| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI
=
01
02
03
04
05
06
07 =
Prof.
Dr. Laurence Adolf Manullang (01)
Top Eksekutif Keuangan Dunia
Doktor ekonomi bidang manajemen akuntansi ini dikenal handal dalam
teori dan terdepan dalam aplikasi. Pendiri, pimpinan dan guru besar STIE
IBEK ini disegani sebagai seorang pemikir brilian dan top eksekutif
keuangan dunia yang handal. Mantan Vice President of IAFEI,
ini di mata para top eksekutif keuangan dunia, memiliki kompetensi dan
jaringan luas untuk mengelola keuangan dan badan usaha negara dalam
kapasitas decisive (menteri).
Pemikiran brilian dan fenomenal yang disampaikannya
dalam Kongres Sedunia IAFEI (International Association of Financial
Executive Institute) di Atlanta, AS (1979), telah menjadi penggerak
utama yang bergulir bagai bola salju, mengubah wajah paradigma eksekutif
keuangan di berbagai perusahaan berskala dunia. Dia adalah orang pertama
di dunia yang mempresentasikan terjadinya pergeseran paradigma peranan
eksekutif keuangan dari sekadar eksekutif biasa menjadi eksekutif inti.
Ketika itu, dalam forum Kongres Sedunia IAFEI di
Atlanta, AS (1979), itu dalam makalah berjudul The Changing Roles of
Controllers, dia mempresentasikan sekaligus menyosialisasikan
terjadinya pergeseran pradigma peranan eksekutif keuangan dari eksekutif
biasa menjadi eksekutif inti yang bukan hanya terlibat dan berperan
mendesain financial strategy, namun mempunyai andil besar secara
induktif merumuskan manajemen strategi dalam ruang lingkup lebih luas.
Presentasinya itu telah menjadi penggerak utama,
sebagai snow ball atau bola salju bergulir, meyakinkan berbagai
perusahaan berskala dunia bahwa peranan eksekutif keuangan tidak kalah
pentingnya dari peranan seorang presiden direktur. Semua lalu terkesima,
kagum dan tersadar dibuatnya. Usai itu, gengsi, gaji, kehormatan, martabat
hingga penghargaan atau reward terhadap eksekutif keuangan mulai
dihargai lebih tinggi dibandingkan eksekutif bidang lain.
Pemikiran yang brilian itu mengantarkan putera bangsa
kelahiran Porsea, Sumatera Utara 12 September 1941, yang sudah yatim-piatu
pada usia delapan tahun, ini terpilih menjadi Chairman of IAFEI for
Asean di kongres sedunia IAFEI di Atlanta saat itu (1979). Bahkan
dalam kongres sedunia IAFEI tahun berikutnya (1980) di Sydney, Australia,
dia terpilih secara aklamasi sebagai Vice President of IAFEI
(Wakil Presiden IAFEI). Sebelumnya (1978), dia sudah terpilih sebagai
Main Speaker dalam IAFEI World Congress di Buiness Airies,
Argentina.
Sejak itu, namanya nyaris melegenda khususnya dalam
kalangan eksekutif keuangan dunia. Undangan demi undangan membanjiri
Presiden Direktur PT IBEK Network (Business Inteligent Service) ini
untuk menjadi pembicara seminar di dalam dan luar negeri. Dalam manajemen
modern jika para manajer dihargai berdasarkan kinerjanya, you are paid
and awarded by performance, demikian pula terhadap Laurence. Karena
kepakaran, dia menjadi populer, baik di kalangan ekonom, akuntan,
financial expert di dalam negeri dan luar negeri.
Dia telah memimpin lebih 75 seminar dalam pelbagai
segmen dari MBO, IMF and World Bank Roles in Developing Countries,
Taxation, Capital Market dan Investment Opportunities. Juga
telah menghadiri paling sedikit 10 pertemuan internasional. Di samping itu,
dia sudah beberapa kali mengikuti kongres FIDIC, Asosiasi Konsultan
Internasional dan menjadi anggota delegasi Menteri Pekerjaan Umum
melakukan studi banding ke Bejing 1990.
