A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Publikasi
 ► Mahardika
 ► Galeri
 ► Profesi
 ► Konsultan
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 21052005  
   
  ► e-ti/im  
  Nama:
JANSEN HULMAN SINAMO
Lahir:
Sidikang, 2 Juli 1958
Jabatan
Direktur Utama Institut Darma Mahardika
Alamat Bisnis:
Institut Darma Mahardika
Pulogebang Permai Blok G-11/12, Jakarta Timur 13950
Telp. 021-480 1514 Fax. 021-480 0429
E-mail: jansen@institutmahardika.com
 
 
     
 
BERITA

 

Jansen Hulman Sinamo

Pergeseran Paradigma & Loncatan Keberhasilan

 

Jika Anda ingin keberhasilan biasa perbaikilah perilaku; Jika Anda ingin keberhasilan besar perbaikilah paradigma — Stephen R. Covey

Semua loncatan-loncatan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan, kata Thomas S Kuhn dalam The Scientific Revolution, adalah akibat perbaikan atau pergeseran paradigma Mekanika klasik Newton contohnya, adalah sebuah paradigma besar yang berjaya sekitar dua abad karena ia berhasil menjawab begitu banyak persoalan-persoalan penting fisika dan ilmu pengetahuan umumnya.

Tapi dengan semakin meluasnya aplikasi paradig-ma Newton, makin dijumpai pula banyak masalah baru yang tidak bisa diselesaikan oleh paradigma itu. Sampai tahun 1915, muncullah tokoh penggeser paradigma, Albert Einstein, dengan paradigma relativistiknya yang terkenal itu.

Bukan karena paradigma Newton salah, tetapi paradigma itu tidak mampu menggambarkan seluruh realitas fisik yang coba diwakilinya. Sebaliknya paradigma Eistein ternyata lebih lengkap, lebih umum, lebih akurat, dan lebih komprehensif.

Dengan kata lain, paradigma Newton merupakan salah satu kondisi khusus saja dari paradigma Einstein, dalam hal ini hanya untuk benda-benda/partikel-partikel yang bergerak jauh di bawah kecepatan cahaya saja. Pergeseran paradigma Newton ke Einstein selanjutnya adalah sejarah sukses mahabesar sehingga majalah Time menobatkannya menjadi Person of the Century saat dunia memasuki milenium baru. Artinya dialah manusia yang seorang diri memberikan kontribusi yang paling mengubah dunia sepanjang abad ke-20.

Sukses Einstein ini tak bisa dibandingkan dengan sukses apa pun yang diperoleh dengan lebih rajin, lebih teliti, lebih cepat, atau lebih akurat dalam paradigma Newton. Sukses Einstein antara lain kita nikmati dalam bentuk pemahaman (dan karena itu penguasaan) perilaku benda-benda subatomik seperti elektron, proton, pasitron serta semua turunannya yang menjadi basis dari semua teknologi mikroelektronika termasuk komputer; pemahaman (dan karena itu penguasaan) perilaku benda-benda langit yang menjadi dasar dari semua teknologi ruang angkasa, satelit, dan komunikasi antar benua bahkan antarplanet via satelit.

Kemajuan superhebat yang dicapai bangsa Jepang dalam bidang bisnis dan ekonomi hanya dalam tempo sekitar 25 tahun, pada dasarnya juga disebabkan oleh suatu pergeseran paradigma. Paradigma kualitas, yang sesudah dipercanggih kini disebut TQM (Total Quality Management), membawa perbaikan signifikan melalui inovasi canggih di segala bidang dalam sistem produksi dan distribusi produk-produk Jepang. Jepang bahkan sempat mengalahkan mentor dan mantan penakluknya, Amerika Serikat, di berbagai sektor bisnis. Ironisnya, penggeser paradigma ini adalah orang Amerika sendiri, Dr W Edwards Deming, yang bahkan tidak dikenal di negerinya sendiri sesudah revolusi mutu berlangsung sekitar 30 tahun.

Dalam skala yang lebih kecil, teh botol Sosro dan air mineral Aqua, yang adalah produk-produk sukses besar di pasar Indonesia, adalah juga akibat munculnya paradigma baru di benak pendirinya. Mereka berdua adalah penggeser paradigma.

