| |
C © updated 05122004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/balidiscovery |
|
| |
Nama :
Joop Ave
Lahir :
Yogyakarta, 5 Desember 1934
Agama :
Kristen
Pendidikan :
- HBS
- Sekolah Dagang GIKI
- Akademi Dinas Luar Negeri (1957)
- Universitas Filipina, Manila (tidak selesai)
Karir :
- Penyusun program dan penyiar bahasa Prancis RRI Pusat, Jakarta
(1957)
- Pegawai Kementerian Luar Negeri (1957)
- Konsul Jenderal RI di New York (1967)
- Sekretaris I (1970)
- Konsuler (1972)
- Kepala Istana Kepresiden Jakarta (1972-1978)
- Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri (1978- 1982)
- Direktur Jenderal Pariwisata (1982 – 1988))
- Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (1993-1998)
Kegiatan Lain :
- Ketua ASEAN Sub-Committee on Tourism (1983-1986)
- Dewan Direktur PATA (1984-1986)
Alamat Rumah :
Kompleks AKRI Gedung 20, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta
Selatan
Sumber:
Berbagai sumber, antara lain www.pdat.co.id/hg/apasiapa/
html/J/ads,20030620-84,J.html |
|
| |
|
|
|
|
Joop Ave
Press Officer Kelas Wahid
Pria bertubuh tinggi besar dan membujang ini dikenal humoris, luwes dan
sopan santun serta sangat teliti dan apik. Sehingga ia terkadang terkesan
cerewet untuk mendapat hasil yang terbaik. Mantan Menteri Pariwisata, Pos
dan Telekomunikasi (Menparpostel), ini lebih 20 tahun bergelut di bidang
keprotokolan sehingga digelari press officer kelas wahid. Mantan Direktur
Jenderal Pariwisata (1982), ini fasih berbahasa Inggris, Prancis, dan
Jerman.
Pria yang selalu berbusana rapih ini lahir di Yogyakarta, 5 Desember 1934.
Alumni Akademi Dinas Luar Negeri (1957), ini dibesarkan ibunya, yang
belakangan bermukim di Los Angeles, AS, sepeninggal ayahnya. Dia sempat
kuliah di Universitas Filipina, Manila, namun tidak selesai.
Dia memulai karir sebagai penyusun program dan penyiar bahasa Prancis RRI
Pusat, Jakarta (1957), sebelum diterima menjadi pegawai Kementerian Luar
Negeri (1957). Sepuluh tahun kemudian, dia bertugas Konsul Jenderal RI di
New York (1967), Sekretaris I (1970) dan Konsuler (1972).
Mantan Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan (1972-1978), ini
dianugerahi gelar Kanjeng Raden Mas Haryo Condronegoro dari Mangkunegara
VIII. Pasalnya, antara lain, saat Istana Surakarta terbakar, ia salah
seorang yang ikut sibuk dalam kelompok khusus, meneliti sebab- sebab
kebakaran itu.
Sebelum diangkat menjadi Dirjen Pariwisata (1982), dia telah menjabat
Dirjen Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri (1978- 1982). Selain
menjabat dalam birokrasi, dia menjabat Ketua ASEAN Sub-Committee on
Tourism (1983-1986) dan Dewan Direktur PATA (1984-1986). ►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|