| |
C © updated 28102005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dok |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE, SP
Lahir:
Porsea, 12 September 1941
Alamat :
Jl. Trimaran Indah I Blok J1 No.6, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,
Telepon: (021)-5884256
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA & OPINI |
|
|
 |
BERITA =
01
02 03
04
05 06
07
08 =
Prof.Dr. Laurence Adolf Manullang (08)
STIE-IBEK Jadi Universitas Timbul Nusantara
Yayasan Institut Bisnis, Ekonomi dan Keuangan secara resmi telah
mengajukan permohonan kepada Dirjen Dikti tentang pemekaran STIE–IBEK
menjadi Universitas pada tanggal 18 Mei 2006. Permohonan tersebut
ditandatangani oleh Ketua Yaysan IBEK, Beffie L. Batubara, SE, MM,
tertanggal 15 Mei 2006. Rencana pemekaran ini menjadi Universitas
terdiri dari 11 fakultas dan 27 program.
Statuta, studi kelayakan, Rencana Induk Pengembangan selama 10 tahun,
dan Profil STIE – IBEK hasil kerja Panitia Pemekaran selama kurang lebih
1 (satu) tahun yang di ketuai Drs. M. Sitanggang, MBA dan
Sekretaris Dr. Ir. Agus M. Natasukarya, M.Sc resmi diantar dan
diterima Direktur Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan Dikti pagi hari
tanggal 18 Mei 2006.
Juga sehubungan dengan rencana fantastik ini, Tokoh Indonesia berhasil
menghubungi Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE yang menjadi
Rektor pertama Universitas Timbul Nusantara yang diperpendek dengan nama
UTIRA. Berikut petikan hasil wawancara Manullang dengan Tokoh Indonesia
(TI) sebagai berikut:
T. Mohon konfirmasi tentang pemekaran STIE – IBEK jadi Universitas
Timbul Nusantara (UTIRA) dan obsesi anda memekarkan STIE – IBEK jadi
Universitas.
J. Benar, rencana pemekaran didukung analisa opportunity dan tantangan
telah resmi di serahkan kepada Dikti tadi pagi oleh Ketua Panitia
Pemekaran dan Sekretarisnya. Proses ini sudah berlangsung dari tahun
lalu, dan secara resmi Ditjen Dikti c.q. Direktur Pembinaan Akademik &
Kemahasiswaan telah merespons dengan positif rencana dengan suratnya
tanggal 3 Januari 2006 didukung oleh 27 Studi Kelayakan setiap program
studi yang diajukan, Rencana Induk Pengembangan (RIP) 10 tahun, Statuta
UTIRA, Profil STIE – IBEK sebagai cikal bakal pemekaran. Obsesinya
adalah ingin mengembangkan pengabdian untuk segmentasi yang lebih luas
setelah menimba pengalaman mengelola STIE – IBEK selama 20 tahun.
T. UTIRA direncanakan terdiri 11 fakultas dengan 27 program studi,
apakah program-program studi itu tidak kejenuhan sebab program-program
serupa telah dikelola oleh Universitas yang sudah lama berdiri, tetapi
faktanya banyak menghasilkan lulusan yang menganggur? Apakah nanti
lulusan UTIRA tidak dikhawatirkan menambah limbah intelektualitas di
masyarakat.
J. New entrance dalam pendidikan tinggi yang tidak jelas visi dan
misinya, dengan didukung oleh road map yang jelas dan future oriented,
dan dibingkai oleh analisa lingkungan serta analisa trend kebutuhan
pasar yang tajam dan solid, selalu terbentur dan terjebak pada gap
kebutuhan dan penyediaan lulusannya.
Dalam hal ini UTIRA jelas landasan akademiknya yaitu dengan visi: Handal
dalam Teori, Terdepan dalam Applikasi, Kompetitif dalam Kualitas, Tinggi
dalam Integritas dan dengan Biaya yang Terjangkau.
