| |
C © updated 09082005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dok |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof. Dr. Laurence A. Manullang, MM, SE, SP
Lahir:
Porsea, 12 September 1941
Alamat :
Jl. Trimaran Indah I Blok J1 No.6, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,
Telepon: (021)-5884256
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA & OPINI |
|
|
 |
BERITA =
01
02 03
04
05 06 =
WAWANCARA Dr. Laurence Adolf Manullang (05)
Reshuffel Kabinet Perlu
Ketua Umum Himpunan Institut Keuangan, Akuntansi dan Manajemen Dr.
Laurence A. Manullang, yang juga Ketua STIE–IBEK Program Pascasarjana
dan Strata I yang diminta tanggapannya seputar ekonomi Indonesia yang
mengalami kesulitan dan solusi pemerintah dalam pemecahannya mengatakan
perlu dilakukan reshuffel kabinet.
Pakar dan top eksekutif keuangan dunia yang baru saja kembali dari lawatannya di
Amerika Serikat, diwawancarai Tokoh Indonesia, Rabu 7/9/2005. Berikut
petikannya:
Menurut Anda, bagaimana posisi perekonomian Indonesia saat ini?
Posisi perekonomian Indonesia sedang mengalami turbelent. Dengan rupiah
melemah ketitik nilai tukar Rp. 11.000,00 per US$1, harga minyak naik
US$70 perbarrel, potensi inflasi membayangi, hutang luar negeri sangat
berat ($80 miliar), bunga dan cicilannya ditambah bencana alam yang
bertubi-tubi, memang Indonesia sedang mengalami ujian berat,
Mengatasi anjloknya rupiah, bagaimana Anda melihat 4 solusi yang
diformulasikan pemerintah?
Saya rasa itu solusi komprehensif, walaupun tidak disebut shock therapy.
Karena apabila Menteri Teknis peka memantau check list yang diemban
padanya, sebenarnya semua itu adalah masalah operational. Menteri itu
adalah manager yang peranannya sangat strategis. Menteri harus mampu
membagi waktu untuk melaksanakan rutinitas tanggung jawabnya, mencakup
mensetting up sasaran, memberdayakan potensi mencapai sasaran itu dan
mengelola ketidakpastian.
Menurut Anda, apakah managerial know how para Menteri belum sampai
pada fungsi sebagai pengelola ketidakpastian?
Belum, mereka itu baru mampu mengelola rutinitas. Pradigma, management
ini telah bergeser, disamping para manager mampu menggambarkan objective
dan road map operational yang diserahi padanya dia harus mampu
mengembangkan solusi pada masalah ketidakpastian, artinya wilayah
ketidakpastian itu harus diterobos.
Misalnya, apa menurut Anda?
Misalnya, kenaikan BBM $70 per US1. Saya rasa trend ini dapat dianalisa.
Irak dengan hanya 970 oil wells adalah penghasil minyak kedua, dibanding
dengan Saudi Arabia dengan 13770 oil wells menempati rangking pertama.
Irak sekarang lumpuh dan minyak mereka dikuasai oleh AS. AS sibuk
menimbun cadangan minyak. Semua bekas pertambangan yang sudah ditutup di
AS diisi dengan cadangan minyak. Cadangan minyak AS on shore di Alaska,
dan off shore di pantai barat tidak dikutik-kutik. Maksudnya, agar harga
minyak dituntun naik bahkan ke US$100/barrel memaksa semua negara di
dunia tunduk pada AS. Terbukti pada saat Gulf Mexico dihantam badai
katarina 78% dari seluruh fasilitas yang ada di kawasan itu pupus tapi
harga minyak di AS tidak mengalami kepanikan. Karena AS mengeluarkan
cadangannya. Melihat trend ini, Menteri kita harus sudah mendesign
diterrent economy (penangkal) dengan memberikan insentif pada perusahaan
minyak bagi hasil/oil explorer, untuk meningkatkan produksi minyak kita.
Juga dengan sungguh-sungguh menerapkan good governance ditubuh
Pertamina.
Menurut Anda, apakah sudah sepantasnya harga minyak di Indonesia harus
dinaikkan kembali?
Menurut hitungan angka-angka memang seharusnya dinaikkan. Di Indonesia
memang harga minyak masih relatif rendah. Coba bandingkan harga premium
saat ini Rp. 2400, minyak tanah Rp. 2200, dan minyak solar Rp.2100 per
liter dengan Bangladesh Rp.6600 (40 taka) setelah dinaikkan 17%
baru-baru ini, Ceko– Rp.12750, Jepang Rp.12300, Canada Rp.9525 per liter
untuk premium.
