| |
C © updated 17022009 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
BIODATA
Nama:
Prof. Iwan Jaya Azis SE, M.SC, Ph.D
Lahir:
Surabaya, 17 Februari 1953
Agama:
Islam
Isteri:
Erina E.Azis
Anak:
Mirko Jaya Azis dan Mariko Jana
Ayah:
Abdul Azis
Ibu:
Toety Amisutin Agusdina
Pendidikan:
- SD, Surabaya (1964)
- SMP, Surabaya (1967)
- SMA Surabaya (1971)
- FE UI (1978)
- Universitas Cornell, Ithaca, New York, AS (Doktor, 1983)
- UNCRD Program on Regional Development, Jepang (1979)
Karir:
- Asisten Pengajar (1976-1978), Kepala Biro Kemahasiswaan
(1978-1979), dan Dosen FE UI (1979-sekarang)
- Kepala Jurusan Studi Pembangunan FE UI (1984-sekarang)
- Ketua Program Pascasarjana bidang Ekonomi UI (1984-sekarang)
- Dosen Tamu pada Department of City & Regional Planning Cornell
University, New York, AS (1982-1983)
- Asisten Muda LPEM UI (1976-1978)
- Junior Research Associate LPEM UI (1978-1983)
- Staf Pengajar Pusat Perencanaan Nasional LPEM UI (1978-1979)
- Research Associate LPEM UI (1983-sekarang)
- Pengajar Pusat Perencanaan Nasional LPEM UI (1984-sekarang)
- Guru Besar Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia (UI)
Organisasi:
- ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia)
- International Regional Science Association
- American Economic Association
- East Asian Economic dll.
Alamat Rumah:
Jalan Kertosono 12, Menteng, Jakarta
Alamat Kantor:
LPEM FE UI, Jalan Salemba 4, Jakarta
|
|
| |
|
|
|
|
| IWAN JAYA AZIS HOME |
|
|
 |
Prof. Iwan Jaya Azis SE, M.SC, Ph.D
Ahli Matematika Ekonomi & Regional Guru Besar
Cornell University, AS dan Fakultas Ekonomi
Unversitas Indonesia (UI), ini seorang ahli matematika ekonomi dan
ekonomi regional. Pria
kelahiran Surabaya, 17 Februari 1953, ini lulusan (doktor) Cornell
University, Ithaca, New York. Anak wartawan terkenal, Abdul Azis dan
Toety Amisutin Agusdina, pemilik harian Surabaya Post, ini sejak kecil
bercita-cita menjadi ekonom.
Pusat Data Tokoh Indonesia mencatat, Iwan menempuh pendidikan SD (1964), SMP (1967) dan SMA (1971) di kota
kelahirannya Surabaya. Setamat SMA, Iwan masuk Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia (UI). Pria yang luwes dan cepat bergaul, ini
populer di antara para mahasiswi. Ia juga senang membantu teman dan
aktif di berbagai kegiatan kampus, sehingga ia terpilih sebagai
Mahasiswa Teladan.
Meraih gelar kesarjanaan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia (FEUI) tahun 1978. Setahun
kemudian mendapat kesempatan belajar di United Nation Center for
Regional Development, UNCRD, Jepang. Kemudian, Iwan memperdalam ilmu di
Cornell University, Ithaca, New York dan memperoleh gelar MSc (1982) dan
Ph.D. pada tahun 1983.
karirnya sebagai dosen diawali sebagai Asisten Pengajar (1976-1978).
Kemudian menjabat Kepala Biro Kemahasiswaan (1978-1979), dan Dosen FE UI
sejak 1979. Lalu menjabat Kepala Jurusan Studi Pembangunan FE UI (1984),
Ketua Program Pascasarjana bidang Ekonomi UI (1984).
ia juga aktif sebagai Dosen Tamu pada Department of City & Regional
Planning Cornell University, New York, AS (1982-1983). Asisten Muda LPEM
UI (1976-1978). Junior Research Associate LPEM UI (1978-1983) dan Staf
Pengajar Pusat Perencanaan Nasional LPEM UI (1978-1979). Research
Associate LPEM UI (1983) dan pengajar Pusat Perencanaan Nasional LPEM UI
(1984).
Sebelum menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia
(UI), ia lebih dulu sebagai Guru Besar Madya Tetap FEUI dan menjadi
Visiting Professor di Cornell University sejak 1994. Tahun 1986 pernah
pula sebagai Visiting Professor di Institute for International Studies &
Training, MITI, Jepang. Serta, sejak 1990 bertugas sebagai Forecaster
pada LINK-World Economic Group.
Selain itu, suami dari Erina E.Azis dan dua orang anak (Mirko Jaya Azis
dan Mariko Jana), ini juga aktif sebagai editor di sejumlah Jurnal
Ilmiah antara lain Review of Urban and Regional Development Studies,
Tokyo, Bulletin of Indonesian Economic Studies, Australian National
University, dan Indonesian Economic Journal terbitan ISEI Pusat. Banyak
karya tulisnya yang sudah dipunlikasi di dalam maupun di luar negeri.
Selain itu, sejak 1984 Iwan juga aktif sebagai Manggala BP7, hingga
lembaga ini dibubarkan.
Ketika Boediono sudah dipastikan terpilih menjadi Gubernur Bank
Indonesia dan meninggalkan kursi Menko Perekonomian, nama Iwan Jaya Azis,
sebagai seorang ahli keahlian Matematika Ekonomi, Operation Research,
dan Ekonomi Perencanaan & Ekonomi Regional, yang kini juga mengajar di
Cornell University (Professor and Director of Graduate Studies,
Regional Science program Adjunct Professor, Johnson Graduate School of
Management (JGSM), Cornell University), sempat dijagokan
menggantikan Boediono.
Menurut guru besar Cornell University, AS, ini dalam beberapa tahun
terakhir, pemulihan ekonomi Indonesia terbilang sangat lamban. Ia
menunjukkan indikasinya dari angka pertumbuhan yang relatif masih rendah.
Meski dalam dua tahun terakhir tercatat angka pertumbuhan di atas 6%,
secara rata-rata-setidaknya hingga 2006, produk domestik bruto (PDB)
tumbuh tidak lebih dari 5%.
Lambannya pemulihan ekonomi Indonesia pascakrisis juga tercermin pada
kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih terbelit berbagai kesulitan.
Dua hal yang paling tampak adalah tingginya angka kemiskinan dan
pengangguran.
Sejak 1999, jumlah orang miskin terus meningkat dari 35,1 juta menjadi
39,3 juta. Angka itu diperkirakan bertambah menjadi 43 juta orang pada
2009 sebagai dampak krisis global yang juga menerpa Indonesia. ►Mangatur
L Paniroy -TokohIndonesia.com
|
|