|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Wapres Jusuf
Kalla
Temui Megawati dan Sejumlah Tokoh
Jakarta 15/10/2007: Wakil Presiden M Jusuf Kalla menunjukkan kelugasan
dan ketulusan sebagai seorang negarawan dengan mengadakan kunjungan
silaturahmi Idul Fitri kepada sejumlah tokoh. Dimulai dengan menemui
mantan Presiden Megawati Soekarnoputri pada hari pertama Sabtu
(13/10/07) sekitar pukul 13.00, usai acara silaturahmi di kediaman
dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta.
Kemudian Wapres melanjutkan kunjungan silaturahmi ke rumah mantan
Presiden BJ Habibie dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Pada hari
kedua Idul Fitri (Minggu 14/10/07) Wapres mengunjungi mantan Wapres Try
Sutrisno, mantan Presiden Soeharto.
Kemudian Wapres yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya itu,
menemui mantan Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR Akbar Tandjung, mantan
Wapres Hamzah Haz, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, dan Ketua Mahkamah
Konstitusi Jimmly Asshiddiqie. Bahkan Wapres tak melihat jenjang jabatan
ketika mengunjungi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Jusuf Kalla tidak hanya lincah dalam bisnis, tapi juga lugas dalam
membangun komunikasi. Dia mengoptimalkan momen Idul Fitri 1428 H ini
dengan bersilaturahmi kepada para tokoh-tokoh yang menjadi simpul
politik nasional. Kunjungan itu tidak hanya dilakukan ke mitra politik
tapi juga dengan para pesaing politiknya, bahkan mungkin menjadi
pesaingnya dalam Pilpres 2009 nanti. Namun, Kalla tidak ingin
silaturahmi Idul Fitri tersebut dipolitisasi. Dia menjelaskan, budaya
silaturahmi sudah menjadi tradisi tahunannya setiap Lebaran.
Dalam rangkaian kujungan silaturahmi Idul Fitri tersebut, Wapres
Jusuf Kalla memperlihatkan kebersahajaan, kelugasan dan ketulusan
sebagai seorang pemimpin negara yang negarawan. Kunjungan silaturahmi
Idul Fitri tentulah amat bermakna khususnya untuk saling memaafkan dan
membuka serta memperlancar komunikasi sesama pemimpin dan mantan
pemimpin.
Ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui Megawati Soekarnoputri di
kediaman pribadinya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Wapres ditemani
istrinya, Ny Mufida dan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud serta Muchlis,
petugas penghubung Wapres. Sekjen DPP PDIP Pramono Anung menyambut
mereka di pintu gerbang rumah Megawati. Kemudian saat melangkah memasuki
rumah, sejumlah kader PDI-P menyambut dengan teriakan: "Hidup Mega Kalla,
hidup Mega Kalla."
Setelah itu, mantan Presiden Megawati mengenakan kebaya berwarna coklat
didampingi Taufik Kiemas dan puterinya Puan Maharani menyambutnya di
dalam rumah. Saat bersalaman Wapres Jusuf Kalla mengucapkan selamat Idul
Fitri dan dijawab Megawati, "Sama-sama, Pak."
Selanjutnya, Megawati mengajak para tamunya di meja bundar dalam rumah.
Inilah pertama kali Wapres Jusuf Kalla, mantan Menko Kesra masa
pemerintahan Megawati, setelah tiga tahun pemerintahan dan tiga kali
berhari raya Idul Fitri sejak 2004, dapat bersilaturahmi dengan
Megawati. Saat Idul Fitri 2006 Kalla mengaku sudah berupaya mendatangi
Megawati, tetapi gagal karena Megawati pergi ke luar kota. Tak heran
jika
spekulasi politik pun berkembang atas pertemuan dua pemimpin ini.
Setelah itu Wapres melanjutkan kunjungan silaturahmi ke rumah mantan
Presiden BJ Habibie dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Pada hari
kedua Lebaran, Wapres mendatangi rumah Try Sutrisno di Jalan Purwakarta,
lalu kediaman mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana. Di Cendana
Wapres dan Ny Mufida Kalla disambut Pak Harto didampingi dua putrinya,
yakni Titiek dan Mamiek.
Kemudian dari Jalan Cendana, tanpa melihat jenjang jabatan Wapres
menuju rumah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Taman Suropati. Setelah
itu melaju ke rumah Akbar Tandjung, mantan ketua umum Partai
Golkar, di Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru.
