| |
C © updated 02042005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/indomedia |
|
| |
Nama:
Ismail Hasan Metareum
Lahir:
Sigli, Aceh 4 April 1929
Meninggal:
Jakarta, Sabtu 2 April 2005
Agama:
Islam
Isteri:
Mariani (nikah 1959)
Anak:
- Ratna Zahara
- Nasaruddin
- Hilman
- Mustafa Basri
- Taufiqurrahman
Jabatan Terakhir:
Wakil Ketua DPR/MPR
Pendidikan:
Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Pekerjaan:
- Dosen/Dekan Fakultas Hukum Universitas Trisakti
- Anggota DPR RI
- Sekretaris Fraksi PPP
- Penasihat Fraksi PPP
- Ketua Komisi
- Ketua DPR/MPR
Organisasi:
- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP)
dua periode 1989 hingga 1998
- Ketua Umum HMI (1957-1960)
- Pendiri Partai Demokrasi Islam
Kegiatan Lain:
- Pemrakarsa Forum Keprihatinan untuk Aceh (1999)
- Penasihat Taman Iskandar Muda (komunitas masyarakat Aceh) di
Jabotabek.
- Penasihat Khusus Delegasi Indonesia pada Sidang Umum PBB di New York,
AS (1978). |
|
| |
|
|
|
|
Ismail Hasan Metareum (1929-2005)
Politisi Mumpuni Bertangan Dingin
Mantan Wakil Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat
Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Ismail Hasan Metareum meninggal
di Rumah Sakit (RS) Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu 2 April 2005
dini hari pukul 02.00 wib. Jenazah politisi mumpuni dan bertangan dingin
kelahiran Sigli, Aceh 4 April 1929, ini dimakamkan di Taman Pemakaman
Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, sore harinya.
Sudah seminggu lebih mantan Ketua Umum HMI (1957-1960) ini dirawat di RS
Pelni Petamburan, Jakarta Barat. Dia yang akrab dipanggil Buya,
meninggalkan seorang istri, Mariani yang dinikahinya tahun 1959, dan
lima orang putra-putri, yakni Ratna Zahara, Nasaruddin, Hilman, Mustafa
Basri, dan Taufiqurrahman, serta sejumlah cucu.
Buya sudah malang-melintang di panggung politik Indonesia sejak tahun
1968. Memimpin PPP selama dua periode, sejak tahun 1989 hingga 1998. Di
legislatif, pernah menjabat Sekretaris Fraksi PPP, anggota DPR RI,
penasihat Fraksi PPP, Ketua Komisi sampai Ketua DPR/MPR. Dia juga ikut
mendirikan Partai Demokrasi Islam bersama Bung Hatta dan Deliar Noer.
Buya seorang politisi yang mumpuni dan 'bertangan dingin'. Dia sosok
yang luwes dalam pergaulan namun teguh memegang prinsip. Seorang pejuang
Islam dengan akhlak karimah.
Buya juga dikenal sebagai sosok pejuang bagi masyarakat Aceh. Dia
memprakarsai terbentuknya Forum Keprihatinan untuk Aceh (1999). Terakhir
Buya menjabat sebagai penasihat Taman Iskandar Muda (komunitas
masyarakat Aceh) di Jabotabek.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini pernah menjadi dosen di
universitas itu dan beberapa perguruan tinggi. Juga pernah menjadi
Penasihat Khusus Delegasi Indonesia pada Sidang Umum PBB di New York, AS
(1978).
►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|