|
|
 |

Nama:
Virgiawan Listianto
Nama populer:
Iwan Fals
Lahir:
Jakarta, 3 September 1961
Ayah:
Haryoso
Ibu:
Lies
Isteri:
Rosanna (MBak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Annisa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Hobi:
Melukis
Sepak Bola
Karate
Pendidikan:
SMP 5 Bandung
SMAK BPK Bandung
Sekolah Tinggi Publisistik
Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ)
Album:
Serenade Kembang Pete ; Frustrasi ; Sarjana Muda (1981) ; Opini (1982) ;
Sumbang ; Sugali ; Kumenanti Seorang Kekasih ; Sore Tugu Pancoran ;
Ethiopia ; Aku Sayang Kamu ; Lancar Kereta Tua ; Wakil Rakyat ; 1910 ;
Mata Dewa ; Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarku ; Kemesraan ; Swami I
(Bento) ; Swami II (Kuda Lumping) ; Kantata Takwa ; Cikal ; Belum Ada
Judul ; Hijau ; Dalbo ; Orang Gila ; Terminal ; Mata Hati ; Orang
Pinggiran ; Anak Wayang ; Lagu Pemanjat ; Kantata Samsara ; Live "Peristiwa
Senayan" ; Best of the Best Iwan Fals ; Suara Hati (2002) ; Iwan Fals, In
Collaboration with (2003)
Kolaborasi:
Swami (Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel, Nanoe, Jockie Speryoprayogo, Totok
Tewel)
Kantata (Iwan Fals, WS Rendra, Sawung Jabo, Setiawan Djody, Donny Fattah,
Jockie Speryoprayogo, Totok Tewel, Doddy)
Dalbo (Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel, Nanoe, Jockie Speryoprayogo, Totok
Tewel)
Iwan Fals, In Collaboration with (2003)
Prestasi:
Juara adzan tingkat DKI semasih SD
Juara II Karate Tingkat Nasional
Juara IV Karate Tingkat Nasional, 1989
Penyanyi rekaman terbaik versi BASF 1995
Alamat:
Jalan Desa Leuwinanggung No.19 RT 01/RW02, Cimanggis - Depok 16956
|
|
=
1
2 3
4 5 6 = Iwan Fals
Inspirasi Kritik Sosial
Bekerjasama dengan para pemusik muda memberi kesegaran baru bagi Iwan Fals.
Karena itu, dalam album Iwan Fals, in Colaboration with ia mengajak
pencipta lagu muda, antara lain Pongky Jikustik dan Eross Sheila on 7,
untuk menciptakan lagu untuknya. "Melihat karya-karya mereka yang segar,
memberi kegairahan baru bagi saya," ujar Iwan.
Dengan kolaborasi itu, bukan berarti ia mengikuti jejak penyanyi lain yang
kini juga banyak berkolaborasi dengan pemusik muda. "Kolaborasi sebenarnya
saya sudah lakukan sejak 1979. Saya pernah berkolaborasi di grup Amburadul,
KPJ sama Anto Baret, Swami, Kantata, Dalbo, dan lainnya. Tetapi, memang
waktu itu tidak memakai istilah kolaborasi," ungkap Iwan ketika dijumpai
di sela persiapan acara 1 Jam Bersama Iwan Fals di Studio 1 Indosiar, Rabu
(25/6/03).
Dalam acara yang disiarkan secara langsung itu Iwan tampil membawakan
berbagai lagu, bukan hanya dari album barunya. Bahkan, ia membawakan lagu
Bento yang selama ini tidak pernah dibawakan dalam konsernya dengan alasan
lagu itu adalah karya dari Swami.
"Sebenarnya, saya tidak mau karena sudah banyak yang membawakan. Kalau
saya bawakan, nanti orang malah bosan," ujar Iwan yang sibuk mengurusi
anak bungsunya, Rayya Rambu Robbani yang kini berusia lima bulan.
Iwan benar-benar serius mempersiapkan diri untuk acara 1 Jam Bersama Iwan
Fals itu. "Kalau bagus, nantinya bisa ditayangkan di negara lain, seperti
Malaysia atua Singapura. Mudah-mudahan bisa dapat Asian Television Award
seperti yang pernah diraih 1 Jam Bersama artis lain," ungkapnya. (Media
Indonesia 27/6/03)
Ternyata, ada utang Iwan Fals --kepada PT Musica Studio’s-- yang
masih tertinggal setelah albumnya yang berjudul Suara Hati dirilis pada
2002. Tahun ini, utang seniman musik kawakan itu terbayar sudah lewat
album Iwan Fals In Collaboration With yang diedarkan mulai 18 Juni ini.
Kepada KCM pada Selasa (17/6), Iwan bercerita: ketika album Suara Hati
digarap, sebetulnya Indrawati Widjaja, Direktur Utama sekaligus Artist &
Repertoir Director PT Musica Studio’s, meminta kepada Iwan untuk
menjadikan aransemen beberapa lagu dalam album tersebut terdengar lebih
mutakhir, dengan melibatkan aranjer-aranjer musik lain di luar Iwan dan
grupnya.
Tapi, Iwan yang pada waktu itu baru kembali mengerjakan album sesudah
sekitar 10 tahun tak aktif di industri musik rekaman, ingin album
comeback-nya itu betul-betul merupakan hasil karyanya bersama grupnya.
"Saya bilang ke Bu Acin (Indrawati Widjaja), saya ingin Suara Hati
betul-betul ditangani sendiri oleh saya dan grup saya, dan baru untuk
album berikutnya saya akan mengikuti keinginan Bu Acin," kenangnya.