Dengan kenaikan harga minyak US$70/barrel sekarang ini subsidi minyak
kita meningkat dari Rp.76,5 trilliun menjadi Rp.136 trilliun.
Jadi, Anda setuju harga minyak itu dinaikkan segera?
Namun, pasar memiliki jiwa perilaku (market behaviour) kalau Pemerintah
terlalu memaksakan dari atas tidak tepat waktu dan percentase
kenaikannya, malah pasar akan menanggapi dengan bias dan bisa
menghasilkan akibat yang lebih fatal. Coba bayangkan, hasil kenaikan
kompensasi BBM bulan Maret 2005 yang lalu masih belum sampai ke tujuan.
Rakyat banyak bingung-bingung. Pemerintah selalu mempermainkan konsep
“akan”.
Telah dicanangkan bahwa 12824 desa diseluruh Indonesia yang akan
menerima Rp. 250 juta per desa, kenyataannya banyak desa yang belum
menerima padahal sudah 6 bulan kenaikan itu diberlakukan.
Juga program sektorium baru siap mendesign sasaran kompensasi subsidi
BBM – Rp. 10.2 triliun. Padahal rakyat menantikan aktualisasi bukan
mendengar retorika “akan”. Barangkali, para Menteri itu tidak menguasai
pekerjaan yang diserahkan pada mereka, yang mereka tahu adalah rapat,
dining, travelling dan tidak mampu menggerakkan tenaga expert di
departemennya masing-masing.
Tentu saja, kenaikan demi kenaikan harga BBM, kalau hasilnya tidak kena
sasaran pada waktunya bagaimana rakyat bisa menerima kenaikan
berikutnya. Rakyat akan melemah sedang negara bisa kuat bila rakyatnya
kuat.
Kalau begitu, Anda sependapat dengan SBY kalau kenaikan BBM diputuskan
setelah hasil subsidi BBM Maret yang lalu dinikmati rakyat lebih dulu?
Setuju. Harga BBM dinaikkan, tapi implementasinya, salurkan hasil
kompensasi subsidi BBM yang lalu ke sentra-sentra kemiskinan. Agar
kenaikan harga BBM cepat, percepatlah penyaluran kompensasi subsidi BBM
tersebut. Jangan berputar-putar keliling.
Bagaimana pendapat Anda tentang reshuffel kabinet khususnya tim ekonomi?
Seperti saya jelaskan tadi, pasar punya jiwa. Jiwa itu harus dibangunkan
dan disentak. Kalau anggota kabinet ini juga yang memproklamirkan
kebijakan baru, pasar tidak akan menanggapi dengan cepat. Tapi kalau
reshuffle dilaksanakan, apalagi tim ekonomi ini adalah sosok-sosok ahli
yang pasar tidak pernah perhitungkan sebelumnya, pasar akan shock. Shock
period pasar cukup beberapa jam saja, tidak perlu satu hari, disitulah
menu perbaikan dikumandangkan dan langsung disosialisasikan dengan
membumi. Jadi koordinasi perlu, sama halnya seperti strategi yang
dipakai tentara menduduki daerah invasi.
Jadi perlu di reshuffle.
Apakah Anda tidak melihat JK Wakil Presiden yang memimpin Golkar akan
tidak menerima keputusan presiden untuk mereshuffel kabinet sebagai
pemegang hak prerogatif menempatkan dan memberhentikan personal kabinet?
SBY & JK dari dulu selalu bekerja harmonis, saling mengisi, sejak mereka
berada di kabinet Megawati dan Gus Dur. Mereka sudah sangat tahu bahu
membahu mengatasi kemelut multidimensional. Tapi pada saat tertentu
seorang Panglima itu diharuskan menunjukkan leadershipnya dengan
mengambil alih tingkat komando dalam keadaan darurat. JK akan menerima
situasi tertentu. SBY telah membuka PO BOX 9949 dan sms 9949 dan telah
dihunjuk tim ahli menganalisa message itu berdasarkan itu SBY mengambil
sikap. SBY bukan pilihan partai lagi, SBY-JK pilihan rakyat. Jadi
walaupun Partai Demokrat hanya 7% menangkan Pemilu, tapi SBY-JK pilihan
rakyat. Biar SBY melaksanakan wish rakyat itulah.
Apakah menurut Anda perlu dipilih tim ekonomi yang satu aliran atau
mazhab?
Itu dulu, melancarkan kordinasi dan kerjasama, seperti Widjojoeconomics,
(Berkeley’s matzhab), UI matzhab, UGM, Keynes, Harvard, Chicago, dll.
