| |
C © updated
01092004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/setneg |
|
| |
Nama :
Drs H Muhammad Jusuf Kalla
Lahir :
Watampone, 15 Mei 1942
Agama :
Islam
Jabatan Kenegaraan:
= Wakil Presiden RI (2004-2009)
= Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial Kabinet Gotong Royong
(2001-2004)
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Persatuan Nasional
(1999-2000)
Isteri:
Ny. Mufidah Jusuf (Lahir di Sibolga, 12 Februari 1943)
Anak:
1. Muchlisa Jusuf,
2. Muswirah Jusuf,
3. Imelda Jusuf,
4. Solichin Jusuf,
5. Chaerani Jusuf.
Pendidikan :
Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967
The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis
(1977)
Pekerjaan
Agustus 2001 - 2004 : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat
1999 - 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
1968 - 2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
1969 - 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
1988 - 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
1988 - 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
1993 - 2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
1995 - 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International
Organisasi
2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat
1985 - 1998 : Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
1994 - sekarang : Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz
1992 - sekarang : Ketua IKA-UNHAS
1988 - 2001 : Anggota MPR-RI
2004-2009: Ketua Umum DPP Partai Golkar
Alamat Kantor:
Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat
Alamat Rumah:
Jl. Brawijaya Raya No. 6 Jakarta Selatan
wa |
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
==
01
02
03
04
05
06
07 ==
M. Jusuf Kalla (06)
SBY-JK Solusi
Menuju Indonesia yang Aman, Adil dan Sejahtera
Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla disingkat SBY-JK adalah
calon presiden dan wakil presiden yang menjajikan perubahan sebagai solusi
menuju Indonesia yang aman, adil dan sejahtera. Dwitunggal Capres-Cawapres
ini terkuat dibanding lawan-lawannya, yang sudah terbukti pada Pemilu
Presiden putaran pertama 5 Juli 2004. Pasangan ini meraih lebih dari 33.5
persen suara mengalahkan empat kandidat lain, sekaligus bersaing kembali
bersama peringkat kedua di putaran kedua 20 September 2004 mendatang.
SBY-JK diusung oleh Partai Demokrat, PBB dan PKPI. Partai Demokrat sendiri,
sesungguhnya adalah partai baru namun kinerjanya melambung tinggi
mencengangkan sebab masuk lima besar pada Pemilu Legislatif 5 April 2004.
SBY dan JK kini menjalani kesibukan baru yang semakin luar biasa
mempersiapkan diri ke tahap final menjadi Presiden dan Wakil Presiden
Republik Indonesia.
Kini pasangan Capres-Cawapres ini ke mana-mana selalu memaparkan agenda
dan prioritas pemerintahannya jika kelak terpilih. Menarik mengetahui
bagaimana visi dan kerangka berpikir SBY-JK mengelola negara, sebagai
sebuah pasangan duet yang mampu melahirkan sinergi baru.
SBY-JK sudah berketetapan hati bahwa Pemilu 2004 adalah momentum strategis
membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Terdapat dua agenda penting
untuk diprioritaskan: penyelamatan dan pembangunan kembali Indonesia.
Prioritas penyelamatan dimunculkan sebab ada kecenderungan kerangka
bernegara tidak lagi menjadi landasan semua proses kehidupan bernegara.
Tidak lagi menuruti nilai-nilai jati diri dan konsensus dasar kebangsaan.
Padahal, nilai dan jatidiri itu telah diletakkan oleh para pendiri bangsa
yang sepanjang 58 tahun terakhir terbukti berhasil menjadi kerangka acuan
bernegara Indonesia.
Untuk mampu menjalankan dua agenda prioritas itu SBY-JK menyebutkan
presiden dan wakil presiden haruslah figur yang memiliki kapasitas. Yaitu,
kapasitas yang menjadikan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
mantap tetap berdiri tegak dan tumbuh sebagai sebuah nation state,
sebagaimana diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.
SBY-JK mengisyaratkan Pemilu 2004 harus mampu menghasilkan pemerintahan
yang baik. Pemerintahan itu antara lain berkarakter responsif, transparan,
dan accountable. Pemerintah harus mampu merespon segala persoalan yang
timbul. Transparan, apa pun yang dilakukan pemerintah harus diketahui oleh
rakyat.
Harus terjadi komunikasi politik yang melibatkan publik dalam setiap
penetapan kebijakan publik. Karakter accountable, pemerintah harus mampu
menunjukkan akuntabilitas tinggi, tidak menyimpang dari konstitusi, serta
tidak ada penyimpangan finansial. Uang satu rupiah pun harus dapat
dipertanggung-jawabkan.
