|
|
 |

Nama:
Imam Utomo S
Lahir:
Jombang, 14 Mei 1943
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur Jawa Timur (1998-2003 dan 2003-2008)
Pangkat:
Mayjen TNI AD (Purn)
Pendidikan:
Akademi Militer Nasional (AMN) 1965
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 1979-1980
Kursus Reguler (Susreg) XII 1985-1986
Karir:
Komandan Korem 084/Suranaya 1990
Kepala Staf Kodam V Brawijaya 1993
Asisten Personel KSAD 1993-1995
Panglima Kodam V Brawijaya 1995-1997
Gubernur Jawa Timur, 26 Agustus 1998 – 2008)
Alamat Kantor:
Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya
Telepon +62-031-352-4001 +62-031-352-0005
Fax +62-031-353-3905
|
|
Imam Utomo
Gubernur Jatim 1998-2008
Mayor Jenderal TNI (Purn) Imam Utomo, dua periode menjabat Gubernur Jawa
Timur, yakni periode 1998-2003 dan 2003-2008. Pria kelahiran Jombang, 14 Mei 1943,
ini sebelumnya menjabat
Panglima Kodam V Brawijaya 1995-1997,
Asisten Personel KSAD 1993-1995,
Kepala Staf Kodam V Brawijaya 1990-1993 dan Komandan Korem 084/Suranaya 1990.
Kemudian ia digantikan Soekarwo, yang terpilih berpasangan dengan
Syaifullah Yusuf (Wakil Gubernur) melalui Pilkada yang amat
kontroversial.
Pada periode kedua (2003-2008) Imam Utomo terpilih berpasangan dengan Soenarjo
(Wakil Gubernur) yang dicalonkan F-PDIP dan F-Gabungan dengan meraih 63 dari 100 suara. Sementara pesaingnya pasangan Abdul
Kahfi-Ridwan Hisjam yang dicalonkan F-PKB dan F-PG hanya memperoleh 34
suara. Sementara satu suara abstein dan dua suara tidak sah.
Pemilihan Gubernur Jawa Timur itu berlangsung tertib dan lancar dalam
Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur, Kamis 17 Juli 2003. Perolehan suara
mutlak Imam Utomo ini menghantarkannya memimpin Jawa Timur untuk kedua
kali, dan merupakakan sejarah baru kepemimpinan Jatim karena belum ada
gubernur yang memimpin 2 periode bertururt-turut di Jawa Timur.
Sebelum pemilihan, kubu Imam Utomo yang dikarantina di Hotel JW Marriott
sudah yakin meraih minimal 64 suara. Perinciannya, Suara FPDIP utuh 31,
FGab utuh 15 suara, dan FTNI-Polri utuh 10 suara. Kemudian ditambah 6
suara yang berhasil diambil dari Fraksi Partai Golkar (FPG), dan 2 suara
dari FKB. "Setelah dihitung-hitung, suara yang akan kita peroleh ya 64 itu,"
kata Wakil Ketua FGab Farid Al Fauzi.
Sementara kubu Abdul Kahfi mengklaim akan memperoleh 50 suara,
masing-masing, 33 suara utuh dari FKB, 11 suara utuh dari FPG, mengambil 3
suara dari FGab, dan 3 suara dari FPDIP. Tapi perkiraan ini jauh meleset.
Ketua Dewan Suryo PKB Abdurrahman Wahid yang memonitor jalannya pemilihan
di salah satu hotel di Surabaya tampak sangat kecewa dengan tidak solidnya
suara koalisi strategis PKB, Golkar dan PAN yang baru saja mereka bangun.
Dengan nada sangat kecewa ia mengatakan bahwa gagasan koalisi strategis
itu gombal.
Gus Dur yakin F-PKB solid. Sebab pada malam sebelumnya, Gus Dur telah
membaiat semua anggota F-PKB DPRD Jatim di depan sejumlah kiai dengan
ancaman dilaknat dan dicabut nyawanya. Sehingga Gus Dur menyatakan bingung
sekali dengan sikap anggota F-PG, F-PAN, F-TNI/Polri dan F-Gab. Pihak PKB
merasa dikadali. Sebaliknya, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ridwan Hisjam
membantah anggota fraksinya membelot. Ridwan yakin suara F-PG solid.
Kekecewaan juga tidak dapat terhindari Abdul Kahfi. Mantan Wakil Gubernur
DKI Jakarta itu menyatakan sangat tidak menduga sama sekali kecilnya
perolehan suara yang memilihnya. Jika dilihat dari jumlah F-KB dan F-PG
yang mendukungnya saja sekurangnya ia harus mengantongi 44 suara.
Kendati saat berlangsungnya penghitungan suara, Kahfi mencoba sportif.
Saat penghitungan suara mencapai suara ke 52 untuk Imam Utomo dan 28 suara
untuk Abdul Kahfi, ia dan pasangannya Ridwan Hisjam langsung menghampiri
dan memberi ucapan selamat kepada Imam Utomo-Soenarjo sambil berangkulan.
Kemenangan mutlak pasangan Imam Utomo-Soenarjo diperkirakan ditentukan 10
suara F-TNI/Polri. Pada Rabu malam sebelumnya (16/7/03), Pangdam V/Brawijaya
Mayjen AD Sikky memberikan briefing kepada fraksi tersebut dalam sebuah
tempat di kawasan Juanda. Sedangkan tujuh suara lainnya diperkirakan dari
F-KB dan Fraksi Partai Golkar (FP-G), yang dari awal pencalonan sudah
kurang solid untuk mendukung duet Abdul Kahfi-Soenarjo.
Dengan kemenangan Imam Utomo-Soenarjo sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Jawa
Timur (Jatim) periode 2003-2008 maka proses selanjutnya adalah tahapan uji
publik calon terpilih dengan masyarakat, yang tahapannya selama tiga hari
terhitung mulai pemilihan.
Menurut Ketua DPRD Jatim Bisjrie Abdul Djalil, di Surabaya, Kamis (17/7),
tahapan uji publik adalah sesuai tata tertib pemilihan gubernur, yang
memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kalau
ada masalah.Dia mengatakan, kalau nama-nama yang telah terpilih tidak ada
masalah maka langsung dikirimkan ke Mendagri di Jakarta untuk diproses
lebih lanjut.
Sementara, Imam Utomo yang menyambut syukur dan gembira kemenangannya
menyatakan akan merangkul semua partai dan masyarakat untuk secara
bersama-sama membangun Jawa Timur. Mantan Panglima Kodam V Brawijaya itu
menyatakan akan melakukan pendekatan kepada partai lain yang secara
politik tidak mendukungnya dalam pemilihan itu.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|