| |
C © updated 05092009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama:
Juwono Sudarsono
Lahir:
Ciamis, Jawa Barat, 5 Maret 1942
Jabatan:
Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu
Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Barat No.13-14 Jakarta Pusat, Telp. (021)
3458947
Alamat Rumah :
Jalan Alam Asri VII No. 20, Pondok Indah, Jakarta Selatan 12310
Telepon (021) 75909878 Faksimile (021) 75910235
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Kepemimpinan
Lima Presiden di Mata Juwono
Pernah membantu lima Presiden RI (HM
Soeharto,
BJ Habibie,
Gus
Dur,
Megawati dan
SBY)
dalam beberapa jabatan strategis (Wagub Lemhannas, Meneg LH, Mendiknas,
Menhan, Dubes di Inggris dan Menhan lagi), tentulah Juwono menimba
pengalaman dan memiliki kesan atas pribadi dan kepemimpinan kelima
presiden itu.
Berikut ini penuturan (apresiasi) Menhan Juwono Sudarsono dalam
percakapan dengan Wartawan Tokoh Indonesia Ch. Robin Simanullang di
Kantor Menhan, Jakarta (12/82009), terhadap kelima presiden tersebut.
HM Soeharto
Di mata Juwono, Pak Harto itu paling efektif kalau diam. Dalam kepadatan
beliau sebagai orang yang diam itu keluar dan memancar wibawanya yang
dirasakan di seluruh kabinet. Dan dirasakan di seluruh lapisan
birokrasi. Itu sesuatu yang luar biasa. Kekuatan dari beliau adalah
kepadatan dari keheningannya. Dan wibawanya itu terpancar terutama
melalui matanya. Kalau matanya itu sudah mengisyaratkan sesuatu, anggota
kabinet, anggota bawahannya sudah mendapat isyarat. Cukup memahami.
BJ Habibie
Sementara Pak Habibie itu pribadi yang lugas dan sangat terbuka, sangat
ilmiah. Tapi saya kira, tidak punya bobot politik untuk dirasakan
sebagai pemimpin nasional. Jadi beliau itu korban dari suatu pergantian
antara sistem yang sangat ketat dan padat dengan wibawa, dengan iklim
yang mempersoalkan seluruh keadaan lama. Jadi beliau menghadapi
turbulensi yang tidak bisa beliau kendalikan. Tapi dalam konteks itu, 18
bulan sebagai presiden, cukup mengantar pada proses demokrasi.
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Bagaimana dengan Gus Dur? Kridensial beliau sebagai pemimpin sosial, itu
sangat bagus. Sebagai pemimpin sosial bangsa, bagus. Tapi sebagai
pimpinan negara agak kurang baik, karena terlalu idealis dan terlalu
demokratis. Sedangkan kalau menjadi pemimpin negara, itu harus ada bobot
wibawa kenegarawanan yang tidak bisa langsung ditransformasi dari
pemimpin LSM menjadi seorang pemimpin pemerintah. Ada sesuatu yang
beliau tidak bisa kuasai di situ. Tapi juga karena pilihan beliau adalah
untuk menjadi presiden yang sangat informal, sangat demokratis, sangat
pluralistik, dan itu bagus untuk kebangsaan. Tapi untuk kenegaraan,
mengorbankan efektitivitas pemerintahan.
Megawati Soekarnoputri
Perihal Ibu Mega, selain wawasan kebangsaan, beliau membawa beban nama
ayahnya. Dan teja ayahnya itu, mau diteruskan melalui beliau seperti
halnya Indira Gandhi mau meneruskan ayahnya. Seperti Benazir Buttho yang
mau meneruskan ayahnya. Jadi, sebagai anak puteri dari tokoh-tokoh besar
di masing-masing bangsanya. Setiap puteri ini membawa beban teja
ayahnya, tetapi harus mentransformasi dalam keadaan yang lain. Situasi
yang konteks kulturnya lain, ekonominya lain. Jadi itu bebannya beliau
sampai sekarang.
Susilo Bambang Yudhoyono
Bagaimana dengan SBY, berani menilainya? Berani! Ini, orang yang mencoba
untuk menyeimbangkan keterbukaan dan efektivitas. Beliau ‘kan terpilih karena pada tahun 2004 itu orang sudah
capek dengan kegaduhan 1998-2004 sehingga mencari figur yang bisa
mengisi kekosongan harapan antara demokrasi dan pemerintahan yang jalan.
Sebagai presiden, beliau menjadi orang yang mengombinasikan dua hal.
Pertama, sebagai rekonsiliator, mau merangkul semua pihak, terutama
setelah gaduh 1998 itu. Pada sisi lain, beliau juga mulai mengisi
tentang perlunya ketegasan. Tidak cukup keterbukaan dan merangkul ini
dari rekonsiliator menjadi enforcer. Dan sekarang saya kira 2009-2014
adalah kesempatan yang baik karena dengan kedudukan partainya 21 persen,
tiga kali lipat dari 2004, dan mandat 60,8 persen suara pilihan
langsung. Ini kombinasi yang baik.
Dengan mandat politik di DPR maupun di kepresidenan, saya yakin beliau
akan berhasil melaksaanakan tugasnya. Karena beliau adalah presiden yang
pertama kali terpilih langsung, terpilih kembali. Kalau dulu, pertama
kali terpilih langsung. Sekarang terpilih kembali secara langsung. Itu
juga satu fenomena tersendiri. ►ti/crs
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|