Akbar menyambut baik kunjungan Kalla dan menyebutnya sebagai tradisi
yang baik dalam upaya menghormati pemimpin- pemimpin bangsa di masa lalu
meski para pemimpin itu berbeda aliran politik atau prinsip.
Kepada wartawan, Akbar yang didampingi istrinya, Crisntina Tandjung,
mengakui kunjungan Wapres ke rumahnya cukup mendadak. Bahkan dia beserta
keluarga sebenarnya sudah berencana hendak Bandung. Tapi ditunda setelah
pagi-pagi mendapat kabar dari Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud tentang
kedatangan JK dan isteri.
"Bagi kami sekeluarga, ini suatu kehormatan karena Pak Wapres mau
berkunjung ke sini," kata Akbar kepada wartawan. Di rumah Akbar, Wapres
JK terbilang lama, sekitar setengah jam. Wapres tiba sekitar pukul 10.15
WIB.
Menurut Akbar, kedatangan Kalla itu merupakan kunjungan balasan.
Sebelumnya, dia juga datang ke acara buka puasa Korps Alumni Himpunan
Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Wakil Presiden, Jumat, 28 September
2007. "Tradisi silaturahmi seperti ini baik sekali untuk menghormati
pemimpin kita. Mungkin ada perbedaan pandangan politik, tapi tidak
mengurangi penghormatan," ucapnya.
Setelah menemui Akbar, Wapres melanjutkan perjalanan ke rumah Ketua
Mahkamah Agung Bagir Manan dan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Assidiqie.
Perjalanan Kalla diakhiri dengan silaturahmi ke rumah mantan Wapres
Hamzah Haz, di kompleks Patra Kuningan.
Seusai mengadakan serentetan kunjungan secara maton itu, menjawab
pertanyaan pers, Jusuf Kalla mengatakan, rentetan silaturahmi ini untuk
persiapan karena suatu saat dirinya juga akan menjadi bekas pemimpin.
Kalla mengungkapkan, para mantan pemimpin yang dikunjunginya menerima
dengan positif kedatangannya meskipun sebelumnya berseberangan dan
bersitegang, seperti dengan Megawati, Gus Dur, dan terakhir Akbar.
Menjawab pertanyaan tentang kunjungan itu, Kalla menegaskan tidak
berkaitan dengan strategi politik menjelang Pemilu 2009. Menurutnya,
silaturahmi itu murni sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin
bangsa. "Bekal sebagai pemimpin juga silaturahmi," katanya.
Dia berharap budaya saling menghormati bisa terus berkembang dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. "Supaya bangsa ini selalu menghormati
pemimpinnya, siapa pun (yang jadi) pemimpinnya," ucapnya.
Kalla juga mengungkapkan bahwa sebelum bersilaturahmi dengan para mantan
pemimpin nasional itu, ia telah berkomunikasi dengan Presiden Yudhoyono.
Bahkan menurutnya, Presiden selalu menitipkan salam. Wapres Jusuf Kalla
bersama keluarga besarnya telah lebih dulu bersilaturahmi ke rumah dinas
Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, seusai shalat Id di Masjid
Istiqlal, Kalla.
Wapres Jusuf Kalla, bukan hanya Sabtu dan Minggu bersilaturahmi Idul
Fitri kerumah sejumlah tokoh nasional. Sehari sebelumnya, Jumat
(12/10/07), dia sudah bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum PP
Muhammadiyah Din Syamsuddin, yang sudah merayakan Idul Fitri 1428 H pada
12/10/07.
Ke Daerah
Kemudian usai mengadakan silaturahmi ke sejumlah tokoh Indonesia itu,
hari Minggu 14/10, Wapres langsung melakukan kunjungan ke sembilan
provinsi di luar Jawa, baik di wilayah timur Indonesia maupun wilayah
barat Indonesia. Dimulai dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Dijadwalkan, selain akan mengadakan pertemuan dan silaturahmi Idul Fitri
dengan warga, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan unsur musyawarah
pimpinan daerah (muspida) setempat, Kalla juga akan mengadakan sejumlah
pertemuan internal dengan jajaran Partai Golkar. Semua provinsi di
Sulawesi dan Sumatera akan dikunjungi Wapres. ►ti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|