| |
C © updated 13102005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Ir. M. Hatta Rajasa
Lahir:
Palembang, 18 Desember 1953 |
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Kinerja Tahun Pertama
Layanan Publik Membaik
Media 13/10/05: Sepanjang satu tahun pemerintahan Kabinet Indonesia
Bersatu, telah terjadi beberapa musibah kecelakaan yang menghantui dunia
transportasi nasional. Beberapa rentetan musibah kecelakaan transportasi
seperti kecelakaan pesawat, tabrakan kereta api, hingga kecelakaan kapal
laut. Tetapi semuanya bisa ditangani dengan baik, dan bangsa ini dapat
mengambil hikmahnya.
Kasus terakhir yang menyentak perhatian kita bersama adalah musibah
jatuhnya pesawat Mandala Airlines di Medan, Sumatra Utara. Tragedi
Mandala ini menyebabkan 143 orang tewas. Peristiwa itu telah menghentak
kesadaran kita bahwa republik ini telah kehilangan pelayanan publik.
Peristiwa itu pun telah menggugah kesadaran baru tentang pentingnya
peningkatan layanan dan keselamatan publik sebagai prioritas utama bagi
kinerja Departemen Perhubungan.
Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dalam beberapa kesempatan pernah
mengatakan pelayanan publik merupakan barometer kinerja Departemen
Perhubungan. Program satu tahun yang telah ditetapkan Dephub adalah
pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana transportasi darat, laut,
dan udara.
Program pembangunan transportasi darat, antara lain meliputi: Pertama,
menunjang program keperintisan dan penugasan, yaitu penyediaan subsidi
operasi angkutan jalan, kereta api dan angkutan perintis sungai, danau
dan penyeberangan serta pengadaan sarana angkutan keperintisan itu
sendiri.
Kedua, meningkatkan keandalan pelayanan transportasi darat melalui
rehabilitasi dan peningkatan prasarana angkutan darat. Ketiga,
melanjutkan pembangunan prasarana transportasi darat dengan pendanaan
dari pinjaman luar negeri, seperti jalur ganda kereta api. Keempat,
meningkatkan keselamatan transportasi darat melalui pembangunan
fasilitas keselamatan lalu lintas angkutan jalan, termasuk pembangunan
sistem persinyalan kereta api dan rambu-rambu lalu lintas lainnya.
Terakhir, perencanaan teknis angkutan perkotaan, desing teknis jalan dan
jembatan, serta kegiatan survey investigation and desing (SID) dermaga
penyeberangan.
Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi perubahan cukup signifikan
dalam hal penggunaan moda transportasi masyarakat. Di masa lalu, moda
transportasi paling diminati masyarakat saat mudik lebaran adalah
transportasi darat, yaitu kereta api dan bus. Sedangkan transportasi
laut menggunakan kapal laut.
Sekarang, masyarakat mulai beralih menyerbu transportasi udara. Tidak
hanya masyarakat berkantong tebal saja yang menyukai transportasi udara,
melainkan pula masyarakat kelas menengah umumnya.
Fenomena ini disebabkan adanya praktik low cost carrier yang banyak
diambil maskapai penerbangan nasional. Tarif penerbangan makin
terjangkau masyarakat luas. Dampaknya, banyak perusahaan angkutan darat
seperti bus, hidupnya mulai kembang kempis karena ditinggalkan
penumpangnya.
Kondisi infrastruktur jalan di beberapa tempat terutama di Jawa dan
Sumatra juga banyak yang rusak akibat kurang terpelihara. Salah satu
faktor ini menurunkan peminat jasa angkutan darat dan beralih ke
transportasi udara.
Dephub melihat tarif referensi penerbangan sudah dipatuhi maskapai
penerbangan, sehingga tarif tiket penerbangan punya selisih yang cukup
jauh dari tarif bus antarkota. Namun Dephub mengakui orang tidak lagi
tertarik naik bus bukan karena harganya relatif dekat dengan tarif
pesawat, melainkan fasilitas angkutan darat semakin tidak nyaman. Selain
itu pergi keluar kota menggunakan bus sangat menyiksa badan. Di samping
itu banyak jalan rusak berpengaruh pada terjadinya risiko kecelakaan.
Dephub menilai angkutan logistik mempunyai andil sangat besar dalam
merusak jalan. Contohnya, jalan yang hanya bisa menahan tekanan gandar
seberat 8 ton kenyataannya digunakan oleh kendaraan pengangkut logistik
yang bermuatan 20 ton. Praktik ini sering dilakukan
perusahaan-perusahaan pengangkut distribusi logistik, karena dengan
mengangkut lebih banyak logistik akan lebih menguntungkan secara
ekonomi. Jembatan timbang yang seharusnya berfungsi membatasi kendaraan
dengan muatan berlebih, justru menjadi sumber pungli dan KKN. Jembatan
timbang menjadi sumber pundi keuangan bagi para oknum petugas untuk
memalak sopir yang membawa muatan melebihi ketentuan.
Dephub memberikan solusi dengan mendorong penggunaan angkutan kereta api
sebagai angkutan logistik. Dengan demikian jalan raya pun akan
terpelihara dengan baik karena tidak dibebani angkutan logistik.
Dephub juga melakukan pembenahan di bidang transportasi laut dan udara.
Di bidang transportasi laut, program utama adalah menunjang program
keperintisan. Pembangunan sarana prasarana transportasi laut dengan
pendanaan pinjaman luar negeri, seperti pembangunan pelabuhan Dumai, 12
pelabuhan kecil di NTT, Maluku, Papua dan Irian Jaya Barat.
Sedangkan program transportasi udara adalah menunjang program
keperintisan. Dephub telah membangun prasarana bandar udara dengan
pendanaan luar negeri, seperti Bandara Ketaping, Mahmud Baharuddin II
dan Bandara Baru Medan. Saat ini Dephub telah mengkaji kebijakan,
perancangan dan penyuluhan di bidang transportasi udara.
Sebagai negara kepulauan, jangkauan sarana transportasi sangat mutlak
diperlukan. Untuk itu Dephub mempunyai program pemberian biaya subsidi
angkutan perintis untuk wilayah terpencil dan terisolasi.
Pada tahun anggaran 2005 subsidi angkutan perintis yang diberikan
meliputi : subsidi bus perintis di 124 lintasan senilai Rp19,983 miliar;
angkutan udara perintis pada 91 rute senilai Rp86,910 miliar; subsidi
angkutan BBM 2.342 drum senilai Rp2.731 miliar; subsidi angkutan laut
perintis atas 48 trayek senilai Rp126,150 miliar; dan pengoperasian
kapal penyeberangan perintis yang disubsidi sebanyak 22.104 trip senilai
Rp57.684 miliar. (Fabianus H. Wirawan/ Zulfahmi, Litbang Media Group) ►ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|