Contoh-contoh lain di bidang bisnis antara lain:
= Obat-obat OTC (seperti Paramex dan Inza) dijual ketengan @ 4 butir per bungkus (paradigma baru penjualan obat yang meringankan rakyat kecil, dipelopori oleh Djoenaedy Joesoef dari Konimex).
= Permen Hexos, empat butir dalam bungkus alumunium foil (paradigma baru Packaging permen yang juga dipelopori oleh Konimex Group).
= Supermarket, superstore, toko swalayan (paradigma baru berbelanja barang berkualitas, lengkap, bersih, modern, praktis, dan rekreatif).
= Multi Level Marketing (paradigma baru dalam memasarkan barang-barang khusus dengan memotong rantai distribusi antara produsen dan pengecer langsung).
= Fast Food Restaurant (paradigma baru dalam gaya makan di restoran yang cepat, efesien, standar, bersih modern, dan cukup dengan main tunjuk saja).
= Online Banking (paradigma baru dalam mengelola keuangan pribadi kita secara praktis, instan, terpercaya, hemat waktu, bebas administrasi dan antrian).

Sekarang, apakah pada tahap personal, sukses besar juga bisa dicapai lewat pergeseran paradigma? Jawabnya ya, karena sebetulnya semua pergeseran paradigma selalu bersifat personal. Organisasi bisnis (dan organisasi apa pun) adalah konteks terjadinya paradigma dan atau sebagai alat untuk merealisasikan paradigma tersebut.

Paradigma baru pada tahap personal biasanya terjadinya bersamaan dengan hal-hal berikut ini: Ia melihat sebuah visi baru (realitas harapan yang jauh lebih menarik dari realitas masa kini); Ia menyadari harus memainkan suatu peran baru yang unik dan vital; Ia memakai nama baru, julukan baru, dan identitas baru; Ia merumuskan dan memakai rule of the game yang baru, nilai-nilai dan etos yang baru, serta motto atau slogan yang baru; Ia menghayati gaya hidup baru, sikap baru, perilaku baru, dan cara bicara yang baru pula.

Mari kita lihat contoh-contoh berikut:
= Mohandas Gandhi mengalami pergeseran paradigma di Afrika Selatan, melihat visi India merdeka, kembali ke India, memakai nama baru Mahatma Gandhi berjuang dengan konsep satyagraha, menganut metode non-violence, hidup bersahaja, vegetarian, mandiri total, dan menjadi hati nurani India pada zamannya.

= Simon penjala ikan mengalami pergeseran paradigma di depan Kristus, diberi nama baru Petrus (dari kata petra, bahasa Yunani, artinya batu karang), menjadi penjala manusia, menggembalakan domba-domba Kristus, menghayati hidup penuh cinta kasih seperti Kristus, bahkan akhirnya mati disalib dengan kepala di bawah.

= Cat Steven, penyanyi Inggris terkenal, menerima paradigma Islam, kemudian mengubah namanya menjadi Yusuf Islam, meninggalkan gaya hidup lama sebagai artis, makan dan minum cara Islami, berjubah dan berkopiah putih ala Arab.

= Soekarno, mengalami pergeseran paradigma tatkala ia sekolah di HBS Surabaya saat tinggal di rumah tokoh pergerakan HOS Cokroaminoto, melihat visi Indonesia merdeka, menjuluki dirinya sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia, kelak digelari lagi sebagai pahlawan besar revolusi, berjuang dengan falsafah marhaenisme, merumuskan Pancasila, dan menjadi aktor sentral membebaskan 70 juta rakyat Indonesia dari fasisme Jepang dan sisa-sisa imperialisme Belanda pada tahun 1945.

= Fred Smith, menyadari paradigma baru tentang bisnis parcel ketika ia duduk di sekolah bisnis, melihat visi parcel overnight express, mendirikan Federal Express, merumuskan rule of the game yang baru dalam industrinya, dan menjadi pemain utama industri itu sekarang.

= Steve Job dan Steve Wozniak, menyadari paradigma baru personal computer justru oleh karena keterbatasan mereka, melihat visi baru industri PC (tanpa harus membuat chip sendiri), melahirkan Apple Computer, sempat merajai bisnis PC, menampilkan gaya bekerja non-konvensional.

= Bill Gates menyadari paradigma baru komputer mini telah tiba dan karenanya memutuskan untuk mundur dari Harvard University tahun 1977, dan bersama kawannya Paul Allen melihat visi komputer di setiap meja rumah, memutuskan untuk menekuni software yang user friendly, mendirikan Microsoft, bekerja tidak kenal waktu, mempelopori etos kerja 7 jam di rumah (maksudnya di kantor 17 jam dan pulang hanya untuk tidur beberapa jam, dan tiba kembali di kantor sebelum 7 jam waktu rumah habis) merombak rule of the game industri komputer dari hardware-oriented ke software-oriented berbasis PC yang makin lama makin canggih, user friendly, tapi semakin murah. Hal-hal di atas membuat Microsoft menjadi panglima industri komputer dan sekalian menumbangkan IBM dari kepanglimaannya, yang sekitar 10 tahun sebelumnya disebut-sebut sebagai perusahaan terbaik di dunia yang tak mungkin bangkrut.

