| |
Welcome to Harmoko Home |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/pdat |
|
| |
Nama:
H. Harmoko
Lahir:
7 Februari 1939
Jabatan:
= Ketua DPR/MPR 1997-1998
= Menteri Penerangan (1983-1997)
|
|
| |
|
|
|
|
| HARMOKO HOME |
|
|
 |
Harmoko
Menteri Penerangan Tiga Periode
Dia Menteri Penerangan tiga periode, pada Kabinet Pembangunan IV-VI
(1983-1997). Maka tak salah jika banyak orang menyebut mantan Ketua PWI (Persatuan
Wartawan Indonesia) ini sebagai loyalis Soeharto. Namun ketika mahasiswa
berdemonstrasi dan menemuinya selaku Ketua DPR/MPR, Harmoko didampingi
empat wakil ketua, lalu tampil di televisi, meminta Pak Harto mundur
dari jabatan Presiden.
Sebuah kejutan! Mungkin Pak Harto juga terkejut melihat sikap
Harmoko yang dibesarkannya. Harmoko dikira membelot. Sehari kemudian,
Senin 18 Mei, Jenderal Wiranto di layar kaca mengatakan bahwa statement
Harmoko itu pendapat pribadi, bukan institusi dan tak punya dasar hukum.
Namun Harmoko tak merasa berkhianat. Dia hanya meminta Pak Harto
bertindak lebih bijaksana sehubungan dengan tuntutan reformasi yang
disuarakan para mahasiswa, terutama menuntut Pak Harto mundur.
Walau sebenarnya, meminjam perkataan wartawan senior Rosihan Anwar,
Harmoko melakukan patricide. Dalam drama Yunani klasik orang membunuh
bapaknya dulu sebelum naik berkuasa. Itulah patricide atau "bunuh bapak".
Menurut Rosihan, Harmoko telah mengerjakannya tahun 1973 saat di
Kongres PWI Tretes, dia mengambil alih pimpinan PWI sebagai langkah
pertama perjalanan kariernya menjadi Menteri Penerangan, Ketua Umum Golkar
dan Ketua MPR/DPR. |
|