Jadilah album Iwan Fals In Collaboration With dibikin sesuai konsep bos
Musica Studio’s itu. Acin menempatkan Iwan sebagai vokalis yang bekerja
sama dengan sejumlah pencipta lagu, aranjer musik dan pemusik yang
rata-rata sedang populer saat ini.
***
Album baru Iwan berisi 10 lagu. Kebanyakan mengenai cinta. Empat di
antaranya adalah lagu-lagu dari album Suara Hati, yaitu Kupu-kupu Hitam
Putih, Belalang Tua, Suara Hati dan Hadapi Saja. Semuanya diaransemen
ulang.
Selebihnya adalah lagu-lagu baru. Kecuali Rinduku karya Harry Roesli, lima
lagu lainnya dibuat oleh pencipta-pencipta lagu muda, yaitu Pongky "Jikustik"
(Aku Bukan Pilihan), Eross "Sheila on 7" (Senandung Lirih), Piyu "Padi" (Sesuatu
yang Tertunda), Azis MS "Jamrud" (Ancur) dan Kikan "Cokelat" (Sudah
Berlalu).
Khusus untuk Sesuatu yang Tertunda, Iwan "berduet" dengan grup Padi. Atas
kerja sama Musica dan perusahaan rekaman Sony Music Entertainment
Indonesia yang mengontrak Padi, lagu tersebut dirilis dalam album baru
Padi, Save Our Souls, selain dalam album Iwan Fals In Collaboration With.
Sementara itu, para aranjer musik dan pemain musik yang dilibatkan, antara
lain adalah Ahmad Dhani "Dewa" (aranjer), Herry Buchery (aranjer), Bagoes
AA (aranjer), Andy "Bayou" (aranjer), gitaris Tohpati dan pemain bas Yuke
yang suami Kikan. Dhani, contohnya, menangani lagu Hadapi Saja, sementara
Herry kebagian lagu Aku Bukan Pilihan.
Terang Iwan, pemilihan lagu, aranjer musik dan pemain musik dilakukan oleh
Acin. Tapi, lanjut Iwan, ia tetap punya suara.
"Sebetulnya, lagu Ancur ciptaan Azis hampir ditolak oleh Bu Acin karena
liriknya yang nakal. Tapi, saya bilang ke Bu Acin, masukkan saja. Lirik
yang seperti itu kan ciri lagu ciptaan Azis. Akhirnya, lagu itu jadi
dipakai," ungkap Iwan yang mengaku oke-oke saja terhadap pilihan Acin.
Lantaran lirik Azis, dalam rekaman Iwan tertawa begitu menyelesaikan Ancur.
Tawa tersebut terekam dan akhirnya dijadikan bagian penutup lagu itu.
Bagi Iwan bekerja sama dengan para pencipta lagu, aranjer musik dan
pemusik tersebut amatlah menarik. "Sebelum bikin Suara Hati, saya kan
sekitar 10 tahun terputus dari industri musik rekaman. Paling-paling saya
cuma mendengarkan sepintas lagu-lagu mereka kalau menonton televisi.
Sekarang, dengan bekerja bareng mereka, saya jadi tahu keistimewaan karya
mereka. Ternyata, melodi mereka kuat, syair mereka mengenai hal-hal yang
mendasar," paparnya.
Kata Iwan lagi, para artis musik itu dilibatkan demi mendapatkan lagu-lagu
yang lebih dekat dengan masa kini. "Saya kan agak kuno," ujarnya sembari
tertawa.
"Album ini menunjukkan, Iwan juga mampu bekerja sama dengan orang-orang
muda, seperti gitaris legendaris Santana. Selain itu, album ini juga
bertujuan meluaskan pasar Iwan ke anak-anak muda," kata Acin kepada KCM,
beberapa waktu lalu. "Lagu-lagu mereka cocok untuk Iwan. Tapi, bukan
berarti mereka kehilangan ciri," imbuhnya.
***
Diterangkan oleh Acin, produksi Iwan Fals In Collaboration With dimulai
pada empat lima bulan lalu di Jakarta. Iwan mengaku tidak mengalami
masalah dalam bekerja sama dengan orang-orang muda dan menjiwai lagu-lagu
karya pencipta-pencipta lain.
"Buat saya, enggak ada senior dan yunior," ucapnya. "Sejak dulu, di
grup-grup Kantata dan Swami misalnya, saya sudah menyanyikan lagu-lagu
ciptaan orang-orang lain," lanjutnya.
Selama rekaman berjalan, aku Iwan, ia diberi kebebasan oleh para pencipta
tersebut untuk mengekspresikan lagu-lagu mereka, meski mereka hadir di
studio. Namun, Iwan tetap memerlukan aranjer vokal. Herry Buchery-lah yang
memenuhi kebutuhannya itu.
Setelah dijual mulai 18 Juni, Iwan Fals In Collaboration With akan
dipromosikan. Lagu andalannya yang dipilih oleh Acin, Aku Bukan Pilihan,
bakal bisa dinikmati di media-media elektronik.
Pada 22 Juni, dalam acara Pesta (Indosiar) edisi khusus HUT ke-476 Jakarta
yang ditayangkan langsung dari Panggung Festival Taman Impian Jaya Ancol,
Jakut, Iwan dengan gitar akustiknya akan menyuguhkan Aku Bukan Pilihan.
Sesudah itu, pada 25 Juni (mulai pukul 21.30 WIB), bakal ada acara Satu
Jam Bersama Iwan Fals (Indosiar).
Klip video Aku Bukan Pilihan juga sudah dibikin. Dengan sutradara Dimas
Djayadiningrat dari rumah produksi Rexinema, syutingnya telah digelar di
sebuah rumah tua di Depok (Jabar), pada 9 Mei lalu. (Ati, KCM)
***
Tokoh
Indonesia, dari berbagai sumber.
|
|