Top eksekutif dunia yang memulai debutnya dari
accounting manajer, controller, financial director hingga
president director di beberapa perusahaan nasional dan multinasional,
ini sampai-sampai ditetapkan sebagai visiting proffesor dalam
bidang financial management di Pittsburg State University, salah
satu perguruan tinggi negeri bergengsi di negara bagian Kansas, AS. Di
universitas yang sama, dia pun dianugerahi Doctor of Accounting.
Makalah yang dia bawakan di Atlanta, bertajuk The
Changing Roles of Controllers, itu kemudian dikembangkan dan
dimanifestasikan menjadi Financial Management Suddenly Become Important
sebagai sebuah pidato pengukuhannya menjadi Guru Besar tamu (Visiting
Profesor) di Pittsburg State University, Kansas, Amerika Serikat itu.
Pidato dan pengukuhan guru besar yang berlangsung di
Bangkok, tahun 1989, itu dihadiri para petinggi Thailand antara lain
Secretary to His Majesty the King of Thailand, Secretary General of the
Association of ASEAN of Higher Learning, Dean of Chula Longkorn
University, Chairman of Institute of Technology, Rector Ramkhamhaeng
University, Commander in Chief Royal Thai Army, dan ratusan undangan
penting lainnya.
Sama seperti saat berpidato di Atlanta tahun 1979,
dalam pidato pengukuhan Guru Besarnya itu, Laurence Manullang mengajukan
aksiomanya tentang delapan tanggungjawab eksekutif keuangan, yakni sebagai
diagnotist, planner, controlling, directing, accounting information
system expert, financial executive, dan top management.
(Baca Tulisan dalam Boks: Aksioma 8 Tanggungjawab Eksekutif Keuangan).
Suatu hari, pada lebih satu dekade silam, sebuah
media di Jakarta mengisahkan tentang suatu perusahaan asing yang
menugaskan seorang staf yang kerjanya tiap hari hanya mengumpulkan berita
atau bahan apa saja mengenai Laurence A. Manullang. Tema seminarnya diburu.
Segala majalah dan koran setiap hari disortir. Asal ketemu artikel tulisan
Manullang atau berita presentasi dan wawancaranya, semuanya dikliping dan
difile apik.
Lalu seseorang menanyakan hal tersebut ke pimpinan
perusahaan itu, seorang expert warga AS: “Mengapa secara khusus
harus mengkliping artikel dan wawancara Manullang?” Pimpinan perusahaan
asing itu menjawab: “Analisis dan estimasi Mister Manullang setara dengan
mahaguru ekonomi dan moneter di negeri kami.” Dia memang seorang ekonom
dan pakar moneter berskala dunia.
Kompetensi dan Jaringan
Prediksi dan analisa tajam yang semuanya bernuansa
proaktif, membuat namanya selalu diperhitungkan, bukan saja oleh kalangan
perguruan tinggi dan dunia usaha tetapi juga oleh pemerintah dan beberapa
tokoh pemimpin dunia. Dia diyakini memiliki kompetensi, talenta, keahlian
dan kehandalan dalam bidang ekonomi dan keuangan.
Kompetensinya di bidang akuntansi dan keuangan
khususnya memprediksi kecenderungan arah perputaran keuangan global,
diakui brilian oleh kalangan ahli, top eksekutif keuangan dan para
pemimpin dunia, termasuk oleh mantan presiden dan presiden Amerika Serikat
Bill Clinton dan George W. Bush. Ia memang seorang yang senang membagi
pemikiran-pemikirannya yang brilian kepada para pemimpin di berbagai
belahan dunia. Sehingga tak heran bila suami dari Beffie Lanny Batubara,
SE, MM, ini memiliki sahabat dan jaringan yang luas di seluruh dunia.
Sebagai contoh, bagaimana Laurence bersahabat dengan
Bill Clinton, yang diawali dari kemurahannya berbagi gagasan, prediksi dan
analisa. Salah satu prediksinya, ketika Bill Clinton masih menjabat
Gubernur Arkansas, tahun 1979. Laurence mengajukan prediksi dan berkata
langsung kepada sahabatnya itu bahwa Gubernur yang baru berusia 32 tahun
saat itu suatu hari kelak akan terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Prediksi itu benar saja terbukti. Sebab 13 tahun
kemudian, tepatnya di tahun 1992, Bill Clinton yang bernama asli William
Jeferson Clinton dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan
George Bush. Lalu Laurence Manullang dan isteri menjadi tamu dari
Indonesia yang diundang Clinton menghadiri pelantikannya sekaligus
menghadiri Breakfast Meeting bersama para pembesar dan senator
Amerika di Washington DC, usai pelantikan.