Sesuatu ilmu tanpa penerapannya, maka pemilik ilmu itu akan kurang
penting pada pemakai akhir (end – user)
T. UTIRA akan membuka 11 fakultas dan 27 program, menurut pengalaman
dari pengelola pendidikan tinggi, ada minimal 8 program diantaranya yang
susah dipasarkan dan ternyata beberapa perguruan tinggi swasta bahkan
negeri yang menutup program ini karena peminat sangat kurang dan
hasilnya tidak bisa menghidupi diri sendiri. Misalnya, Arkeologi,
Fakultas MIPA, Biologi, Fisika, Kimia dan Matematika, Administrasi
Negara/Niaga, Hukum, Geologi.
J. Terserah pada pemahaman pengelolanya pada program-program studi itu.
Misalnya, Arkeologi - program ini adalah meliputi pengetahuan
kepurbakalaan. Banyak ilmu purbakala yang belum mengungkapkna tabir
rahasia treasury peradaban, peninggalan kerajaan Sriwijaya, Manjapahit,
dan kerajaan dulu sebelum bergabung membentuk Republik Indonesia, dll,
karena sangat terbatasnya ekspose program ini oleh cendikiawan
kepurbakalaan. Tentu saja ilmu ini akan lebih banyak melaksanakan
penelitian dalam dan luar negeri. Mungkin lebih banyak ke luar negeri
mencari identifikasi kekayaan Indonesia pada zaman dahulu, sebab banyak
sekali terbawa keluar neeri karena bangsa kita belum tahu menjaganya
pada waktu yang lalu dan karena kena rampas oleh penjajah. Kami sudah
melihat barang-barang purbakala Indonesia ada di Leiden, Jerman Barat
dan Manhattan, New York. Walaupun barang itu susah diminta kembali,
sedikit-dikitnya bisa diterbitkan buku hasil riset mengenai
barang-barang berharga itu untuk memperkaya perpustakaan nasional.
Fakultas MIPA, Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia akan lebih
difokuskan untuk penemuan-penemuan (invention). Memang tidak bisa
dipungkiri bahwa pengembangan ilmu-ilmu ini memerlukan cross subsidy
dari program yang sangat diminati oleh para mahasiswa. UTIRA
merencanakan hanya 30 orang mahasiswa disetiap program ini setiap awal
tahun akademik.
T. Program yang lain seperti Hukum, Administrasi Negara/Niaga,
Budidaya Air & Kelautan dan Perikanan dianggap disiplin ilmu yang jenuh,
sampai-sampai nampaknya para lulusannya tidak bekerja dalam disiplin
ilmu itu sendri, misalnya Sarjana Perikanan banyak menjadi wartawan,
Sarjana Hukum melimbah, makin banyak Sarjana Administrasi Negara/Niaga,
kelihatannya administrasi pemerintahan makin kacau tidak teratur dan
semrawut.
J. Kejadian yang disebutkan itu bukan salahnya ilmu tersebut. Hanya saja
waktu memaknai ilmu tersebut tidak dibarengi oleh applikasi yang
memadai/cukup, misalnya hukum pada saat ini peluang untuk berperan bagi
penyandang ilmu hukum makin besar, sebab tuntutan masyarakat atas
kepastian hukum di Indonesia makin meningkat. Banyaknya konspirasi yang
dimasukkan dalam U.U. menghasilkan UU koruptif juga merupakan suatu
tantangan bagi pemilik ilmu hukum itu meluruskannya. Demikian
administrasi negara nampaknya pelaksanaan applikatifnya ketinggalan
karena kebijakan kekuasaan mendominasinya dimana ilmu itu tidak mampu
menegakkan kenetralan ilmu itu sendiri.
T. Apakah nanti fakultas yang dianggap digemari oleh para mahasiswa
seperti fakultas Teknik, program Arsitektur, Sipil, Ilmu Komunikasi;
Komunikasi Bisnis dan Kehumasan, Fakultas Kesehatan
Masyarakat/Keperawatan, Ilmu Sastra/Kebudayaan; Bahasa Jepang, Inggris,
Fakultas Ekonomi, Perpajakan, Akuntansi, Manajemen, dan Pariwisata, Ilmu
Komputer, Manajemen Informatika, Real Estate, Perminyakan serta
Pertambangan bisa diandalkan memberikan cross subsidy pada program studi
yang dinilai akan berjalan dalam keadaan terseot-seot seperti dijelaskan
diatas.
