| |
C © updated 19032004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/ |
|
| |
Nama:
Heri Kusrianto
Lahir:
Tahun 1965
Pengalaman kerja:
1. Sebagai karyawan urusan ticketing, di Smailing Tour and Travel,
Jakarta
2. Sebagai manajer urusan penjualan dan pemasaran, di sebuah kantor biro
perjalanan umum
3. Sebagai manajer penjualan dan pemasaran, di Ramashinta Tour and Travel,
Jakarta, tahun 1989 hingga 1991
4. Sebagai direktur, pada PT Golfindo Prima Wisata
5. Sebagai pendiri dan direktur, PT Vercelli Indah Lestasi sejak 1998
hingga sekarang
Hobby:
Olahraga Golf
Pendidikan:
Penyandang gelar Master of Business Administration, dari IEU
University
|
|
| |
|
|
|
|
Heri Kusrianto
Pebisnis Jok Kulit Mobil
Pria kelahiran tahun 1965 ini adalah pebisnis yang pandai membaca
situasi. Dia mengawali karir profesional dari bawah di beberapa biro
perjalanan umum. Namun
ketika bisnis wisata melesu bersamaan krisis multidimensional tahun 1998,
dia beralih menekuni bisnis jok
kulit mobil, menjadi bos PT Vercelli Indah Lestasi.
Karirnya diawali dari satu kantor ke kantor biro perjalanan umum yang
lain. Seperti, sebagai karyawan urusan ticketing di Smailing Tour and
Travel, lalu menjadi manajer urusan penjualan dan pemasaran di kantor biro
perjalanan umum yang lain lagi, kemudian pindah ke Ramashinta Tour and
Travel pada 1989 hingga 1991. Hingga dia dipercaya sebagai direktur di PT
Golfindo Prima Wisata.
Namun ketika bisnis wisata melesu bersamaan krisis multidimensional tahun
1998, dia alihkan konsentrasi usaha untuk mulai menekuni bisnis baru, jok
kulit kendaraan. Sejak tahun 1998 dia adalah bos PT Vercelli Indah Lestasi,
sebuah perusahaan jok kulit kendaraan bermotor. Usaha jok kulit itu dia
tekuni tanpa meninggalkan sama sekali jasa wisata yang pernah membuatnya
sempat terpuruk. Kantor lama itu tetap masih menawarkan jasa perjalanan
wisata, antara lain untuk pelesiran menyaksikan ajang balap mobil
Formula-1 misalnya ke Sepang, Malaysia.
Kejeliannya melihat peluang usaha sekaligus mengemasnya sebagai entitas
bisnis baru patut diacungi jempol. Meski awalnya dicibir sinis dan dicap
merupakan kerjaan orang yang gagal, namun karena jok kulit impor itu bukan
sembarang kulit biasa bisnisnya mulai terkenal. Pesanan pembuatan jok
kulit kendaraan mengalir seakan tiada henti dari perorangan pemilik
kendaraan biasa hingga mewah, bahkan dari sejumah dealer hingga ke agen
tunggal pemegang merek kendaraan untuk “menguliti” jok mobilnya.
Dari kantornya yang penuh dengan koleksi lukisan, di Jalan Raya Pasar
Minggu, Jakarta Selatan, itulah dia memimpin 90 karyawan serta
mengendalikan lima show room yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Berkat kecemerlangan ide dia menggagas jok kulit kendaraan, persepsi tidak
lagi sebatas tren namun telah menjadikan jok kulit sebagai gaya hidup
(lifestyle) para pemiliknya terutama kalangan menengah atas.
Khusus mobil-mobil keluaran terbaru rasanya dari show room pasti sudah
didandani dengan sesuatu yang berbau kulit. Interior mobil berbahan kulit
dan kecanggihan teknologi kendaraan, adalah dua hal sejajar baru yang
ditawarkan produsen sebagai daya tarik untuk memikat konsumen membeli
mobil. Namun, para pemilik mobil klasik agar tidak merasa ketinggalan
zaman mulai menggejala pula mendandani mobilnya dengan jok kulit.