“Saya merasa sangat terkagum bahwa saya mendapatkan
undangan dari dia untuk menghadiri Breakfast Meeting di Washington
DC. Bersama istri saya pergi ke sana, kami bersama-sama dengan wakilnya Al
Gore dan para pembesar Amerika. Dan di sana kami ditahan sampai lima hari
untuk di-routing makan malam di tempat-tempat kediaman para
senator, termasuk Bob Dole,” kata Laurence mengenang persahabatannya
dengan Bill Clinton.
Sedangkan George Walker Bush ketika itu belum sempat
dikenalnya. Namun ia telah bersahabat dengan John Bush, adik mantan
Presiden Amerika George Bush Sr, yang adalah paman George Walker Bush.
John Bush ketika itu terkenal sebagai seorang pengusaha real estate
terkemuka di Kansas.
Lalu setelah George Walker Bush terpilih jadi
Presiden AS, walau sebelumnya tidak saling kenal, dengan bermodalkan sikap
profesionalisme dan kemurahan membagi dan memprediksi arah kecenderungan
perputaran ekonomi keuangan global, Laurence Manullang akhirnya bersahabat
dan sering bertukar-pikiran secara intelektual dengan George W. Bush.
Sejak tahun 1997 hingga sekarang Laurence adalah President for
Indonesia dari sebuah institusi nirlaba internasional People to
People International yang menempatkan setiap Presiden AS sebagai Ketua
Kehormatan.
Semenjak Bill Clinton berkuasa hingga era George
Walker Bush, Laurence rajin membagi pengalaman dan memberikan analisa
serta prediksi ekonomi dan keuangan global kepada keduanya. Laurence
merasa bangga melakukannya sebab analisa dan prediksi sebagai masukan yang
diberikan itu diterima oleh kedua petinggi negara adidaya itu.
Hal itu terbukti dari kebijakan-kebijakan yang
dilontarkan kedua presiden yang sedikit banyak terasakan ada masukan dari
ide brilian seorang anak Desa Narumonda, Porsea, bernama Laurence
Manullang di dalamnya. Betukar-pikiran dan berbagi pengalaman tentang
analisa dan prediksi ekonomi keuangan adalah kesukaannya, termasuk
terhadap para koleganya di dalam negeri, tanpa membedakan golongan dan
kelompok.
Kompetensi dan pengalamannya sebagai top eksekutif
keuangan dunia telah membuatnya memiliki jaringan, khususnya dalam bidang
keuangan, yang luas di seluruh dunia. Sehingga banyak top eksekutif
keuangan dunia menilainya sangat berkompeten mengelola ekonomi dan
keuangan negara dalam kapasitas decisive (menteri).
Maka tak heran bila namanya telah terlalu sering
diisukan dan dinominasikan menjadi Calon Menteri Keuangan dan bahkan
merangkap Menko Ekuin, baik di masa kepemimpinan Soeharto maupun masa
kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Namun sejauh
ini masih selalu belum terwujud.
Hentikan Korupsi
Pada tahun 1988, konon nama Laurence Manullang pernah
masuk dan sudah berada langsung di tangan Presiden Soeharto untuk diangkat
sebagai Menteri Keuangan kabinet yang baru. Sehari sebelum berlangsung
pengumuman resmi susunan kabinet, nama Laurence masih beredar sebagai
calon terkuat. Namun ketika esoknya diumumkan, nama itu tiba-tiba
menghilang.
Penyebabnya, adalah karena sikapnya yang ingin
memberantas korupsi. Ketika itu, suatu tim khusus yang menyebut diri
bekerja atas suruhan Presiden Soeharto, meminta tanggapan secara tertulis
dari Laurence Manullang tentang sumber pendanaan negara. Laurence dengan
tegas menuliskan bahwa sumber pendanaan negara paling besar adalah dari
penghentian korupsi.