J. Diharapkan demikian. Tapi itu tidak akan cukup. Yayasan harus mampu
mendapatkan sumber pendanaan dari yang lain, apakah sumbangan-sumbangan
pemerintah, dukungan alumni, para pengusaha, dan usaha yang lain yang
dapat dikembangkan pihak Yayasan, seperti mencari dulunya dari Bank.
Itulah gunanya feasibility study tiap program di susun.
T. Anda tadi belum menyentuh Geologi, yang dianggap masih belum
berpeluang besar untuk berkembang.
J. Seirama dengan kebutuhan nasional untuk non-migas seperti gas alam,
dll, maka Geologi ini bisa menjadi primadona untuk menggantikan minyak.
Hanya saja untuk memperkenalkan produk pendidikan ini harus juga
diterapkan dengan menggunakan pendekatan AIDA, yaitu Attention,
masyarakat banyak harus di rangsang untuk menaruh attention,
kemudian mereka akan Interest dan selanjutnya ingin memiliki Desire dan
akhirnya memutuskan membeli (Action).
T. Untuk merekrut dosen yang sangat banyak, apakah UTIRA mampu
mendapatkannya dari pasar yang SDMnya termasuk terlemah di dunia.
J. UTIRA telah berhasil menjaring dan menandatangani kesepakatan dengan
810 dosen-dosen untuk sama-sama committed berdasarkan kemitraan
mengelola semua program. Mereka dari 5000 peminat, telah berhasil
menetapkan 810 dosen tetap dan itu merupakan kabar yang sangat
menggembirakan, yang selebihnya adalah dosen luar biasa teridiri dari
pejabat pemerintah yang belum resmi pensiun dan eksekutif perusahaan
yang masih aktif.
T. Bagaimanakah partisipasi mahasiswa baru nantinya. Apakah UTIRA
akan memasang iklan besar-besaran mengingat ijin operational dari Dirjen
Dikti paling-paling bisa terbit bulan Agustus nanti, sedang perkuliahan
sudah dimulai bulan September.
J. Karena UTIRA adalah pemekaran STIE – IBEK, tentu minat ke STIE – IBEK
dapat dialihkan juga ke fakultas-fakultas, program studi yang lain dalam
Universitas sampai saat ini saja untuk calon yang pra-daftar saja sudah
terjaring 20600 calon lulusan SMA/SMK hanya berdasarkan mulut ke mulut
(mouth to mouth). Sangat menakjubkan, bahwa para peminat banyak berasal
dari Kalimantan Barat bekas daerah konflik, Bagan Siapi-api, Pekan Baru,
Lampung, Baramuli, Palembang, Makasar, Manado, Puntura Jadi, Cirebon dan
Jaarta sendiri. Padahal iklan belum dipasang di koran apapun. Untuk
program Akuntansi/Manajemen paling-paling dapat ditampung maksimal 2000
orang, selebihnya akan disarankan memilih program yang lain. Mengenai
ijin operasional kita harapkan terbit dalam bulan Juni 2006, sebab
permohonan itu sudah dilengkapi oleh dokumen yang disusun dengan mengacu
pada UU Pendidikan, SK Mendiknas, dan SK Dirjen Dikti yang berlaku.
Lagipula, Dirjen Dikti sangat committed mendorong inisiatif lembaga
pendidikan tinggi yang memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan
dirinya dengan integritas tinggi seperti dilakukan oleh STIE IBEK.
T. Menjadi program dan materi perkuliahan, apakah UTIRA dapat
mengembangkan kurikulum yang bisa mengembangkan setiap program studi
yang mampu memposisikan diri sangat di tertariki (desirable) dalam
masyarakat.
J. Tentu saja, maka dibentuk suatu lembaga Litbang di setiap fakultas,
dimana semua harus tahu mengakses perkembangan ilmu pengetahuan dalam
disiplin ilmu yang sama melalui internet juga akan meningkatkan
kemitraan dengan universitas luar negeri berupa pertukaran program,
dosen dan mahasiswa. Sekarang ini telah ditanda tangani MOU dengan
Informatics dan UTIRA/IBEK telah masuk dalam World Cyber
Networking untuk semua masyarakat global dapat mengakses.
