| |
C © updated 20052003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/kps |
|
| |
Nama :
Dr (HC) Jakob Oetama
Lahir:
Borobudur, 27 September 1931
Agama :
Katolik
Pendidikan:
- SD, Yogyakarta (1945)
- SMA (Seminari), Yogyakarta (1951)
- BI Ilmu Sejarah P & K, Jakarta (1956)
- Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)
- Fakultas Sosial Politik UGM, Yogyakarta (1961)
Pengalaman Kerja:
- Guru SMP Mardiyuana di Cipanas (1952)
- Guru SMP Van Lith di Jakarta (1953)
- Redaktur mingguan Penabur di Jakarta (1955)
- Pemred Intisari (1963)
- Pemred Kompas (1965-1980)
- Pemimpin Umum Kompas (1980-sekarang)
- Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia (1980-sekarang)
Karya Tulis:
Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi
di Fisipol UGM tahun 1962)
Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
Berpkir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
Organisasi/Kegiatan Lain:
- Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
(1965-1969)
- Anggota DPR Utusan Golongan Pers (1966-1977)
- Ketua Pembina Pengurus Pusat PWI (1973)
- Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN (1974
- Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
- Anggota Dewan Penasihat PWI
- Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
- Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai,
Amerika Serikat
- Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar
(1980)
- Direktur Impor PT Inpers (1980)
- Komisaris PT Dasar Utama Pers (1980)
- Ketua Bidang Pendidikan SGP (1981)
- Bendahara Yayasan Obor Indonesia (1981)
- Komisaris Dewan Penyantun LBH (1981)
Alamat Rumah :
Jalan Sriwijaya Raya 40, Jakarta Selatan
Alamat Kantor :
Harian Kompas, Palmerah Selatan 22, Jakarta Pusat Telp: 543008
Sumber:
Suara Pembaruan 19 April 2003, Kompas 19 April 2003 dan PDAT
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03
== Jakob Oetama (03)
Guru Jadi Panutan Pengusaha
Jakob Oetama menerima penghargaan sebagai Entrepreneur of The Year untuk
Tokoh yang Memberi Inspirasi di Masa Mendatang. Jakob memulai pengalaman
kerja sebagai guru, tetapi kini menjadi usahawan yang meraih penghargaan
Entrepreneur of The Year dari Ernst & Young. Dia memasuki dunia usaha
tahun 1963, setelah bersama dengan PK Ojong memulai penerbitan majalah
Intisari dan penerbitan surat kabar Kompas tahun 1965.
Saat menerima penghargaan, Pemimpin Kelompok Kompas Gramedia Jakob
Oetama mengungkapkan, dalam perjalanan hidupnya, dirinya terinspirasi
pemikiran besar dari Anthony Giddens. Di mana disebutkan bahwa ada tiga
pilar yang mutlak dijaga keseimbangannya, yakni pemerintah, civil
society, dan kalangan bisnis.
”Pengalaman saya dalam bekerja, tujuan terwujud karena tim, bukan
bekerja secara pribadi. Akan tetapi, kerja sama itu hanya dapat terwujud
dengan semangat totalitas antara pikiran, hati, dan komitmen,” ujar
Jakob Oetama.
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution menyatakan,
penghargaan setinggi itu pantas diberikan kepada Jakob Oetama. Sejak
dahulu, kebolehan filosofi Jakob Oetama sungguh hebat karena bukan hanya
berhenti pada pemikiran, tetapi juga sampai pada realitas.
”Bangsa Indonesia membutuhkan pemikiran besar Jakob Oetama yang mampu
menggerakkan seluruh negara ini,” kata Anwar.
Dalam buku program EoY 2005 disebutkan, Kelompok Kompas Gramedia dalam
40 tahun terakhir ini terus membukukan keuntungan secara konsisten,
meskipun para penerbit bermunculan dan berguguran. Bahkan, selama krisis
keuangan bisa bertahan tanpa melakukan pemecatan terhadap satu karyawan
pun.
Kelompok Kompas Gramedia yang mempunyai lebih dari 30 anak perusahaan di
bidang media cetak, media elektronik, ritel, hotel, penerbitan, bisnis
tisu dan sejalan dengan perkembangan grup ini telah menyediakan lapangan
pekerjaan bagi 11.000 karyawan. Saat ini Kelompok Kompas Gramedia sedang
menjajaki kemungkinan kemitraan dengan perusahaan internasional dan
ekspansi regional.
Bidang budaya
Jakob Oetama bukan hanya memberikan sumbangsih dalam bidang usaha,
tetapi juga bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Dia juga diakui telah
memberikan pengaruh tertentu kepada kehidupan pers di Indonesia.
Bulan April 2003, Jakob Oetama pernah menerima gelar Doktor Honoris
Causa (HC) di Bidang Komunikasi yang dianugerahkan Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada menilai, Jakob Oetama sejak
tahun 1965 berhasil mengembangkan wawasan dan karya jurnalisme bernuansa
sejuk. Salah satu ”kultur jurnalisme yang khas” yang dikembangkan
promovendus adalah ”jurnalisme damai”.
Program tahunan
Ernst & Young menyelenggarakan program penghargaan tahunan Entrepreneur
Of The Year (EOY) yang diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 1986
untuk memilih para usahawan yang dinilai paling berhasil dan inovatif.
Selama 19 tahun terakhir ini, program penghargaan EOY telah menjangkau
ke lebih dari 35 negara di dunia.
Program EOY di Indonesia akan menobatkan para usahawan yang berhasil di
bidangnya. Dengan demikian, program ini sekaligus menetapkan tokoh
panutan di bidang usaha yang dapat memberi inspirasi kepada para
usahawan untuk menjadi pemimpin industri di masa mendatang.
Program ini juga mendorong berbagai kegiatan entrepreneur serta
menghargai keberhasilan luar biasa para entrepreneur yang telah
memberikan kontribusi berharga bagi perekonomian Indonesia, antara lain
dengan membuka lapangan pekerjaan, menghasilkan inovasi, dan
meningkatkan daya saing Indonesia.
Selain itu, seiring dengan meningkatnya minat untuk menghargai peran
penting para usahawan dalam ekonomi global, untuk ketiga kalinya Ernst &
Young akan mempersembahkan penghargaan World Entrepreneur of The Year
(WEOY) di Kota Monte Carlo, Monaco, Mei 2006.
Proses penghargaan dimulai dengan mengirimkan undangan para nominasi.
Dari banyaknya para nominator yang diterima, dilakukan seleksi untuk
menjadi nominasi penerima penghargaan EOY. Untuk menerima penghargaan
tersebut, setiap penerima penghargaan EOY akan melewati proses seleksi
ketat, yang mencakup pendaftaran kinerja keuangan masing-masing
perusahaan, berikut keterangan pribadi, serta perusahaan tersebut dan
referensi lain yang terkait.
Perwakilan Ernst & Young akan mewawancarai nominator tersebut dan
ditindaklanjuti dengan seleksi akhir oleh panel juri independen.
Hasilnya menemukan satu tokoh yang diharapkan dapat menjadi panutan oleh
dunia usaha dunia. (Stefanus Osa Triyatna dan Buyung W Kusuma, Kompas 25
November 2005) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|