“Apabila 52% korupsi itu bisa di-cut menjadi
5%, maka 47% akan masuk ke tubuh pembangunan dan menggelindingkan
return yang bermuara pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” tulis
Laurence Manullang. Dia memulai analisanya itu dari pemberantasan KKN,
lalu menerapkan downsizing strategy atau strategi merampingkan diri.
Pantas saja, dia urung diangkat menjabat Menteri Keuangan. Namun Laurence
tak berkecil hati apalagi merasa kecewa. Sebab baginya, ladang pengabdian
terbentang luas di berbagai bidang.
Bukan asal bicara, Laurence mengatakan fundamental
ekonomi Indonesia keropos menjelang runtuhnya perekonomian Indonesia,
sedang Menteri Keuangan dan Gubernur BI mengatakan pada saat itu bahwa
fundamental ekonomi Indonesia tersebut kuat. “Bagaimana bisa dikatakan
kuat sedang kegiatan ekonomi dipegang oleh segelintir kecil orang,” kata
Laurence.
Laurence menyodorkan data. Coba dilihat dari 33.2
juta pelaku ekonomi pada tahun 1997 itu, hanya 0.6% (+ 2.000)
pelaku ekonomi menyumbangkan kontribusi 65% pada GNP, dan 32.8 juta pelaku
ekonomi (98.3%) menyumbang hanya 33.0% pada GNP. “Bagaimana komposisi
penopang ekonomi nasional seperti ini bisa disebut kuat,” tegasnya.
Apabila dirinci 2000 pelaku ekonomi di atas, ternyata
kelompok ini tidak lebih dari 150 taipan saja, sehingga ada masalah
dihadapi mereka seperti pertikaian antara menantu vs mertua, atau suami
istri maka kredit yang mereka pinjam tidak bisa dikembalikan, yang
bermuara pada keruntuhan ekonomi nasional.
Inilah yang dilihat oleh Manullang, sehingga perlu
dikembangkan perekonomian partisipatif secara luas di mana ekonomi negara
ini ditopang oleh minimal 80% oleh pelaku ekonomi rumah tangga, kecil,
informal dan menengah. Banyak ahli menyebut ini adalah ekonomi kerakyatan.
Juga pada saat Gus Dur mempertimbangkan Laurence
menjadi Menko Ekuin/Menteri Keuangan, dia tetap pada pendirian
menghentikan korupsi. Bahwa sentra-sentra biaya koruptif harus dihilangkan.
Saat itu dia menganjurkan agar BUMN dan Pengawasan/Audit dikembalikan pada
Departemen Keuangan, agar pengendalian keuangan berdasarkan performance
BUMN itu dapat secara sinkron dikendalikan.
Karena setiap pos yang baru dibuka, maka terbuka
pulalah sarang penyamun yang baru. (Baca juga pandangannya tentang BUMN
dan Pisau Analisa CONICS).
Gus Dur sangat mendukung gerakan anti korupsi, namun
sayang perseteruannya dengan DPR-RI makin memuncak yang mengakibatkan SI
MPR melengserkan Gus Dur tanggal 23 Juli 2001 dilanjutkan oleh Megawati
Soekarnoputri. Begitu juga ketika Megawati Soekarnoputri menjadi presiden
menggantikan KH Abdurrahman Wahid, nama Laurence masih disebut-sebut dalam
nominasi calon menteri keuangan.
Sumbangan pemikiran yang hendak Laurence berikan
kepada pemerintahan baru hasil Pemilu 2004 masih tetap sama berkisar pada
pemberantasan korupsi sebagai sumber pendanaan pembangunan, kemudian
ditambah mengembangkan check list dan membangun sentra-sentra
ekonomi baru pendatang devisa. “Bilamana jelas arahan-arahan dan komitmen
pemerintah, bukan mustahil hutang yang melilit kita dapat terbayar lunas
dalam waktu tiga tahun,” tegas Laurence.
Laurence mengungkapkan, jika dilihat dari indeks no
urut negara yang terkorup di Asia, menurut transparancy international,
Indonesia menempati urutan terkorup. Pohon dinilai dari buahnya.
Pendidikan di Indonesia membuahkan koruptor, sebab semua yang tertangkap
adalah orang yang menyandang gelar akademik, yang tidak bisa merasakan
bahwa perbuatan itu sangat merugikan perilaku seorang yang terdidik.
