| BERITA & OPINI |
|
|
 |
BERITA =
01
02 03
04
05 06 =
Prof.Dr. Laurence Adolf Manullang (03)
Dreaming 55-73% for SBY-JK
Laurence A. Manullang yang telah terbiasa dreaming (memimpi)
sejak kecil tebakannya selalu mendekati kebenaran. Seorang sesepuh yang
mengenal Laurence sejak kecil mengatakan bahwa beliau kenal Laurence sudah
menjadi tempat bertanya, misalnya Ibu-ibu yang sedang hamil minta
advice Laurence menebak apakah anak yang dikandungnya itu lelaki atau
perempuan, tebakannya selalu tepat.
Apabila tebakannya laki-laki, Ibu itu
bukan main senang hatinya sebab di masyarakat Batak, ibu yang melahirkan
anak laki-laki diperlakukan istimewa oleh keluarga.
Bakat tebak-tebakan itu masih berlangsung, apabila Laurence melihat
seorang ibu hamil, langsung dia mengatakan, yang dikandungnya itu lelaki
atau perempuan. Pernah Dr. Ridwan Pane seorang koleganya menuturkan pernah
diajak ke supermal, mereka melihat seorang ibu hamil, Manullang
menghampiri dan mengucapkan selamat, karena bayi yang dikandung ibu lelaki.
Memang benar Pak, baru kemarin kami ke dokter tes USG, ternyata anak kami
ini laki-laki. Semua ketawa. Ilmu itu tidak bisa di transfer pada orang
lain.
Tapi menurut pengakuan Laurence, ilmu itu sudah tidak begitu ampuh
lagi sebab telah terkontaminasi oleh ilmu pengetahuan dan pengaruh
lingkungan. Namun khusus untuk SBY - JK, dia sejak dulu telah membuat
tebakan. Dikatakan berdasarkan tebakan, karena tidak menggunakan uji
hipotesa, dan uji sampling apakah melalui regressi single
atau multivariat dan two-tail test. Tapi melalui alat indera
keenam dan visionary catch - up. Inilah wawancara TI dengan
Laurence:
T: Sebelum SBY - JK resmi mencalonkan diri jadi Presiden dan Wapres,
anda telah mengirim surat pada SBY tepatnya tanggal 7 Mei 2004,
dialamatkan kepada SBY, Presiden RI ke 6
J: Memang benar. Tidak sepenuhnya alat indera ke 6, tetapi juga
dengan analisa. Saya katakan waktu itu mereka akan mendapat suara 40%
pada putaran I, kalau semua penduduk (150 juta yang berhak memilih)
melaksanakan hak pilihnya alias tidak ada golput.
T: Apa dasarnya.
J: Karena penduduk Indonesia ingin perubahan dan sama dengan
masyarakat global di negara lain. Situasi, gaya hidup di negara-negara
lain kan sudah bisa di akses melalui internet dan TV. Mereka selalu
membanding-bandingkan dengan di Indonesia. Untuk mengejar positioning
kesamaan itu masyarakat ingin dipimpin oleh Presiden yang kompeten
untuk itu.
T: Menurut anda, berapa suara-suara yang akan diraih untuk SBY - JK.
J: Minimum 55.41%, maximum 73.41%.
T: Bagaimana anda sampai kepada angka itu, apakah anda memakai metoda
statistik untuk mengadakan quick count.
J: Tidak. Sebab quick count berdasarkan sampling
populasi, dan yang diukur setelah terjadi. Jadi quick count hanya
bisa dilaksanakan paling cepat tanggal 22 September 2004. Quick count
hanya dapat menunjukkan output yang baik apabila tidak ada
kecurangan di TPS sedangkan analisa berdasarkan tebakan ini sebelum
terjadi (17 September 2004).
T: Kalau begitu, atas dasar apa anda mendapatkan angka ini.
J: Memang dipakai juga asumsi sih. Asumsi ini berdasarkan pengamatan
dilapangan berkomunikasi dengan grass root.
Angka ini saya kalkulasi berdasarkan asumsi sbb:
- Demokrat - 90% dari 7.5% 6.75%
- NU - 6% dari 30% (populasi NU yang berhak memilih) 18%
- Muhammadiyah - 50% dari 15% (populasi yang berhak memilih) 7.5%
- Golkar - menyebrang - 32% (populasi yang berhak memilih) 7.36%
- PPP - 50% dari 11% 5.5%
- PDS - 30% dari 4% 1.2%
- PDI - 7% dari 21% 1.4%
- PKS - 80% dari 7.5% 6.0%
- PBB - 60% dari 4.5% 2.7%
- Partai Edi Sudrajat 80% of 2.5 2%
Net generation club, berumur 18 s/d 29 tahun termasuk Luar negeri yang akses ke internet, chatting fun club, www.indonesianfamous.com,
www.tokohindonesia.com,
www.e-ti.com 14%
- Tk jamu/bakul ladies anak buahnya Ibu Mooryati S 1%
Maximum 73.41%
Minimum (734 - 18% bila NU golput sebab
Ketua Dewan Suronya akan jadi golput) 55.41%
Walaupun komposisinya berubah disana sini namun persentase akhir
tidak jauh dari angka itu.
T: Apa yang membuat anda yakin, presentase ini akan dicapai.
J: Masyarakat sudah dapat langsung menilai kedua pasangan itu, dari
visi, misi dan konsistennya, serta commitment. Disamping itu SBY
- JK sangat membuka tangan untuk relawan-relawan, transparan, cerdas
serta cekatan, rendah hati, hormat pada orangtua, dan selalu memulai
usahanya dengan doa, dan bukan hanya mengharapkan mesin politik partai
yang lebih cerdas untuk membagi-bagi kekuasaan.
T: Banyak tercatat, bahwa para ibu-ibu dan wanita remaja mayoritas
memilih SBY sebab personalitynya yang handsome. Apa
personal apperance itu dapat dianggap faktor penunjang.
J: Ya, good personal appearance pada saat tampil belum bicara
sudah mencakup keberhasilan 50%. Setelah bicara dan berbobot rate
akan bertambah 50% lagi. Jadi disamping isi (kompetensi) personal
appearance bukan hanya sebagai faktor penunjang, tetapi faktor
penentu.
T: Dimana menurut anda masyarakat ingin melihat commitment SBY
terwujud dengan segera.
J: Paling atas adalah pemberantasan korupsi. Diikuti oleh manajemen
berdasarkan partisipasi, dengan cara ini ekonomi kerakyatan akan jalan.
Kemudian beliau bertekad untuk sama-sama mengawal demokrasi, peningkatan
nilai-nilai, menghargai budaya dan membangun suatu bangsa dan negara
yang memiliki dignity (martabat) dengan mewujudkan instruksi UUD
yaitu membina rakyat yang cerdas, makmur, aman dan sejahtera melalui
pendidikan yang berkualitas,. Beliau bukan hanya paham meletakkan
dasar-dasar visi juga sangat brillian mendesign rencana aksi dan
program mencapai visi tersebut.
Begitulah TI menempatkan waktu mewawancarai Laurence A. Manullang si
pemimpi, tokoh eksekutif dunia, si pemimpi (dreamer) yang telah
ikut secara intensif menjadi sukarelawan memenangkan SBY - JK, melalui
Forum Komunikasi Nusantara, dimana dalam LSM Swadaya itu dia duduk sebagai
anggota Dewan Pakar. ►e-ti
=> Lanjut
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|