T. Bagaimana mengenai sarana kampus, dan semua prasarana. Apakah
UTIRA akan bisa membangun sarana yang memadai dalam tempo singkat.
J. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Diatas 5.5 ha lahan yang
dibeli Yayasan terletak di Daan Mogot pembangunan 17 lantai bangunan
diatas 1 ha akan dibangun sebagai pembangunan fase pertama. Hanya saja
Pemda DKI harus dimintai ijin apakah dilokasi itu bisa dibangun bangunan
sampai 17 lantas, mengingat lokasi itu agak dekat ke airport.
Mengingat pembangunan itu memakan waktu, pembangunan “antara”
(in-between) telah direncanakan termasuk renovasi bangunan yang ada, dan
telah dibeli beberapa bangunan di jalan Makaliwe Raya, itu hanya untuk
sementara. Kalau kampus di Daan Mogot telah rampung, semua bangunan
komersial itu nanti akan dijual menunjang pendanaan pengembangan
universitas, dan semua kegiatan akademik akan dipusatkan di Daan Mogot.
T. Setelah UTIRA terwujud apakah lagi obsesi anda.
J. Karena salah satu program studi adalah program keperawatan, itu harus
ada Rumah Sakit milik sendiri, dan itulah nanti rencana berikutnya,
karena menumpang pada rumah sakit yang lain terus menerus mungkin tidak
efisien dan efektif selain itu akan didirikan Percetakan untuk mencetak
hasil penelitian akan dilakukan oleh setiap fakultas sesuai dengan
disiplin ilmu yang didalami dan ditekuni, tentu saja keberadaan fakultas
kedokteran nantinya akan menyusul.
T. Suatu proyek kemanusiaan raksasa dan ini hanya akan berhasil oleh
seorang pemimpi (dreamer) seperti anda.
J. Ya. Memang proyek besar dan kita yakin kalau semua masyarakat ikut
mendoakannya, proyek itu akan terwujud sebab Tuhan yang memberkatinya,
karena pendidikan adalah kepegangtangan peribadatan.
T. Apakah pimpinan Universitas Timbul Nusantara ini telah direkrut
secara lengkap?
J. Ya. Sudah. Yang telah menandatangani commitment adalah sbb:
Rektor : Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE
Wakil Rektor I : Dr. Ir. Agus M. Natasukarya, M.Sc
Wakil Rektor II : Leonard Sorimangaraja Manullang, MM, SE
Ass. Wakil Rektor II : Sahat Simanjutak, MBA
Wakil Rektor III : Dr. Mudjihandoko, MA
Wakil Rektor IV : Drs. M. Sitanggang, MBA
Direktur Pasca Sarjana : Dr. Johor Ritonga, MBA
Dekan Fakultas Ekonomi : Prof. Dr. Sofyan Harahap, M.Sc. Acc, Ak
Dekan Fakultas Hukum : Dr. Tommy Sihotang, LLM
Dekan Fakultas Ilmu
Administrasi : Dr. Gindo Sitorus, MM
Dekan Fakultas Sastra &
Ilmu Budaya : Dr. Maludin Sitorus, MM, MBA
Dekan Fakultas Ilmu
Komunikasi : Prof. Dr. Soelaiman Sukmalana, MM
Dekan Ilmu Komputer : Dr. Hamonangan Ritonga, M.Sc
Dekan Fakultas Kesehatan
Masyarakat : Sahat Siahaan, SN. M.Sc in Nursing
Dekan Fakultas MIPA : Dr. Sihar L. Tobing, MA
Dekan Fakultas Mineral
Energi : Dr. Ir. Iskandar Panjaitan, M.Sc
Dekan Fakultas Perikanan
& Kelautan : Ir. Raja Pasaribu, MM
Dekan Fakultas Teknik : Dr. Ir. Matius Yusuf, MM, MBA
Direktur Litbang : Dr. Togar Saragih, MM
Direktur Compliance : Dr. Gison Manullang
Demikianlah wawancara dengan Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE,
sebagai Rektor UTIRA untuk memperkaya informasi dalam citus yang
di establish dalam jaringan ini. Untuk lebih mengetahui lebih mendalam
mengenai Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, dapat di klik website
www.tokohindonesia.com
klik Laurence home. ►e-ti
=> Kembali
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|