Lucunya, mereka-mereka tercatat sebagai orang yang
rajin melaksanakan peribadatan. Mereka rajin beribadat rajin juga korupsi.
Mereka mengatakan, “Beribadah itu adalah kewajiban dan korupsi itu
adalah mata pencaharian.”
Menyinggung, pada kedua kontestan Pemilu Presiden
putaran kedua, siapa pun yang akan didukung dan dipilih, Manullang
berpendapat, rakyat sudah pintar menentukan pilihannya yang diyakini akan
membawa bangsa ini kepada perubahan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan sikap tetap konsisten pada jalur pemberantasan
korupsi, namun tanpa bermaksud mempromosikan diri, dengan tegas Laurence
Manullang menyebutkan agar dalam Pemilu Presiden 2004 biarkan rakyat
mendukung pemimpin yang menetapkan tujuan pemberantasan korupsi sebagai
prioritas utama.
Dalam percakapan dengan Wartawan Tokoh Indonesia di
rumah kediamannya yang asri dan luas di Pantai Indah Kapuk, ditanya
mengenai kesediaannya menjadi anggota kabinet apabila presiden yang
terpilih memintanya ikut membantu, Laurence mengatakan: “Saya adalah orang
profesional, kalau memang jajaran anggota kabinet itu terdiri dari
sebagian besar orang-orang profesional, khususnya yang menangani
sektor-sektor yang menuntut profesionalisme, kenapa tidak. Siap untuk
mengabdi. Sebab pada saat saya mengikuti pendidikan KRA Lemhamnas XXIII
(1990) ada formulir yang ditandatangani oleh peserta sebagai komitmen siap
mengabdi untuk negara dan bangsa.”
Dia juga menjelaskan bahwa di dalam kepemimpinan dan
organisasi termasuk pemerintahan, agar berhasil, harus berlaku “the
same feather flock together”. Artinya, burung yang bulunya sama akan
terbang bersama-sama. Hal ini dikemukakan antara lain berkaitan dengan
upaya pemberantasan korupsi.
Kriteria bagaimanakah calon anggota kabinet yang
dibutuhkan agar peperangan korupsi itu dapat dikobarkan. Laurence menjawab,
Menteri Keuangan/BUMN/Audit, Menteri Kehakiman, Jaksa Agung, Menteri
Pertahanan, Kapolri dan Mendagri, harus memiliki tekad dan persepsi yang
sama bekerja sama memberantas korupsi.
Walaupun Presiden sebagai Panglima Tertinggi dalam
perang korupsi ini, sebaiknya Wakil Presiden diserahi tugas sebagai
Pelaksana Panglima Harian. Sementara mengenai alasannya kenapa BUMN/Audit
dikembalikan pada Departemen Keuangan, adalah agar penanggulangan korupsi
dan peningkatan kinerja serta akuntabilitas BUMN bisa dilaksanakan secara
intensif.
Pengakuan akan kepiawaian Laurence di bidang keuangan
dan ekonomi termasuk memberikan jasa konsultansi bidang ekonomi dan
keuangan belum berhenti di situ. Secara aktual, belum lama ini misalnya
mantan hakim agung Bismark Siregar menilai Laurence Manullang masih
memiliki kompetensi tinggi. Dalam sebuah kesempatan pertemuan, Bismark
mengatakan suatu ketika Laurence akan menjadi menteri keuangan.
“Laurence, di masa Pak Harto tidak jadi menteri,
tidak jadi pula di masa Gus Dur, namun kali ini dia harus jadi.” kata
Bismark Siregar penasehat salah satu pasangan kandidat presiden yang maju
ke putaran kedua pada 20 September 2004 nanti.
Namun Laurence tak terpengaruh dengan berbagai
nominasi itu. Dia tetap berkarya dan tidak pernah berhenti belajar. Dia
memang bukan tipe orang yang sangat ambisius dalam merebut suatu jabatan.
Dia seorang yang bersahaja dan profesional yang selalu siap mengabdi di
bidang apa pun yang bermanfaat bagi banyak orang. Maka, dia pun terus
belajar sekaligus membina generasi muda negeri ini menjadi calon eksekutif
muda yang mengkhususkan diri sebagai manajer dan akuntan. ►e-ti =>
Lanjut
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|