomi dalam Manajemen Akuntansi
suatu disiplin ilmu yang tidak banyak orang berhasil menggapainya,
nampaknya Laurence telah menempatkan diri (positioning himself)
dalam wadah yang khusus yang berkompetensi me-review, test, analysis,
mendiagnosa masalah ekonomi serta interlink-nya antar ekonomi
makro dan mikro, serta menyediakan remedy (obat) untuk menyembuhkan
penyakit yang diakibatkan masalah itu.
Debutnya yang dimulai dari Accounting Manajer,
kemudian Controller, Financial Director dan President Director
dari beberapa perusahaan PMA dan nasional selama bertahun-tahun telah
membuatnya menjadi bold dalam bidang apa pun yang dibicarakan.
Pendidikan dan Budaya
Laurence juga tidak lupa membaktikan
profesionalismenya di dalam negeri, dengan mendirikan satu lembaga
pendidikan tinggi yang dinamakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBEK (STIE
IBEK) menspesialisasikan diri dalam jalur minat Manajemen dan Akuntansi,
program S-1 dan S-2.
Sejak tahun 1994 STIE-IBEK yang dia dirikannya telah
memproduksi sekitar 1500 manajer-manajer muda, yang berpredikat S-1, dan
tak kurang 250 eksekutif senior berpredikat S-2 (Magister Management),
yang semuanya tidak ada yang menganggur malah telah menempati
director’s position dan manager di banyak perusahaan.
Laurence mendirikan STIE-IBEK itu, diatas 4 pillar
yang dia pelajari dari metode Socrates mendidik orang. Dia membangun
perguruan tinggi itu dengan visi handal dalam teori, terdepan dalam
aplikasi. Visi ini ditopang oleh 4 pillar yaitu a) Dosen yang
qualilified, seperti Socrates seorang dosen yang istimewa; b) Program
yang mapan dan berkembang; c) mahasiwa sebagai bibit unggul, seperti
Socrates berhasil merekrut Plato; dan d) Prasarana dengan A/C dan
lingkungan yang nyaman.
Pentingnya pendidikan itu, menurut Laurence, karena
pendidikan merupakan jalan pintas bagi kenaikan standar hidup yang lebih
baik bahkan menuju kemakmuran dan kemashuran yang tidak ada batas.
Pendidikan adalah benteng penangkal (deterrent) bagi kemunduran dan
kemerosotan akhlak dan kesejahteraan bangsa.
Menurutnya, proses pendidikan itu harus ditempuh
seutuhnya, bukan hanya bertujuan menggondol gelar, tetapi terpaut di
dalamnya menumbuhkembangkan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi
sesama. Sedangkan para pemilik gelar dengan katrolan, akan menjadi
algojo-algojo di lapangan sebagai anjing rabies yang menularkan penyakit
anjing gila di mata masyarakat.
Laurence juga mengekspresikan perhatiannya dalam
budaya. Dalam dunia secara global, paparnya, telah dikembangkan
intercultural approaches. Siapa yang mengerti budaya di mana orang itu
berpijak maka dia akan hidup dan sejahtera. (baca juga pandangannya
tentang Budaya dan Etos Kerja).
Budaya nasional itu terdiri dari budaya daerah, perlu
dilestarikan menjadi oneness (persatuan kuat) dan menghindari
keseragaman. Budaya itu akan kaya berkembang apabila seluruh budaya yang
ada dipelihara dan dikembangkan. Pemeliharaan budaya yang beraneka ragam
itu, dapat menghasilkan devisa negara bila ditangani secara baik. Budaya
dekat pada spiritual.
“Kita memiliki budaya yang kuat, dengan adanya Candi
Borobudur, apabila kita pelajari bagaimana pentingnya candi itu untuk
masyarakat pemeluk agama Budha dan Hindu, maka persiapan sembahyang akbar
dibangun menjadi menarik dan nyaman, sarana itu akan bisa menghasilkan
devisa yang sangat besar bagi negara,” ujar penerima penghargaan
penyerahan kunci kota Columbia dan Bone Country oleh Walikota Columbia,
Missouri dan Bupati Bone County dari pimpinan Dr. of Accounting for
Asian itu.
Dia pun menguraikan apa yang dilihat di Turki,
Istanbul. Cathedral tua di sana dipelihara, setiap minggu di pentas orkes
yang bernuansa religious, berhasil mendatangkan ribuan turis, padahal
Turki 99% adalah pemeluk agama Islam. “Sudah waktunya kita mengembangkan
check list dan membangun sentra pendatang devisa,” katanya.