Pemimpin hasil Pemilu 2004 dengan demikian adalah teladan. Dia bisa
bertindak tegas terhadap aparatur pemerintah atau siapa pun untuk
memberantas korupsi. Pemimpin seperti itu akan memperoleh trust,
kepercayaan tinggi dari masyarakat. Imbal-baliknya masyarakat akan
membantu setiap langkah pemerintah untuk mencapai tujuan membangun
Indonesia baru yang lebih baik, aman, adil, demokratis dan sejahtera.
Membangun Lebih Baik
SBY yang kandidat doktor ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB)
memantapkan niat menjadi presiden bukan karena ambisi. Melainkan didorong
oleh tekad kuat membangun Indonesia lebih baik. “Saya mulai mempunyai
cita-cita riil untuk menjadi presiden saat saya berada di pemerintahan.
Dan, saya melihat ada peluang. Saya harus ikut berkompetisi, untuk membuat
lebih baik masa depan Indonesia,” ungkapnya jujur.
Dia tidak mau memberikan banyak janji kepada masyarakat saat berkampanye.
Dia menyebutkan, untuk menjadi presiden, sudah mempunyai pengalaman dan
pengetahuan di kabinet tentang bagaimana mengelola permasalahan negara,
utamanya bidang Polsoskam. Dan, jika benar-benar terpilih menjadi presiden,
dia dan JK mencanangkan Indonesia dalam lima tahun mendatang harus sudah
lebih aman, adil, demokratis, dan lebih sejahtera.
Dengan lebih sejahtera berarti kehidupan rakyat lebih baik, pengangguran
bisa dikurangi, kemiskinan dikurangi, daya beli serta pendidikan dan
kesehatan menjadi lebih baik.
Agenda utama kepresidenannya adalah menciptakan keamanan dan perdamaian di
seluruh tanah air. Dia menginginkan pemerintahan yang akan datang bisa
bekerja lebih efektif. Apa saja yang dikerjakan harus sesuai dengan
manajemen. Semua harus dapat bekerja all out, bekerja keras untuk mencapai
sasaran.
Sebelum menjadi menteri, dia sudah berpengalaman mereposisi postur TNI.
Sebagai Kasospol dan Kaster TNI dia bersama kawan-kawan selama dua tahun
pertama reformasi berhasil menyusun cetak biru reformasi internal TNI.
Sebuah perubahan besar menghentikan sikap TNI berpolitik praktis. TNI
kembali ke jati diri dan perannya sebagai kekuatan pertahanan dengan
membangun profesionalisme.
TNI dibuatnya menghormati nilai-nilai demokrasi. Maka, dia pun ikut
menjanjikan diri sangat menghormati demokratisasi, hak asasi manusia dan
kebebasan pers.
Kebebasan pers yang disertai tanggungjawab sebagaimana berlaku di negara
lain, menurutnya, adalah sarana kontrol yang baik terhadap kekuasaan.
Kebebasan pers adalah jembatan antara masyarakat dengan negara, dan antara
masyarakat dengan pemerintahannya.
Pengalaman sebagai Menteri Pertambangan dan Energi membuat SBY mengerti
tentang ekonomi. Empat tahun menjadi menteri di setiap pengambilan
keputusan bidang ekonomi apakah itu energi, perdagangan, perindustrian,
perikanan, pertanian dan lain-lain SBY selalu berada di situ.
Dia aktif membahas kebijakan ekonomi dan APBN, pengurangan utang,
membangun stabilitas ekonomi makro, dan lain-lain. Menempuh studi tingkat
doktoral S-3 bidang ekonomi pertanian di IPB Bogor membuat pengetahuan
empirik ekonominya makin paripurna secara akademis.
Baginya prioritas ekonomi adalah berarti penciptaan lapangan kerja,
pengentasan kemiskinan, dan membangun infrastruktur seperti transportasi,
telekomunikasi, energi, pasar modal, maupun perbankan yang dalam enam
tahun belakangan tidak terpelihara dengan baik. SBY akan menggalakkan
serta memperluas sektor pertanian dan usaha kecil menengah (UKM) agar
kehidupan dan daya beli puluhan juta rakyat meningkat.
Kepada para pelaku usaha kecil dan menengah pemerintahannya akan
memberikan dorongan tambahan modal serta bimbingan teknologi dan manajemen.
