A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 12032008  
   
  ► e-ti/setneg  
  Nama :
Drs H Muhammad Jusuf Kalla
Lahir :
Watampone, 15 Mei 1942
Jabatan:
= Wakil Presiden RI (2004-2009)
Alamat Kantor:
Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat  
 
     
 
BERITA
Wapres Minta Meneg BUMN

Supersemar, Hindari Perang Saudara


Indopos Rabu, 12 Mar 2008: Setiap 11 Maret (kemarin) selalu diperingati sebagai hari Supersemar (Surat Perintah 11 Maret). Surat yang sampai sekarang masih menyimpan misteri itu boleh dikatakan menjadi tiket bagi Soeharto untuk menduduki jabatan presiden menggantikan Soekarno.

Wapres Jusuf Kalla mengaku pernah mendapat cerita seputar Supersemar itu dari (alm) Jenderal M. Yusuf, salah satu saksi sejarah di balik surat tersebut. "Kata beliau (M. Yusuf), Supersemar adalah solusi terbaik ketika itu untuk menghindari ancaman perang saudara dan kudeta militer," kata Kalla kepada wartawan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kemarin (11/3).

Muhammad Yusuf yang pernah menjabat menteri pertahanan dan keamanan serta panglima angkatan bersenjata (Menhankam/Pangab) adalah satu dari tiga jenderal yang pada 11 Maret 1966 menghadap Presiden Soekarno di Istana Bogor.

Satu versi sejarah menyebut tiga jenderal itu menodongkan pistol untuk memaksa Presiden Soekarno menandatangani Supersemar. Versi lain, bahkan menyebut ketiga jenderal itu berkonspirasi dengan Soeharto untuk memalsukan Supersemar.

Kalla lantas menceritakan satu versi seputar Supersemar. Menurut dia, dengan alasan akan menghadiri peringatan HUT ABRI, ketika itu pasukan organik Kodam dari sejumlah daerah terkonsentrasi di Jakarta. Kuat dugaan tujuan utamanya adalah menyiapkan kudeta militer. Di sisi lain, pasukan Cakrabirawa (pasukan pengawal presiden) terkonsentrasi di Bogor.

"Karena itu, pilihannya hanya ada dua, perang saudara atau coup de etat (kudeta). Keduanya tidak bagus. Maka solusinya adalah Supersemar, dan itulah jalan keluar terbaik saat itu untuk menghindari perang saudara atau coup," cerita Kalla.

Dia juga menegaskan, keberadaan Supersemar merupakan solusi yang diambil setelah Soekarno dan militer berdialog. Wapres mengakui, ada sejumlah kontroversi tentang Supersemar atau cerita di balik penerbitan Supersemar. Meski demikian, dia menilai yang terpenting adalah esensinya, yakni mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa ketika itu. "Kalau dua skenario terburuk (perang saudara atau kudeta) terjadi, imbasnya akan lebih jauh sampai sekarang ini," katanya. (noe/kum) ►ti

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)