A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 07052005  
   
  ► e-ti/setneg  
  = Coba Rekatkan Hubungan Jakarta-KL
= Golkar Lebih Solid
 
     
 
BERITA

 

Jusuf Kalla

Coba Rekatkan Kembali Hubungan Jakarta-KL


Johor Bahru, Kompas 7/05/2005: Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Malaysia, Jumat (6/5), ternyata lebih banyak mencerminkan usaha merekatkan kembali hubungan Jakarta dan Kuala Lumpur, yang sempat tegang akibat persoalan Ambalat.

Upaya menjalin kembali persahabatan antardua negara serumpun itu, menurut laporan wartawan Kompas Taufik H Mihardja, tidak hanya pada level pemerintah. Kalla justru mencoba menghidupkan kembali kontak pada level masyarakat. Ini antara lain ditandai dengan kunjungan Kalla ke Sekolah Menengah Agama Bugisiah di Kampung Tampok, Benut, Johor Bahru.

Berbeda dengan kunjungan sehari sebelumnya ke Singapura, yang lebih berbau bisnis- yakni mengundang investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia, terutama dalam bidang infrastruktur- kunjungan Kalla ke Malaysia lebih terasa sebagai kunjungan persahabatan.

Kalla mengawalinya dengan pertemuan empat mata dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Najib Tun Abdul Rajak, yang dilanjutkan pertemuan antardelegasi RI dan Malaysia di Kantor Wakil PM. Dalam jumpa pers bersama, Najib mengemukakan, hal itu merupakan pertemuan antardua belah pihak yang memiliki hubungan sejarah dan budaya begitu dekat, yang tentunya harus dipelihara.

"Karena itu, sekiranya ada masalah-masalah yang tak dapat dielakkan akibat adanya perspektif yang berbeda, maka itu perlu diselesaikan dengan jalan perundingan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam soal Ambalat," kata Najib.

Saat menunggu hasil perundingan yang sedang dilakukan pada tingkat pejabat tinggi dan ahli, menurut Najib, angkatan bersenjata kedua negara juga harus berusaha meredakan ketegangan di lapangan. Media massa, ujarnya, juga sebaiknya tidak turut memanas-manasi suasana.

Ditanya apakah untuk meredakan ketegangan kedua belah pihak perlu menarik kehadiran militernya di perbatasan yang disengketakan itu, Najib mengatakan, tidak perlu. Kehadiran militer boleh saja. Yang penting, katanya, jangan ada upaya unjuk kekuatan.

Lagi pula, menurut Kalla, Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara sudah sepakat melakukan pembahasan pada tingkat teknis tentang patroli bersama.

Sambil tersenyum, Najib mengatakan, kalau terjadi pertemuan antara dua kapal, "Ya saling lambai tangan saja. Lebih baik kita berkasih daripada berperang."

Najib menambahkan, hal lain yang dibahas adalah soal ekonomi, investasi, pariwisata, dan hubungan antarrakyat kedua negara. Akan dikembangkan, katanya, peningkatan hubungan antarpenduduk serta antarwakil rakyat kedua negara.

Soal penebangan liar, Najib mengungkapkan, akan ada nota kesepahaman (MOU) untuk memberantas penebangan liar yang belakangan ini marak. Malaysia antara lain akan menentukan sejumlah pelabuhan yang dikhususkan untuk impor kayu sehingga kalau ada pelabuhan lain yang mengimpor kayu berarti kayu itu ilegal.

Kalla menimpali, "Banyak hal yang dibahas secara positif, apakah itu di bidang budaya atau kerja sama ekonomi." Masalah hal yang sensitif, yakni TKI, katanya, juga dibahas dengan baik karena disadari bahwa baik Indonesia maupun Malaysia memiliki kepentingan bersama di bidang ini.

Tokoh Bugis

Menurut Kalla, ke depan akan didorong makin meningkatnya kontak. Tidak hanya pada level pejabat tinggi antarkedua negara, tetapi pada level penduduk. "Tak ada dua negara bertetangga yang hubungan sejarah serta budayanya sedekat dan sesempurna ini," papar Kalla.

Untuk itu pula, Kalla kemarin menyempatkan diri terbang dari Kuala Lumpur ke Johor Bahru untuk menemui warga Malaysia keturunan Bugis yang berhimpun dalam Majlis Perhimpunan Serumpun Sebudaya.

Diiringi musik rebana yang bertalu-talu, Kalla kemarin disambut sebagai seorang tokoh Bugis. Banyak pria berpakaian ala Bugis dengan dominasi warna pakaian dan peci hitam. Sejumlah tenda raksasa didirikan dan ratusan meja makan disiapkan. Disajikan makanan khas Bugis, seperti nasi kuning yang di dalamnya ada daging sapi. Disediakan juga rendang ayam ala Bugis.

Sambil mendengarkan sambutan-sambutan, hadirin yang terdiri dari orang tua, muda, laki-perempuan, dan anak- anak bergabung bersama untuk mencicipi makanan Bugis tersebut.

Menteri Besar Johor Abdul Gani bin Othman mengemukakan, hubungan Bugis dengan Semenanjung Malaysia terentang ke abad ke-17. Namun, baru semenjak Perang Dunia II masyarakat Bugis menetap dan mengembangkan diri di Johor. Sejak itu banyak peran warga Bugis bagi kemajuan Malaysia, seperti halnya peran warga Melayu dari Kepulauan Riau. Hadir dalam acara itu antara lain tokoh berdarah Bugis, yakni Datuk Musa Hitam.

Kalla menyambut baik terbentuknya majlis itu sebagai wadah untuk makin mengembangkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyatakan bangga berada di situ karena 25 tahun lalu ia pernah diajak ibunya berkeliling Johor selama seminggu untuk bertemu keluarganya.

"Saya dibawa ke kebun-kebun nanas yang sekarang entah di sebelah mana. Jadi, hubungan kekeluargaan yang sangat dekat ini perlu terus dijaga dan dikembangkan, apa pun yang terjadi. Kalau ada masalah, itu masalah keluarga yang bisa diselesaikan antarkeluarga sendiri," katanya.

Mengakhiri sambutannya, Kalla mengutip sebuah pantun yang artinya, "Kalau saling merindukan, pandanglah bulan, dan pandangan kita akan bertemu."

Di situlah, katanya, kerinduan akan diselesaikan. Ia lalu mengundang para tokoh Bugis untuk berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk melihat juga kemajuan yang dicapai saudara-saudara di Indonesia.

Kalla akan kembali ke Tanah Air Sabtu malam ini setelah terlebih dulu mengadakan dialog dengan masyarakat Indonesia di Wisma Konsul Jenderal di Johor. *

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)