| |
C © updated 16102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti |
|
| |
Nama:
Kusmayanto Kadiman, Ph.D
Lahir:
Bandung, Jawa Barat 1 Mei 1954
Jabatan:
Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT
Agama:
Islam
Istri:
Rr. Sri Sumarni
Anak:
Tiga (3) orang
Pendidikan:
S-3, Ph.D bidang System Engineering, Australian Natioal
University, Australia, 1988
Pengalaman Kerja:
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), 2001-sekarang
Pendiri dan Pelaksana Harian Program Studi S-2 bidang Instrumentasi dan
Kontrol Teknik Fisika ITB Bandung
Sekretaris Rektor ITB Bandung Bidang Kerjasama, 1998-2000
Pengajar mata kuliah Ilmu dan Rekayasa Kontrol, ITB Bandung, sejak 1980
Kegiatan:
Aktif dalam berbagai kegiatan penelitian
Alamat Kantor:
Kementerian Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT
Jalan MH Thamrin No. 8
Jakarta 10340
Telp. (021) 316.9960, 316.9961, 314.0830
|
|
| |
|
|
|
|
Kusmayanto Kadiman
Rektor ITB Jadi Menristek
Rektor ITB ini merupakan calon menteri kedua yang datang ke Puri Cikeas.
Dia dipercaya menjabat Menristek (menteri riset dan
teknologi). Dialognya dengan SBY
(15/10/2004), banyak membicarakan masalah penelitian, infrastruktur,
telekomunikasi dan tentang usaha meningkatkan mutu pendidikan Indonesia
hingga mampu bersaing di tingkat regional.
Di hadapan SBY, dia juga menyatakan kesiapan menjadi menteri. Menurutnya,
jabatan menteri adalah suatu amanah yang lebih besar daripada jabatan
rektor yang tengah ia pegang. Maka dia pun siap melepas jabatan rektor ITB
bila dipercaya SBY menjadi salah seorang menteri dalam kabinetnya.
Dikira Telepon Iseng
Kusmayanto Kadiman datang langsung dari Bandung menggunakan Kijang hitam.
Tiba di Cikeas sekitar pukul 14.45 dan langsung dijemput Ervan Edison.
Kepada wartawan seusai bertemu SBY, dia terus terang mengaku kaget
dipanggil. "Saya tak menyangka," kata Rektor ITB itu. Dia pun mengisahkan,
sebelum hadir ke Cikeas, tidak pernah menerima surat dari orang-orang SBY
maupun SBY sendiri. "Saya baru tahu saat ditelepon pagi tadi," katanya
kepada wartawan, Jumat 15 Oktober 2004.
Dia sempat menganggap telepon undangan wawancara ke Cikeas itu sebagai
telepon iseng untuk bercanda. Apalagi telepon masuk itu menggunakan
private number. Maka, dia pun sempat menanggapi telepon undangan dari
Cikeas itu dengan bercanda.
"Saat saya angkat, saya mendengar suara laki-laki yang mantap dan berat.
Setelah mengucapkan selamat pagi, dia bertanya apa yang sedang saya
lakukan," katanya menjelaskan.
Lalu pria berusia 50 tahun ini pun menjawab sekenanya: "Saya sedang
mengenakan sepatu." Sebab dia menganggap penelepon itu wartawan yang mau
bercanda. Saat itu, dia memang sedang mengenakan sepatu untuk berangkat ke
kampus.
Detik berikutnya, penelepon dari Cikeas itu mengemukakan bahwa dia
diundang untuk menghadiri uji kelaikan dan kepatutan calon menteri di
Cikeas. Dia diminta datang pukul 15.30. Karena belum menganggap serius,
dia jawab saja: "Mimpi kali yee." Dia menirukan kalimat yang merupakan
judul sebuah reality show di televisi.
Namun, penelepon dari Cikeas tersebut berbicara lebih meyakinkan. Si
Penelepon itu menyebut namanya. Barulah dia percaya. Bahkan untuk lebih
meyakinkan, penelepon (orang dekat SBY) tersebut menanyakan nomor
faksimile kediaman rektor ITB itu. "Karena saya jawab tidak punya, maka
orang itu membacakan surat pemanggilan saya untuk mengikuti ujian ini,"
terangnya. ►mlp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|