| |
C © updated
20052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/thc |
|
| |
Nama:
Indria Samego
Lahir:
Cirebon, 13 Juni 1950
Agama:
Islam
Pendidikan:
1. Sarjana Ilmu Poitik (Drs) Fisipol UGM, 1975
2. MA Studi Pembangunan, The Flinders University of South Australia,
1989
3. Ph.D. Asian Studies, The Flinders University of South Australia, 1992
Pengalaman Kerja:
1. Peneliti pada Puslitbang Politik dan Kewilayahan (PPW) LIPI,
sejak 1976 sampai sekarang
2. Ketua Dewan Direktur Center for Infornlation and Development Studies
(CIDES), 1999 sampai sekarang
3. Asisten Wakil Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Oktober 1998
sampai Januari 2000
4. Dosen Pasca Sarjana di Universitas Satyagama, 1995 Sampai sekarang
5. Direktur Pasca Sarjana Universitas Jayaba, 2000-
6. Anggota Pengurus Harian (Pusat) Asosiasi Ilmu Ilmu Pengetahuan
Indonesia (AIPI), 1993 sampai sekarang
7. Dosen Tamu SESKO TNI, 1998 sampai sekarang
8. Staf Ahli Fraksi TNI/Polri DPR-RI, 2000 sampai $sekarang
9. Penasehat Ahli Kapolri, 2000 sampai sekarang
Karya Tulis (Pribadj dan Kelompok)
1. BiJa ABRl Menghendaki, Pustaka Mizan, Bandung, 1998
2. Bila ABRI Berhisnis, Pustaka Mizab, Bandung, 1998 J
3. Menata Negara, Pustaka Mizan , Bandung, 1999
4. TNI di Era Reformasi, Penerbit Airlangga, Jakarta, 2000.
5. Pengantar Buku Demifologisasi Politik Indoneisia, CIDES, 1998.
6. Pengantar Buku Korupsi Pplitik: Pemilu dan Legitimasi Politik pasca
Orde Baru,Cidesindo, 1999.
7. Persepsi Politik Kelas Menengah, lndonesia, CJDES 998.
8. Pemberdayaan Lemaga Perwakilan Rakyaa
Alamat:
Jl. Merak 11/78, Inkoppol, Jakasampurna, Bekasi Barat, P.O. Box
17145 telp. (021) 886.1211
|
|
| |
|
|
|
|
| INDRIA SAMEGO HOME |
|
|
 |
Indria Samego
Berbicara dalam “Paparan Akhir Tahun Ekonomi Politik CIDES 2006” di
Jakarta, Rabu (20/12), Anggota Dewan Direktur CIDES Indria Samego
mengatakan, memasuki tahun ketiga kepemimpinan SBJ-JK Indonesia masih
akan diwarnai oleh dinamika persoalan hubungan sipil dan militer.
Indria Samego
Konsolidasi demokrasi itu ternyata lebih mudah diucapkan ketimbang
dipraktekkan. Khususnya untuk Indonesia, bayangan tentang sebuah masa
pasca transisi yang menjadikan Indonesia --baik negara maupun
rakyatnya-- semakin kuat, bukannya kian konkrit melainkan makin kabur.
Kendati lembaga dan prosedur demokrasi sudah banyak diciptakan,
kekhawatiran tentang akan adanya pembalikan (reversed) atas
kecenderungan politik yang terjadi akhir-akhir ini, bukannya tanpa
alasan.
Welcome
This
site is currently under construction. Please check back at a later time.
PUBLIKASI
Indria Samego
Konsolidasi demokrasi itu ternyata lebih mudah diucapkan ketimbang
dipraktekkan. Khususnya untuk Indonesia, bayangan tentang sebuah masa
pasca transisi yang menjadikan Indonesia --baik negara maupun
rakyatnya-- semakin kuat, bukannya kian konkrit melainkan makin kabur.
Kendati lembaga dan prosedur demokrasi sudah banyak diciptakan,
kekhawatiran tentang akan adanya pembalikan (reversed) atas
kecenderungan politik yang terjadi akhir-akhir ini, bukannya tanpa
alasan.
|
|