Dengan jok kulit Heri Kusrianto menawarkan kenyamanan dan kemewahan
berkendara ke para pemilik mobil. “Orang, kalau sudah terbiasa dengan jok
kulit maka tidak mungkin tidak, setiap mobilnya akan diganti jok kulit,”
ujar Heri yang menyebutkan pemilik mobil setelah pernah merasakan jok
kulit pasti tidak betah lagi dengan jok biasa. “Jok kulit membuat orang
bebas bergerak karena lebih licin. Baju tidak berkerut sedangkan jok juga
tidak berkerut. Kulit kita tidak panas meski duduk lama.”
Perusahaan sejenis yang dipimpin Heri Kusrianto yang mampu memuaskan
kebutuhan kalangan menengah atas akan sebuah kenyamanan dan kemewahan
berkendara tidak banyak. Walau demikian, Heri mematok harga pembuatan jok
kulit tidaklah berlebihan. Untuk jenis mobil sedan pemilik hanya perlu
mengeluarkan Rp 5 juta – Rp 9 juta, dan untuk jenis family van berkisar Rp
6,5 juta – Rp 14 juta.
Namun jika harus mengganti seluruh interior mulai dari jok, dashboard,
steering wheel, console, cabin roof dengan kulit Heri menetapkan harga
antara Rp 25 juta – Rp 30 juta. “Tapi itu bukan suatu kendala. Sebab,
nilai itu tidak seberapa untuk sebuah kemewahan dan kenyamanan, terutama
bagi kalangan atas,” ujarnya.
Kepiawaian dia mengemasi interior mobil dengan kulit melahirkan banyak
keberuntungan dan kepercayaan dari hampir seluruh merek mobil built up di
Jakarta termasuk sebuah dealer mobil di Jakarta yang telah menjadikan
Vercelli sebagai desainer tetap untuk semua mobil yang dikeluarkan. Tiap
tahun dia berhasil mengganti interior 600 unit mobil dengan kulit, sekitar
80 persennya berasal dari after market dan sisanya 20 persen dari agen
tunggal pemegang merek dan dealer-dealer.
Heri penggemar golf ini menyebutkan, awalnya bisnis seperti yang dia
kelola hanya ditekuni 10 pemain, namun melihat keberhasilan dia belakangan
tak kurang ada 70 perusahaan serupa berdiri di Jakarta. Mulai dari yang
hanya punya dua tukang jahit sampai perusahaan bonafide dan mentereng.
Mulai dari yang baik hingga yang amburadul.
Heri berpesan agar mengamati jahitan untuk menilai bagus atau tidak jok
kulit. “Yang bagus masih bisa dihitung dengan jari,” kata Heri menilai
kualitas jahitan setiap perusahaan jok kulit. Selain dari kualitas jahitan,
konsumen banyak tertipu antara lain oleh penggunaan kulit palsu yakni di
belakangnya kulit tapi di lapisan atas plastik. Harga kulit seperti ini
hanya 25 persen dari kulit asli.
Heri, penyandang gelar MBA dari IEU University ini tidak mau sembarang
memilih kulit yang hendak dia pasangkan ke setiap mobil. Seluruhnya adalah
impor dan dari merek terkenal dunia, seperti Conolly (Amerika Serikat),
Schweizer (Jerman), Wollsdorf (Austria), Mastrotto, Conceria (Italia),
atau Andrew Muirhead (Skotlandia). Kelebihan jok kulit membuat penumpang
kendaraan bebas bergerak karena menjadi lebih licin. Baju tidak berkerut
demikian pula jok tidak berkerut. Bahkan kulit tidak panas walau duduk
lama. ►ht, dari berbagai sumber terutama Sinar Harapan
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|