= Syaykh Abdussalam Panji Gumilang menggagas dan mengaplikasi paradigma baru pendidikan pesantren yang sebelumnya terkesan kumuh menjadi modern (pesantren spirit but modern system) dengan motto pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian. Mengubah nama pesantren menjadi ma’had, Ma’had (Pesantren) Al-Zaytun. Melepas kebiasaan santri pakai sarung dengan memakai double dress lengkap dengan dasinya. Membangun fasilitas belajar dan asrama dengan berbagai fasiltas modern.

= Tak cukup ruang di sini untuk mencetuskan kisah-kisah Sukiyanto dengan Es Teller 77-nya, Ny Moeryati Soedibyo dengan Mustika Ratu-nya, TB Simatupang dengan Keesaan Gereja-nya, AH Nasution dengan Dwifungsi ABRI-nya, dan last but not lest Soeharto dengan Orde Baru-nya. Ya, paradigma Soeharto adalah sebuah sukses di zamannya, meskipun kita tahu paradigma itu memang akhirnya usang dan karenanya kalah dengan paradigma yang lebih baru. Tapi sekali lagi, keberhasilan yang signifikan selalu datang dari suatu pergeseran paradigma yang fundamental.

Beberapa Pelajaran Praktis
Dari kisah-kisah di atas dapat ditarik sejumlah pelajaran:
1. Kita perlu menganalisis existing paradigm yang kita anut dan hayati.
2. Kita perlu pula menganalisis dunia sekeliling kita (memakai analisis SWOT umpamanya) dan melihat apakah paradigma baru sudah akan muncul dan menentukan apakah kita menjadi penggeser paradigma atau pengikut paradigma.
3. Perubahan adalah akibat paradigma baru, tetapi perubahan juga mengakibatkan paradigma-paradigma baru di berbagai bidang. Sebagai orang bisnis, kita senantiasa perlu melakukan studi mengenai perubahan, trend atau kecenderungan, dan studi futurisme.
4. Agar sebuah program baru organisasi dilaksanakan di lapangan, maka diperlukan upaya komunikasi untuk mengubah paradigma seluruh karyawan.
5. Perubahan paradigma karyawan harus diikuti oleh internalisasi visi baru, perumusan peranan-peranan baru, implementasi nilai-nilai baru yang ujung-ujungnya menyebabkan perubahan sistem, struktur, dan prosedur.
6. Jika Anda tidak bersedia mengubah paradigma Anda secara proaktif, maka Anda akan berhadapan dengan krisis pada waktunya.
7. Jika Anda melawan paradigma baru yang lebih superior (artinya paradigma Anda beku) itu artinya sama dengan bunuh diri secara pelan tapi pasti.
8. Mengubah paradigma organisasi tanpa disertai kesediaan mengubah struktur, sistem dan prosedur akan menimbulkan frustasi besar, apatisme, bahkan perlawanan.
9. Mengubah paradigma karyawan secara komprehensif (artinya disertai internalisasi visi, pendefinisian peranan baru, sasaran baru , team baru, sistem baru, dan seterusnya) akan mentransformasikan karyawan melampaui (beyond) dirinya yang biasa sehingga pada hakikatnya terjadi sebuah transformasi kualitas SDM.
10. Eksplorasi paradigma baru adalah pemetaan bisnis masa depan atau pemetaan sukses di masa yang akan datang. Barangsiapa berhasil melakukannya akan menjadi pemimpin sukses masa depan.

Semoga Anda semua menjadi insan demikian. Dan kepada pemeluk setia, izinkan pula saya sampaikan Selamat Idulfiri 1423 karena pengalaman keagamaan pun dapat menjadi sebuah titik berangkat pergeseran paradigma. Kiranya paradigma itu merupakan hal membuat negeri kita lebih hijau dengan senyuman nyiurnya yang terkenal. ►e-ti/*) Jansen H Sinamo, Guru Ethos Indonesia, Direktur Jansen Sinamo WorkEthos Training Center. Dapat dihubungi langsung di jansenhs@institutmahardika.com
Ethos21. 

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)