| |
C © updated 08052007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Ir. M. Hatta Rajasa
Lahir:
Palembang, 18 Desember 1953 |
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Hatta Rajasa
Dari Menhub Jadi Mensesneg
Jakarta (8/5/07): Menteri Perhubungan Ir M Hatta Rajasa dipercayakan
menjadi Menteri Sekretaris Negara menggantikan Yusril Ihza Mahendra.
Pemindahposisian Hatta Rajasa ini diumumkan langsung Presiden SBY, di
Istana Merdeka, Senin 7 Mei 2007. Selain Hatta
ada 6 lagi menteri yang diganti.
Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa yang dimintai pendapatnya
tentang jabatan barunya itu mengungkapkan akan menata seluruh aset
negara karena banyak aset negara yang tidak terinventarisasi dan
dikuasai pihak tertentu. Sehingga dalam dua setengah tahun mendatang
persoalan ini diharapkan sudah clear (jelas).
Hatta Rajasa menegaskan salah satu prioritasnya dengan amanah baru ini
adalah penataan dan pengelolaan aset-aset negara di lingkungan Setneg
menjadi clear (jelas) sehingga nantinya tidak menimbulkan lagi
pertanyaan di masyarakat.
Hatta Rajasa mengemukakan hal itu menjawab pers usai menonton
pengumuman reshuffle kabinet terbatas oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono di Departemen Perhubungan (Dephub) Jakarta, Senin petang
7/5/07.
Hatta berkeyakinan akan dapat melakukan penataan dan pengelolaan aset
Setneg tersebut secara tuntas dalam dua setengah tahun mendatang karena
selama ini, selalu menghadapi kendala yang luar biasa.
"Prioritas program kerja lainnya adalah meningkatkan kualitas hubungan
kelembagaan Setneg dengan instansi lainnya. Komunikasi intensif dengan
semua stake holder akan ditingkatkan sehingga Setneg menjadi lebih
egaliter dan terbuka," kata Hatta
Menurut Hatta Setneg sebagai institusi yang melayani Istana Kepresidenan
adalah pintu utama. Sehingga bila Setneg masih menjadi lembaga birokrasi
yang tidak efektif, maka hal itu bertentangan dengan semangat reformasi
dan good corporate governance.
Prioritas lainnya adalah penyederhanaan dan percepatan urusan legislasi,
khususnya ketika menindaklanjuti produk perundang-undangan.
Hatta yang selalu bisa dengan cepat menguasai bidang tugas yang
diamanahkan kepadanya mengatakan: "Ketika ada undang-undang baru
diundangkan maka harapan saya, pembuatan produk turunannya seperti
Peraturan Pemerintah (PP), harus sudah selesai dalam jangka waktu enam
bulan. Ini harus menjadi tradisi baru."
Dia bertekad untuk menjawab keluhan dari sejumlah pihak selama ini
mengenai penerbitan PP sangat lama. "PP harus sudah selesai dalam enam
bulan. Sedangkan untuk perubahan peraturan yang sudah ada, harus lebih
cepat dari enam bulan," tegasnya.
Hatta berkeinginan agar setiap UU yang rata-rata inisiatif
pemerintah,dalam prosesnya diharapkan tidak ada lagi perubahan ketika
Presiden sudah membuat Amanat Presiden (Ampres) terkait dengan UU itu
untuk diserahkan ke DPR.
Selama ini ierkait dengan produk legislasi ini, ada trend, ketika
Ampres dibuat Presiden untuk disampaikan ke DPR masih dipersoalkan oleh
sebagian pihak. "Ini tidak akan terjadi lagi karena peluang untuk
mengubah konsep pemerintah, hanya di DPR dalam Daftar Inventarisasi
Masalah (DIM) yang dibahas bersama DPR," kata Hatta.
Sebelum diangkat menjadi Mensesneg, Sabtu (5/5) pukul 20.00 WIB, Hatta
Rajasa dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Puri
Cikeas Indah, Bogor. Menurut Hatta pertemuannya dengan Presiden SBY
dalam rangka penataan kabinet yang sedang dilakukan oleh Presiden. "Malam
hari ini saya diminta menghadap bapak Presiden, tentu dalam rangka Bapak
Presiden melakukan penataan kabinet, " kata Hatta.
"Tadi beliau menyampaikan bahwa beliau meminta saya untuk mengisi salah
satu pos di kabinet. Tapi posnya di mana beliaulah nanti yang akan
menyampaikan sebagai hak prerogatif Presiden. Dan saya sebagai pembantu
Presiden tentu siap di manapun ditugaskan dan bekerja semaksimal mungkin,
" lanjut Hatta. Atas tawaran Presiden itu, Hatta menyatakan
kesanggupannya untuk menerima pos barunya tersebut, tambahnya.
Salah satu menteri yang selamat dari perombakan kabinet adalah Hatta
Radjasa. Hatta sudah tahu posisinya di Departemen Perhubungan (Dephub)
bakal digeser. Ia akan pindah kantor menggantikan posisi YUsril Ihza
Mahendra sebagai Menteri Sekretaris Kabinet. Namun, Hatta Radjasa Senin
(7/5) ini tetap bekerja seperti biasa.
Saat ditemui di ruang kerjanya di lantai sembilan Gedung Departemen
Perhubungan, Hatta masih sibuk dan belum mulai mengemasi dokumen-dokumen
di ruang kerjanya. Hatta malah memanggil sejumlah wartawan dan
memperlihatkan ruang kerjanya yang masih seperti semula.
Ketika ditanya tentang perombakan kabinet, Hatta mengaku sedih dan berat
meninggalkan departemen yang dipimpinnya. Hatta Radjasa menjabat Menteri
Perhubungan sejak dua tahun lalu. Selama ia menjabat, kinerjanya banyak
mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Hal itu karena masih banyaknya
kecelakaan berbagai moda transportasi di Tanah Air.(DOR)
►ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|