| |
C © updated 31082009-19102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/bank indonesia |
|
| |
Nama:
Juwono Sudarsono
Lahir:
Ciamis, Jawa Barat, 5 Maret 1942
Jabatan:
Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu
Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Barat No.13-14 Jakarta Pusat, Telp. (021)
3458947
Alamat Rumah :
Jalan Alam Asri VII No. 20, Pondok Indah, Jakarta Selatan 12310
Telepon (021) 75909878 Faksimile (021) 75910235
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Menhan Juwono Sudarsono
Jangan Bikin Sekolah Elit Tambah Elit
Sekarang di negara-negara maju ada keinginan supaya pendidikan tidak
mengarahkan pada peningkatan mutu akademik di perguruan tinggi. Justru
meningkatkan bantuan-bantuan pada golongan-golongan yang begitu tidak
cemerlang. Jadi jangan bikin sekolah-sekolah elit tambah elit sehingga
mutunya tinggi, tapi tidak produktif.
Hal itu dikemukakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Juwono
Sudarsono, yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan, menjawab
pertanyaan TokohIndonesia.com, 12/8/09, berkaitan , apa yang kurang pas
dari kebijakan pendidikan Indonesia hingga saat ini.
Menurut Juwono, daripada membikin sekolah elit bertambah elit, lebih
baik sekolah (pendidikan) diarahkan pada orang-orang biasa-biasa saja.
“Karena mereka jumlahnya banyak. Mereka tertolong dan mereka ini yang
kebetulan nyata-nyata menghadapi masalah digerakkannya ekonomi sektor
riil,” kata Juwono.
Karena itu, tambah Menteri Pendidikan masa pemerintahan Habibie itu,
sekarang pun, lebih baik seperti perguruan tinggi UI, ITB, UGM tidak
menggebu-gebu tentang menghendaki perguruan tinggi kelas dunia. “Cukup
word class saja nggak usah World Class. Word class saja yang bisa
dokumen, itu saja konsentrasinya pada orang-orang banyak. Yang tidak
terlalu brilian pikirannya, tapi lebih praktis memberi data,” kata
Juwono.
Karena, menurutnya, orang-orang ini, menengah ke bawah, yang menjadi
pemicu dari pergerakan dari sektor riil. “Dan untuk itu tidak perlu
gelar-gelar akademik yang terlalu canggih, seperti professor, doktor.
Saya juga agak segan memakai gelar akademik, karena sekarang banyak,
prof, doktor yang gadungan,” katanya.
Juwono juga melihat tidak ada hubungan langsung antara tambahan anggaran
dengan kenaikan mutu pendidikan.
Keseimbangan Sejarah
Juwono Sudarsono hanya sekitar 18 bulan menjabat Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan. Namun, saat menjabat Mendiknas itu, ia meminta masyarakat
sejarawan Indonesia untuk merumuskan kembali penulisan sejarah Indonesia
untuk SD dan SMP. Karena waktu itu, ada upaya untuk menempatkan kembali
Bung Karno setelah berpuluh-puluh tahun dihilangkan dari kurikulum
sejarah nasional. Sebaliknya, dengan itu ada pula keinginan untuk
menghitamkan peranan Pak Harto.
“Jadi, saya katakan pada Anhar Gonggong dari Direktorat Seni dan Sejarah
Tradisional bersama beberapa teman dari MSI (Masyarakat Sejarah
Indonesia), untuk merumuskan kurikulum tingkat SD dan SMP satu sejarah
nasional yang berimbang. Supaya tokoh-tokoh nasional ini tidak saling
menenggelamkan. Jadi kalau Pak Harto ditenggelamkan untuk mengimbangi
munculnya kembali kedudukan dan peranan Bung Karno, kita coba untuk
berimbang,” katanya. ►ti/ms
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|