A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
 
BERITA

 

Wapres Minta Meneg BUMN

Gandakan Kapasitas Pelabuhan


Makassar, 26/10/07: Untuk mengantisipasi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang sedang digenjot sampai delapan persen pada tahun 2009, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil untuk menggandakan kapasitas empat pelabuhan peti kemas utama yakni Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Teluk Bayur (Padang) dan Soekarno-Hatta (Makassar).

 

Wapres mengungkapkan hal itu Wapres seusai melakukan inspeksi mendadak di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (26/10/2007).


Menurut Wapres, penggandaan kapasitas itu dilakukan dengan modernisasi pelabuhan. Tidak perlu dilakukan dengan pembangunan terminal baru seperti yang diusulkan di Makassar yang ditolaknya. Wapres menjelaskan penggandaan kapasitas pelabuhan itu sederhana saja. Bongkar saja gudang di pelabuhan. Biaya penambahan peralatan crane dan pembongkaran gudang jauh lebih murah dibandingkan membangun pelabuhan baru seperti yang diusulkan.


Menurut Wapres pelabuhan kita sebenarnya cukup besar, cuma tidak ditata sesuai keadaan. Masih banyak gudang. Padahal, gudang tidak banyak dibutuhkan lagi dewasa ini. Sehubungan dengan itu Wapres mengungkapkan bahwa dia sudah minta Menneg BUMN agar modernisasi Pelabuhan Tanjung Priok selesai dalam dua tahun dengan yang sudah ada saja. Begitu pula Tanjung Perak (Surabaya), Teluk Bayur (Padang) dan Soekarno-Hatta (Makassar), juga diminta dimodernisasi dengan membongkar gudang-gudang di pelabuhan tersebut.


Dijelaskan, untuk menambah kecepatan bongkar muat dan meniadakan fungsi gudang yang akan dibongkar, proses bongkar muat akan dipercepat dengan penambahan alat angkut peti kemas (crane). Wapres memberi gambaran, saat ini kecepatan bongkar muat di Makassar mencapai 20 jam untuk 300 peti kemas. “Dengan modernisasi dapat dipercepat menjadi hanya lima jam,” harap Wapres.


Menurut Jusuf Kalla, dengan pembongkaran gudang serta peralihan angkutan barak menggunakan truk ke angkutan peti kemas, pungutan yang banyak pun akan menyusut. “Pungutan menjadi banyak kalau ada banyak truk pengangkut karung barang. Pungutan jauh lebih berkurang kalau pakai peti kemas. Dulu karena dimuat di truk, polisi periksa, Bea dan Cukai periksa lagi, apa lagi.. periksa lagi," ujarnya.


Kalla mengatakan penggandaan kapasitas pelabuhan dan kecepatan bongkar muat merupakan upaya pemerintah membenahi masalah buruknya infrastruktur, termasuk juga jalan. “Tujuan utamanya adalah untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang terus digenjot sampai delapan persen pada tahun 2009. Selain pelabuhan, pembenahan dilakukan juga untuk infrastruktur lain, seperti jalan dan listrik,” jelas Kalla.


Sementara itu, untuk mencegah dijadikannya pelabuhan sebagai depot logistik (depo), tarif progresif akan diberlakukan saat berganti hari. Dengan begitu, proses bongkar muat di pelabuhan cepat karena begitu barang datang langsung diangkut ke luar pelabuhan. ►ti/crs

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)