Pemerintah juga akan melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian
dalam arti luas, termasuk perikanan, peternakan, perkebunan, usaha kecil,
menengah dan koperasi.
Dengan memobilisasi modal dari dalam dan luar negeri, kehidupan bidang
jasa dan agroindustri akan meningkat. Sembilan juta pekerja aktif ditambah
sekian belas juta lagi akan masuk ke dalam pasar tenaga kerja. Dan,
semuanya dapat diserap secara bertahap. Semua itu harus dilakukan secara
serius dalam lima tahun ke depan.
Syaratnya, iklim usaha harus betul-betul sehat dan kondusif untuk
kebangkitan dunia usaha. Politik harus makin stabil. Keamanan harus makin
pulih dan terpelihara. Tidak boleh lagi muncul kerusuhan. Demikian pula
penjarahan dan unjuk rasa dengan kekerasan.
Kebijakan perpajakan harus dibuat baik dan konsisten. Kebijakan kepabeanan
harus bagus. Hubungan industri dengan tenaga kerja harus baik dan ada
manajemen yang bagus. Desentralisasi tidak boleh memunculkan raja-raja
kecil di daerah yang kebijakan, pajak, dan retribusinya macam-macam. Semua
gubernur, bupati, walikota, menteri, dan presiden harus bekerja ekstra
menciptakan iklim kondusif.
Supaya pemerintahan accountable pemberantasan KKN dilaksanakan
terus-menerus dan top down agar efektif. Agenda pemberantasan KKN dimulai
dari orang pertama presiden, menteri, gubernur, bupati, walikota, DPR, DPD,
yudikatif, dan segala macam. Uang negara satu rupiah pun harus dapat
dipertanggungjawabkan.
Segala peraturan dan perundang-undangan harus dijalankan sungguh-sungguh.
Komisi-komisi anti korupsi melaksanakan tugas dengan baik. Lembaga
pemeriksa seperti BPK dan segala Irjen bekerja dengan baik, Lalu, undang
masyarakat, LSM dan pers dan harus ada kontrol terhadap semua
penyelenggara negara.
Departemen Agama yang selalu diterpa isu manipulasi, penyimpangan dan
ketidakberesan penyelenggaraan haji, harus menjelaskan segala sesuatunya
secara transparan dan accountable.
Mata rantai penegakan hukum yakni kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan
pengacara harus bisa menjelaskan kenapa suatu perkara tiba-tiba dihentikan.
Setiap orang harus bisa mengikuti apakah ada penyimpangan di tiap mata
rantai penegakan hukum.
Pemerintahan terpilih nanti, menurutnya, jangan menaruh orang partai
politik di BUMN, dan di lembaga yang mengelola aset negara BUMN yang
berjumlah besar itu. Tidak macam-macam pun orang itu pasti dituduh
mengambil aset negara untuk kepentingan partai politiknya. Menteri BUMN
harus non partisan, berkepribadian bagus, transparan, akuntabel, dan audit
dilaksanakan sungguh-sungguh.
Propaganda Negatif
Pengalaman mendampingi Gus Dur dan Megawati mengajarkannya, akan lebih
baik jika pemerintahan nanti memiliki the ruling party dan the opposition
party. Atau, ada yang memerintah dan ada oposisi. Koalisi bisa dilakukan
di pemerintahan dan atau di parlemen. Yang tidak ikut koalisi menjadi
oposisi. Dengan demikian kontrol, berikut check and balance, menjadi enak
dijalankan.
Kompromi dalam artian power sharing di kabinet maupun di parlemen jangan
kompromi dagang sapi atau bagi-bagi kursi. Power sharing harus
mempertimbangkan kapasitas dan integritas.
Jika terpilih menjadi presiden dan membentuk kabinet, dia memastikan
kabinetnya diawaki oleh mereka yang memiliki integritas, profesionalitas
dan kapasitas yang bagus serta mau bekerja keras selama lima tahun.
Berjuang gigih disertai ridho Allah membuat SBY-JK merasa sangat yakin dan
optimis mampu memenangkan kompetisi perebutan kursi presiden. Hal itu
sudah berhasil dibuktikan di pemilihan putaran pertama 5 Juli 2004.
Tinggal mempersiapkan diri sebaik-baiknya menjelang putaran akhir 20
September 2004 mendatang.