Sekarang ini paradigma telah bergeser dari uniformity pada
multidimentional. Ekonomi tidak bisa terlepas dari lingstra global,
regional, national, dimana isu dan tantangan harus dihadapi dengan multi approaches dan strategi serta
on continuous planning/strategic
process and diagnosis yang implementable dan manageable serta
accountable. Jadi tim ekonomi ini sebaiknya jangan memposisikan diri
pada mazhab tertentu. Ekonomi ini luas memerlukan pemikiran dan solusi
yang akomodatif, inspiratif, kreatif, integratif, komprehensif, proaktif
serta sinergis, dan semua ini dapat dipetakan didalam pendekatan dan
kerangka manajerial management frame and concept and approaches yang
luas dan lentur.
Bagaimana pendapat Anda tentang tindak kejahatan yang dilakukan oleh
pemain valas ?
Itu keterlaluan, mereka menggoncang rupiah dengan transaksi US$100
milliar dollar waktu sangat pendek, tentu rupiah goncang-gancing dong.
Dulu tahun 1997/98, hanya US$4 miliar dipompakan Soros ke pasar
Indonesia selama 2 hari, langsung rupiah anjlok Rp.16.000, apalagi ini
US$100 miliar. Perlu ditindak semuanya pemain itu dengan hukuman
seberat-beratnya.
Apakah Anda bisa berkomentar mengenai hutang luar negeri yang berat
bunga dan cicilannya?
Hutang Indonesia $80 miliar itu, para diplomat keuangan kita harus
ditingkatkan keterampilan diplomasinya. Diusulkan, hutang itu jadi debt
swap atau written off sebagaimana Nigeria berhasil perlakukan. Kenapa
Indonesia yang terkenal pintar ngomong, tidak berhasil mengusahakan
cicilan/bunga itu dipompakan ke pasar akan berdampak besar sebagai
multiplier effector bagi ekonomi rakyat, yang pada gilirannya membuka
market pada para kreditor, tinggal bagaimana meyakinkan kreditor.
Apakah Anda melihat adanya pengalihan perhatian dari masalah
pemberantasan korupsi ke masalah rupiah dan mereshuffle kabinet itu?
Tidak. Pemberantasan korupsi ini jalan terus. Tapi jaringan partisipatif
infra struktur bagi KPK, dan Tipikor harus dibangun secara komprehensif
integralistik.
Anda baru kembali dari AS, mohon kesediaan Anda menyentuh sedikit RUU AS
2601 mengenai Papua.
Isu itu merupakan dorman problem kita kalau masalah ini tidak ditangani
dengan bijak. Resolusi 2601 tertanggal 22 Juli 2005 itu, untuk
diundangkan agar Papua diperlakukan secara khusus kalau tidak pisah dari
NKRI, dengan 315 setuju, 78 tidak setuju merupakan resiko potensial yang
sangat rawan. Kita harus tahu Presiden AS harus melaksanakan UU,
walaupun secara pribadi erat hubungannya dengan individu negara manapun.
Konstitusi AS mengijinkan Presiden mengambil tindakan kepada negara
manapun yang melakukan pelanggaran HAM, peraturan global termasuk
menawan kepala negaranya seperti Ortega dari Panama, Saddam Husein dari
Irak, Marcos dari Phillipines. Jangan pAndang enteng akan soal RUU ini.
Bagaimana Anda melihat dampak Hurricane Katarina di AS?
AS negara superpower nampaknya tidak berdaya melawan murka Allah. Mereka
sekarang membuka pintu untuk siapa saja atau negara mengirim bantuannya,
Indonesia berencana mengirimkan 40 dokter sebagai bantuan. AS
sedikit-dikitnya sadar bahwa ada yang lebih berkuasa dari mereka yaitu
ALLAH.
AS telah membantu kita masalah tsunami, biar kita ikut juga bantu AS.
New Orleans yang tenggelam sangat mengenaskan. Disamping 40 dokter yang
akan kita kirim dihimbau diberikan juga uang atau obat-obatan ke Red
Cross mereka, bantuan dana US$ 25.000 dari Bangladesh, AS sangat
menghargainya.
Kalau dikirim US$ 20 juta dollar dari Indonesia kepada mereka akan
tertolong. Dari mana uang itu suruh Caltex mengirimkan dana tersebut
atas nama Indonesia biar dipotong dari porsi mereka dimasa yang datang
sebagai kontraktor bagi hasil (production sharing contractor). ►e-ti
=>
Lanjut
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|