| |
C © updated 21082005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Hasjim Ning
Nama Lengkap:
Masagus Nur Muhammad Hasjim Ning
Lahir:
Nipah, Padang, Sumatera Barat, 22 Agustus 1916
Agama:
Islam
Isteri:
Tiga orang (isteri ketiga Ratna Maida)
Anak:
Lima orang
Pendidikan:
- SD Adabiah, Padang (1929)
- MULO, Padang (1933)
- Kursus Pembukuan A 7 B, Jakarta (1952)
- Universitas Islam Sumatera Utara (Doktor HC, 1963)
Karir:
- Presiden Direktur PT Djakarta Motor Company (1950-1953)
- Presiden Direktur (1953-1960
- Presiden Komisaris (1960-1984)
- Komisaris PT IRMC, Jakarta, (1984)
- Presiden Direktur PT Indonesian Service Company (1954-1972)
- Presiden Komisaris PT Bank Perniagaan Indonesia (1966)
- Presiden Direktur PT Pacto (1970)
- Presiden Direktur Nings and Associates (1974)
Kegiatan lain:
- Ketua Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) (1970-1971)
- Anggota Pengurus Yayasan Muslim Pancasila (1977)
- Ketua Umum Kadin Indonesia (1979-1982)
Alamat Keluarga:
Jalan Cikini Raya 24, Jakarta Pusat |
|
| |
|
|
|
|
| HASJIM NING HOME |
|
|
 |
Hasjim Ning
Beranjak dari Tukang Cuci Mobil
Lahir dan dibesarkan di Nipah, Padang, Sumatera Barat, 22 Agustus 1916.
Di situ juga dia mengecap pendidikan SD Adabiah, Padang (1929) dan MULO,
Padang (1933). Kemudian, 1937, Hasjim Ning, yang kemudian bernama
lengkap Masagus Nur Muhammad Hasjim Ning, hijrah ke Jakarta. Dia jadi
tukang cuci mobil. Dua tahun kemudian, dia sudah dipercaya menjadi
perwakilan NV Velodrome Motorcars di Tanjungkarang, Lampung.
Tak lama kemudian (1941), sempat jadi pemborong tambang batu bara di
Tanjung Enim. Lalu dia kembali lagi ke Jakarta. Kemudian menjadi
administratur perkebunan teh dan kina di Cianjur. Ketika itu pecah
perang. Dia pun sempat ikut berperang bersama Alex Kawilarang, 1945 di
Cianjur, Bandung Selatan. Lima tahun dia pensiun dengan pangkat letnan
kolonel. Lalu mengikuti Kursus Pembukuan A 7 B, Jakarta (1952).
Setelah itu, Hasyim mendirikan Djakarta Motor Company. Tiga tahun
kemudian, usaha dagang mobil itu berkembang menjadi usaha perakitan
mobil yang pertama di Indonesia. Diberi nama Indonesian Service Station.
Sejak itu, pengusaha yang mendapat gelar kehormatan Dr HC bidang Ilmu
Manajemen dari Universitas Islam Sumatera Utara, itu lebih banyak
dikenal sebagai pengusaha perakitan mobil. Padahal dia juga pengusaha
dalam berbagai bidang, baik ekspor-impor, bank, biro perjalanan, pabrik
kosmetik, maupun konsultan rekayasa.
Sebagai pengusaha sukses dia pun terpilih menjadi Ketua Umum Kadin,
1979-1982. Selain itu, dia juga masih sempat berkecimpung dalam dunia
politik. Bahkan menjadi Ketua Umum IPKI (1971). Partai ini kemudian ikut
berfusi menjadi PDI. Namun 1978 ia mengundurkan diri dari PDI. Kemudian
menyeberang ke Golkar menjelang Pemilu 1982.
Istrinya yang sekarang, Ratna Maida, adalah yang ketiga. Nama sang istri
diabadikan pada nama yacht miliknya yang ditambat di pantai Marina,
Ancol, Jakarta. Dengan yacht warna putih itu, penggemar golf ini sering
memancing bersama keluarga. Ayah lima anak ini juga menyenangi musik
klasik. ►
ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|