Dia merasa yakin dan pasti berhasil bilamana jelas
arahan-arahan dan komitmen pemerintah. “Bukan mustahil hutang yang
meliliti kita dapat terbayar lunas dalam kurun waktu 3 tahun ini,”
tegasnya. Menurutnya, pemikir handal dan executor brillian seperti
Prof. DR. Imam Prayogo dan Dr. Tuty Surjani, SPd.Mh, perlu dilibatkan
dalam mewujudkan alur pikir ini.
Prof. Dr. Laurence Manullang kepada Tokoh
Indonesia DotCom, dengan rendah hati menyebutkan bahwa obsesinya sejak
dahulu tak muluk-muluk. Dia hanya ingin mewujudkan hidupnya menjadi berkat
kepada banyak orang. “Obsesi saya adalah untuk mewujudkan memberikan hidup
saya menjadi berkat kepada banyak orang,” ucapnya, dalam percakapan
berikutnya di kantornya STIE-IBEK, Jalan Mandala Utara V, Tomang, Jakarta.
Kampus ini adalah tempat dia selama lebih dari satu dekade terakhir
mendarmabaktikan kepakaran dan profesionalismenya.
Laurence Manullang yang terkenal di kalangan praktisi,
ilmuwan dan jasa konsultansi ekonomi dan keuangan sesungguhnya adalah
seorang anak desa biasa bahkan seorang yatim-piatu sejak usia kurang dari
delapan tahun. Sejak kanak-kanak dia bersama adik satu-satunya diasuh dan
dibesarkan oleh nenek yang sangat disayanginya dengan penuh perhatian dan
kasih sayang, ditambah Paman (tulang) atau saudara laki-laki ibunya.
Maklum, ayah dan ibu Laurence cepat meninggal dunia. (Baca juga:
Kisah Yatim-Piatu dari Narumonda)
Hidup dalam pengasuhan nenek dirasakan Laurence
justru sangat nikmat dan membahagiakan, terlebih dalam lingkungan kultur
suku Batak yang masih orisinil. “Nataboan na marompung daboa,
ha…ha…ha…” ucapnya dalam dialeg dan bahasa Batak yang kental sambil
tertawa lepas sebagaimana kebiasaannya.
Artinya, betapa bahagia dan nikmat hidup bersama
ompung. Adat Batak menggariskan posisi kakek/nenek (ompung)
dengan cucu adalah setara dan sejajar. Cucu adalah personifikasi ompung.
Laurence sebagai seorang bermarga Manullang yang
masuk dalam kelompok keturunan Si Raja Oloan. Si Raja Oloan adalah salah
satu kelompok marga Batak yang melahirkan marga-marga saudara sekandung
Naibaho, Sihotang, Bakara, Sinambela, Sihite dan si bungsu Simanullang. Di
kalangan tata pergaulan suku Batak Toba kelompok marga Si Raja Oloan
terkenal memiliki kesaktian, kharisma dan kekuatan yang antara lain muncul
dalam diri Raja Sisingamangaraja I hingga Raja Sisingamangaraja XII yang
menyandang marga Sinambela.
Dinasti Kerajaan Raja Sisingamangaraja adalah yang
paling disegani orang Batak walau dinasti ini harus berhenti pada generasi
Sisingamangaraja XII. Raja Sisingamangaraja XII yang kelahiran Bakara,
Tapanuli tahun 1849 dan dinobatkan menjadi raja di tahun 1867, adalah raja
yang terakhir kali setelah pahlawan nasional dengan nama asli Patuan Bosar
Ompu Pulo Batu Sinambela ini meninggal dunia di Sionom Hudon, Tapanuli,
pada 17 Juni 1907 dalam sebuah pertempur-an sengit melawan tentara
penjajah Belanda yang bersenjata lengkap.
Laurence kecil sudah merasakan adanya spirit, aroma
dan atmosfir kesaktian nenek moyangnya Raja Sisingamangaraja semenjak dia
untuk pertama kalinya di tahun 1952 diajak oleh sang nenek, menginjakkan
kaki di Bakara, tepian Danau Toba, Tapanuli, daerah asal-muasal Si Raja
Oloan.
Itu sebabnya walau kini dia bergelimang kepandaian
dan sikap bajik-bijak serta memiliki jaringan pergaulan luas di kalangan
pebisnis berskala internasional, dia hanya ingin mewujudkan rencana batin
memberikan hidup sepenuhnya menjadi berkat kepada banyak orang, bagi
bangsa dan negaranya. ►e-ti =>
Lanjut
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|