A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
 
BERITA

 

Tiga Tahun SBY-JK

Politik dan Keamanan Lebih Baik


Padang 20/10/2007: Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (SBY-JK) tepat tiga tahun, Sabtu 20/10/2007. Situasi politik dan keamanan lebih stabil stabil dibanding sebelumnya karena dikelola dengan baik. Sementara landasan kemandirian ekonomi mulai ditata.

Walaupun kondisi ekonomi masih belum seperti diharapkan, terutama soal pengangguran, kemiskinan, dan investasi. Tapi, sebagaimana dikemukakan Wapres Jusuf Kalla, Sabtu (20/10/07) di Padang, sesaat sebelum kembali ke Jakarta, pemerintahan Yudhoyono-Kalla yakin dan optimistis masalah itu akan dapat diperbaiki dalam dua tahun sisa pemerintahan.

Wapres Jusuf Kalla mengatakan persoalan yang dihadapi negara dan pemerintah bermacam-macam. "Kalau masalah politik, kita lebih stabil. Dengan DPR dan partai politik, tidak banyak masalah. Seberat apa pun persoalan politik jika kita berkomunikasi dengan baik, bisa kita kelola. Begitu juga keamanan dalam negeri jauh lebih baik," ujar JK.

Wapres mengakui bahwa yang masih menjadi masalah pokok adalah ekonomi, seperti pengangguran, kemiskinan, dan investasi. Tetapi, Wapres yakin dan optimistis mengingat masalah pokok yang dihadapi itu terus dikerjakan oleh pemerintah sekarang ini.

Jusuf Kalla menunjuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan listrik yang sekara ng kian giat dikerjakan. "Pembangunan infrastruktur ini alokasi anggaran dirombak tahun ini maupun ke depan, dan meningkat besar sekali," kata Wapres.

"Langkah perbaikan infrastruktur yang selama sembilan tahun lalu tidak dijalankan diharapkan bisa memperbaiki dan melanjutkan usaha lain dan investasi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dalam negeri untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan," tegas Wapres.

Wapres mengatakan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi mau tidak mau tidak cukup dengan 6,0 persen. "Harus di atas 7-8 persen seperti India dan Vietnam. Tidak boleh pertumbuhan kita kalah dengan mereka karena potensi bangsa kita sebenarnya jauh lebih besar," kata Kalla. ►ti/crs

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)