| |
C © updated 21052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/im |
|
| |
Nama:
JANSEN HULMAN SINAMO
Lahir:
Sidikang, 2 Juli 1958
Jabatan
Direktur Utama Institut Darma Mahardika
Alamat Bisnis:
Institut Darma Mahardika
Pulogebang Permai Blok G-11/12, Jakarta Timur 13950
Telp. 021-480 1514 Fax. 021-480 0429
E-mail: jansen@institutmahardika.com
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Jansen Hulman Sinamo
Agama dan Etos
Jansen Sinamo menilai bahwa bangsa Indonesia yang merupakan bangsa
beragama sebenarnya memiliki potensi etos yang baik. Agama memberi
orientasi dan makna hidup. Agama memberikan nilai-nilai pegangan dan
tuntunan dalam hidup sehingga menjadi standar-standar perilaku, tidak
hanyut dalam keputusasaan, dan kejahatan.
Sejarah peradaban telah menunjukkan bahwa nilai-nilai yang menjadi
pegangan masyarakat sekarang seperti toleransi, saling menghargai,
saling mencintai dan tenggang rasa di tiap kebudayaan, di tiap negara,
di tiap benua, di tiap masyarakat adalah nilai-nilai yang sebenarnya
terbentuk oleh karena pengaruh agama secara dominan.
Lalu mengapa bangsa Indonesia malah terjebak menjadi bangsa yang gemar
korupsi, pelanggaran HAM, dan sebagainya? Menjawab pertanyaan ini,
Jansen berpendapat bahwa hal itu disebabkan oleh adanya pemisahan antara
kehidupan sosial dan kehidupan agama.
Beragama dianggap urusan pribadi dengan Tuhan. Bagi orang Kristen
misalnya, urusan dengan Tuhan dianggap hanya pada hari Minggu sedangkan
hari Senin sampai Sabtu seakan-akan boleh melakukan hal-hal yang tidak
baik. Pemisahan antara yang sakral dengan sekular terjadi begitu saja
tanpa disadari. Misalkan saja, ada polisi yang menilang dan meminta
’uang damai’ padahal besok dia harus beribadah.
Sesudah ibadah, dia kembali lagi melakukan ‘pekerjaannya’. Kenyataan
ini menunjukkan bahwa kesalehan pribadi tidak diteruskan menjadi
kesalehan sosial, kesalehan kerja. Menurut Jansen, etos kerja adalah
juga merupakan kesalehan kerja. Seharusnya, ibadah yang dilakukan akan
menguatkannya di dunia kerja.
Dengan adanya konsistensi dan sinkronisasi antara kehidupan sosial dan
agama, keberhasilan di tingkat pribadi, organisasi bahkan tingkat
berbangsa dan bernegara bisa diraih dengan gemilang. Indonesia tidak
akan dipandang lagi sebagai bangsa munafik, tetapi akan dikenal sebagai
bangsa yang maju, tempat bagi negara-negara yang membutuhkan minta
bantuan, tempat diadakannya event-event internasional. Indonesia menjadi
berkah bagi bangsa-bangsa lain. Tetapi tanpa perubahan etos niscaya
cita-cita itu tidak akan pernah menjadi kenyataan. ►e-ti/atur-juka
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|