ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
  C © updated 01092004  
   
  ► e-ti/esero-atur  
  Nama :
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Lahir :
Watampone, 15 Mei 1942
Agama :
Islam
Pendidikan :
Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967
The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977)

Pekerjaan
Agustus 2001 - sekarang : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
1999 - 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
1968 - 2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
1969 - 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
1988 - 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
1988 - 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
1993 - 2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
1995 - 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International

Organisasi
2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat
1985 - 1998 : Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
1994 - sekarang : Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz
1992 - sekarang : Ketua IKA-UNHAS
1988 - 2001 : Anggota MPR-RI

Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat 10110
Telepon 021-3849845

Alamat Rumah:
JI. Denpasar Raya CIII/9, Kuningan, Jakarta Pusat

 
     

==   1   2   3   4     6   7   8   9   10   11   12    ==

M. Jusuf Kalla (7)

Kader Golkar 39 Tahun


Ketulusan mengabdikan diri dalam tugas tampaknya telah menjadi kunci keberhasilannya. Selama menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dia melaksanakan tugas kordinasinya dengan baik. Bahkan boleh dibilang, kader Golkar ini salah seorang menteri yang paling berprestasi.

Masih ingat konflik Ambon, Maluku, Poso dan Kalimantan Tengah? Jusuf Kalla, yang sudah 39 tahun menjadi kader Golkar, itu mempunyai peran yang cukup signifikan dalam proses penyelesaian konflik-konflik itu. Dialah tokoh utama perdamaian Malino I dan II yang membuahkan penyelesaian konflik di Poso dan Ambon-Maluku. Begitu juga dalam penyelesaian konflik di Kalimantan Tengah. Dalam proses penyelesaian konflik itu, ia selalu bekerjasama dengan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono.

Di Aceh, ia juga mengukir peran yang sangat strategis. Dialah yang melarang pihak asing memberikan bantuan secara langsung ke Aceh. Langkah ini sangat strategis dalam menunjukkan jatidiri pemerintah dan bangsa ini dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Begitu juga kecepatannya mengordinasikan pencegahan virus sindrom pernapasan akut parah (SARS).

Ia juga pernah mengejutkan pihak perbankan, terutama otoritas Bank Indonesia. Ia mengumpulkan para pimpinan perbankan lalu mempertanyakan ketidakadilan pemberian kredit perbankan. Sebenarnya, itu bukan tanggung jawab langsungnya, tapi ia melakukannya untuk kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia bebas dari interes pribadi, sehingga punya kekuatan moral melakukannya.

Kekuatan moral itu pula yang diperagakannya ketika diberhentikan oleh Gus Dur dari jabatan Menteri Perdagangan dan Perindustrian, merangkap Kepala Bulog. Ia diberhentikan karena tidak mau melakukan sesuatu yang menyimpang dari tugas dan tanggung jawabnya. Ia antikorupsi.

Di tengah derasnya hujatan ke Partai Golkar, ia memberi cahaya bahwa justru ia sebagai kader Partai Golkar lebih punya komitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Benar-benar apa yang dilakukannya bisa mencelikkan mata banyak orang bahwa masih banyak kader Partai Golkar yang mempunyai komitmen tinggi menegakkan keadilan dan kemakmuran di negeri ini, antara lain dengan keteladanan, kerja keras, hidup sederhana dan antikorupsi.

Maka dalam beberapa kali melakukan dialog dalam acara silaturahmi dengan DPD-DPD Partai Golkar ia dengan rendah hati mengatakan: “Saya tidak bisa berbicara yang panjang-panjang tetapi nilailah apa yang sudah saya perbuat, nilailah apa yang sudah saya laksanakan, saya yakin tidak akan mempermalukan nama Bapak-Ibu sekalian. Hampir semua tugas-tugas saya selesaikan dengan baik, bahkan kadang-kadang saya juga menyelesaikan tugas-tugas di luar domain tugas saya.”

Kader Golkar
Kini dia menjadi Calon Wakil Presiden berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang dicalonkan Partai Demokrat, PBB dan PKPI. Namun bukan berarti dia meninggalkan Partai Golkar. Sampai saat ini, ia tetap kader Golkar. Bahkan ketika kelak dia terpilih atau tidak terpilih menjadi Wakil Presiden pada Pemilu Presiden putaran kedua, ia menyatakan tetap sebagai kader Golkar.

Dia di Golkar, sudah lebih kurang 39 tahun dengan tidak pernah putus selama itu. Kalau pada bulan Oktober nanti Golkar akan merayakan Ulang Tahun ke 40, maka ia sedikit terlambat selama 6 bulan masuk Golkar. Sebab di Ujung Pandang Golkar dibentuk 6 bulan kemudian. Pada zamannya mahasiswa, ia jadi ketua dan karena anggota Golkar maka menjadi anggota DPR mewakili pemuda kurang lebih 3 tahun.

Kemudian karena masuk ke dunia usaha, maka ia lebih konsentrasi ke dunia usaha. Tetapi lima tahun kemudian menjadi anggota MPR mewakili Golkar dan hampir 20 tahun menjadi anggota MPR mewakili Golkar. Kenapa MPR? Karena MPR itu dulu sidangnya hanya satu kali dalam lima tahun, sehingga berpolitik dalam lima tahun sekali. Di samping itu, di daerah, ia juga mengikuti kegiatan-kegiatan Golkar. Sekarang jabatannya di Golkar adalah Dewan Penasehat DPP Partai Golkar. ►atur/tsl/Majalah Tokoh Indonesia Volume 14 => Lanjut


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero