| |
C © updated 15052006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/kompas |
|
| |
Nama:
Johanna Masdani
Lahir:
Amurang, Sulawesi Utara, 29 November 1910
Meninggal:
Jakarta, 13 Mei 2006
Suami:
Masdani
Pendidikan:
- Christelijke MULO di Jakarta
- Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1961
Aktivitas:
- Jong Indonesia
- Palang Merah Indonesia
- Pembimbing Pandu Rakyat Indonesia
- Pemuda Puteri Indonesia
- Pelaku sejarah rapat Sumpah Pemuda
- Saksi sejarah detik-detik proklamasi
- Pelopor Pejuang Puteri dengan pangkat Letnan I non-NRP
-
Penghargaan,al:
- Medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia
- Bintang Gerilya
- Satya Lencana Penegak
- Bintang Mahaputra Utama 1998
Alamat Keluarga:
Jalan Menteng Raya 25, Jakarta Jakarta Pusat
|
|
| |
|
|
|
|
Johanna Masdani (1910-2006)
Bangsa Indonesia yang Sebenarnya
"Saya menjadi bangsa Indonesia dalam arti kata yang sebenarnya," kata
Jos, panggilan akrab Johanna Masdani, saat ikut aktif dan terlibat dalam
perkumpulan pemuda Indonesia di Gedung Indonesisch Clubhuis. Puteri
bangsa kelahiran Amurang, Sulawesi Utara, 29 November 1910, ini
berpulang Sabtu, 13
Mei 2006, dalam usianya yang 95 tahun.
Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Menteng Raya 25, Jakarta.
Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (15/5).
Gedung Indonesisch Clubhuis tersebut saat ini dikenal sebagai Gedung
Sumpah Pemuda. Sebagaimana ditulis dalam buku Apa dan Siapa 1985-1986,
yang diterbitkan majalah TEMPO pada 1986, berawal di gedung itulah siswa
Christelijke MULO di Jakarta itu memulai keterlibatannya pada pergerakan
Indonesia.
Di sana ia bertemu dengan tokoh-tokoh kala itu, seperti Moh Yamin, Dr
Rusmali, Mr Asaat juga dengan Masdani—mahasiswa kedokteran Stovia—yang
kemudian mempersuntingnya.
Dari Masdani, yang wafat pada Oktober 1967, itu Jos banyak belajar
tentang keberpihakan kepada rakyat dan Indonesia. Jos yang lahir pada 29
November 1910 di Amurang, Sulawesi Utara, dan berasal dari keluarga yang
berada memutuskan menjadi guru di Perguruan Rakyat, Gang Kenari, Jakarta
setelah semua bantuan dari orangtuanya diputus hanya karena ia memulai
perjuangannya.
Dalam buku Apa dan Siapa tersebut disebutkan, Jos pernah menjadi
stenotypist pada Departemen van Financien sambil terus aktif dalam Jong
Indonesia. Lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada
1961, ia kemudian mengajar di almamaternya itu.
Semasa pergerakan, ia aktif dalam Palang Merah Indonesia, menjadi
pembimbing Pandu Rakyat Indonesia serta menjadi aktivis sosial Pemuda
Puteri Indonesia. Ia dikenal juga sebagai salah satu pelaku sejarah
rapat Sumpah Pemuda dan menjadi saksi sejarah detik-detik proklamasi. Ia
pun menjadi Pelopor Pejuang Puteri dengan pangkat Letnan I non-NRP.
Dari Menteri Pertahanan Keamanan Ali Sastroamidjojo, ia memperoleh
Medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia. Itu adalah satu dari
delapan penghargaan yang diperolehnya dari Pemerintah Indonesia.
Terakhir ia memperoleh Bintang Mahaputra Utama dari Presiden BJ Habibie
tahun 1998. Semasa Soekarno, ia memperoleh Bintang Gerilya dan Satya
Lencana Penegak dari Presiden Soeharto. (Kompas, 14 Mei 2006). ► e-ti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|