SBY memprediksi di puataran kedua masih akan muncul persaingan keras. Dan
itu sudah pernah dia rasakan. Muncul politik-politik yang tidak bersih,
propaganda gelap, isu miring, dan berbagai serangan diarahkan kepadanya
secara tidak etis.
Berbagai peristiwa masa lalu bisa saja diperhadapkan ulang kepadanya.
Termasuk tragedi 27 Juli. Semuanya terbukti berhasil ditepis. Ia justru
mengusung tema peace, justice and democracy. Peace dalam arti negara
Indonesia akan tetap hidup jika integritas teritorial tetap dipertahankan.
Calon presiden eks militer dicurigai cenderung menjadi otoriter, represif
dan tidak demokratis, menurutnya adalah pendekatan yang terlalu hitam
putih. Sebab ada tokoh sipil yang otoriter dan represif meski banyak pula
yang demokratis. Sementara, tentara setelah berada di lingkungan politik
sangat banyak yang demokratis.
Dia mencontohkan dirinya sendiri. Ketika menjadi menteri, politisi dan
bertugas di pemerintahan, tidak represif, tidak otoritarian. Melainkan,
menghormati nilai-nilai demokrasi, dan mempraktekkan demokrasi itu dalam
kehidupan bernegara. Rakyat bisa menilai itu.
Disebutkannya lagi, isu negatif pindah agama serta istri yang disebutkan
beragama Kristen telah sangat mendiskreditkan kehormatan dan
kepribadiannya. Isu itu pernah muncul nyata saat akan mengadakan kampanye
di Kota Medan, Sumatera Utara. Pesan layanan singkat atau SMS, berikut
selebaran bernada demikian beredar luas di masyarakat.
Karenanya, sebelum kampanye SBY terlebih dahulu melaksanakan sholat di
mesjid dekat lapangan kampanye diliput sejumlah televisi. Kepada warga
Kota Medan yang bertanya apakah betul pindah agama ke Katolik, dan istri
bukan seorang muslimah, dia menjawab dengan mengedepankan kecemasannya.
Politik, menurutnya, sudah politik kotor dan fitnah, bukan lagi politik
bersih dan cerdas. Ia pun kemudian membeberkan siapa dirinya yang
sebenarnya.
Dia lahir di Pondok Pesantren Tremas, sejak lahir sudah menjadi Islam.
Ibunya, Siti Habibah adalah putri salah satu pendiri Pondok Pesantren
Tremas. Ayahnya, R. Soekotjo adalah santri lulusan Gontor.
Istrinya, Kristiani Herrawati atau Ani, putri ketiga Letjen Sarwo Edhie
Wibowo yang mantan Danjen Kopassus, juga sejak lahir sudah Islam. SBY dan
Ani sudah umrah hingga haji dan hajjah tahun 2000, berdua sama-sama
beribadah dan menjalankan tugas-tugas keumatan. Dia mengaku sekaligus
memiliki nilai, tidak pernah membenci agama lain.
Propaganda hitam lain, beredar isu di belakang SBY dan Partai Demokrat
berdiri kekuatan agen intelijen negara lain, termasuk CIA, khususnya soal
pendanaan. Padahal, menurutnya, tidak ada satu dolar pun bantuan dari luar
negeri apalagi terhadap Partai Demokrat.
Partai Demokrat ketika dimintai dana untuk membiayai saksi TPS, misalnya,
tidak mampu sebab tidak memiliki uang. Berbeda dengan apa yang sudah
diketahui umum, ada partai yang mudah sekali mengumpulkan uang ratusan
miliar rupiah. Karenanya, dia mengkhawatirkan telah ada maling teriak
maling.
SBY sadar situasi politik Indonesia masih demikian adanya. Rakyat yang
dibiarkan bebas memilih membuatnya optimis, insya Allah bisa memenangkan
kompetisi. Langkah awal untuk memenangkan kompetisi itu sudah dia lakukan,
dan terbukti berhasil melewati putaran pertama 5 Juli 2004. Tinggal
memenangkan perjuangan putaran kedua.
Perjuangan itu sudah diawali dengan baik yakni dengan memilih wakil
presiden yang tepat, yang bisa bersama-sama melakukan tugas pemerintahan
yang efektif, berjalan secara safety, dan berhasil mencapai tugas-tugas.
Dia adalah Muhammad Jusuf Kalla (JK).
Keduanya sudah berpengalaman bekerjasama 4 tahun di kabinet. Mereka sudah
biasa saling menutupi dan melengkapi. ►ht-ms-Majalah Tokoh
Indonesia Volume 14
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|