|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Wapres Jusuf
Kalla
Peneror Poso Musuh Bersama
Kompas 29/10/2006: Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla kembali
menegaskan, peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi di Poso, Sulawesi
Tengah, bukanlah konflik antar warga, melainkan tindakan teror yang
dilakukan orang-orang tidak bertanggungjawab dan menginginkan Poso
kembali rusuh. Wapres mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan
pelaku teror di Poso sebagai musuh bersama.
Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Halal Bihalal
dengan Musyawarah Pimpinan Daerah serta tokoh-tokoh masyarakat, agama,
pemuda, dan perempuan se-Sulawesi Tengah di Palu, Minggu (29/10). Selain
tokoh-tokoh dari Sulteng, juga hadir sejumlah tokoh agama mewakili
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, Konferensi Wali Gereja Indonesia,
Majelis Ulama Indonesia, Nadhatul Ulama, dan Muhammadiyah. Hadir dalam
acara tersebut Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS,
Menteri Dalam Negeri M Ma’ruf, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid
Awaluddin, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah.
Menurut Wakil Presiden, peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi di Poso
sudah sangat meresahkan. “Walaupun bukan lagi konflik, tetapi peristiwa
itu membuat warga Poso yang masih trauma susah tidur, tidak dapat
bekerja dengan baik, dan memiliki banyak masalah. Ini membuat masyarakat
menderita. Karena itu, pelaku teror di Poso harus menjadi musuh kita
semua," katanya.
Jusuf Kalla menambahkan, peristiwa yang terjadi di Poso belakangan ini
menyedihkan semua masyarakat Indonesia. “Sakit di Poso adalah sakit buat
kita Indonesia ini. Itulah prinsip-prinsip kita bernegara," katanya.
Secara tegas Wakil Presiden mendesak Kepolisian Republik IndonesiaPolri
untuk segera menangkap para pelaku teror di Poso.
Sedangkan Gubernur Sulteng HB Paliudju mengatakan, masyarakat akar
rumput di Poso sangat menginginkan agar Poso dapat seperti dulu lagi,
yaitu Poso yang damai, saling menghargai, dan saling menyayangi.
“Berkali-kali masyarakat tingkat bawah menyampaikan itu pada kami," kata
Paliudju.
Paliudju mengharapkan, Wapres dapat memberikan jalan keluar penyelesaian
semua persoalan di Poso. “jangan lagi ada korban yang jatuh akibat
tindak kekerasan di Sulteng," katanya.
Menanggapi hal itu, Wapres menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah
daerah bersama dengan Polri dan TNI dapat menyelesaikan persoalan di
Poso. “Tapi, sebagai bangsa yang besar, kita harus menyelesaikan masalah
di Poso secara bersama-sama. Saya yakin kesulitan apapun di Indonesia
dapat kita selesaikan jika bersama-sama," ujar Wapres.
Wapres meminta, seluruh komponen masyarakat di Sulteng, khususnya Poso,
untuk terus menyuarakan perdamaian. Karena tidak ada daerah yang damai
tanpa keinginan damai dari seluruh warganya. “Sehebat apapun pengambil
inisiatif, kalau masyarakat tidak damai, tidak akan bisa," katanya.
Wapres beserta rombongan tiba di Bandara Mutiara Palu sekitar pukul
16.30 Wita. Di ruang VIP bandara, Wapres melakukan pertemuan dengan
Gubernur Sulteng HB Paliudju, Kepala Polda Sulteng Brigadir Jenderal
Badrodin Haiti, dan Komandan Komando Resor Militer 132/Tadulako Kolonel
(Inf) Husein Malik.
Dari Bandara Mutiara Palu, , Wapres menuju Wisma Gubernur Sulteng
Siranindi untuk mengikuti acara halal bihalal. Seusai halal bilahal,
Wapres melakukan pertemuan tertutup dengan tokoh-tokoh masyarakat dan
agama Sulteng, khususnya dari Poso. Pertemuan dengan tokoh agama Islam
dilakukan di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulteng.
Sedangkan pertemuan dengan tokoh agama Kristen dilakukan di Wisma
Siranindi. Rencananya, besok pagi, Wapres akan melanjutkan pertemuan
dengan tokoh-tokoh agama Islam dan Kristen sekaligus di Wisma Siranindi.
(REI) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|