| |
C © updated 07102007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/beritajakarta |
|
| |
Nama:
Dr. Ing H Fauzi Bowo
Lahir:
Jakarta, 10 April 1948
Agama:
Islam
Jabatan:
Gubernur DKI Jakarta
Alamat Kantor:
Jl. Merdeka Selatan (Balai Agung)
Alamat Rumah:
Jl. Teuku Umar 24 Menteng
Jakarta- Pusat
E-mail:
bangfauzibowo@yahoo.co.id
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Fauzi Bowo-Prijanto
Dilantik Sebagai Gubernur-Wagub DKI
Jakarta, 7/10/2007: Fauzi Bowo dan Prijanto dilantik Menteri Dalam
Negeri Mardiyanto menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
periode 2007-2012 dalam Sidang Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
DKI Jakarta, Minggu (7/10/2007).
Fauzi Bowo dan Prijanto dilantik berdasarkan Keputusan Presiden No
91/P/2007 tertanggal 22 September 2007, setelah berhasil mengalahkan
pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar pada Pilkada DKI 8 Agustus
2007. Tepat pukul 15.24 WIB, Fauzi Bowo-Prijanto mengucapkan sumpah
sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Sidang paripurna istimewa yang mengawali prosesi pengambilan sumpah
tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Ade Surapriatna. Ade
Surapriatna dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada
Sutiyoso selama 10 tahun memimpin Jakarta dan meminta kepada Fauzi Bowo
dan wakilnya Prijanto untuk dapat menunaikan tugas dengan baik.
Acara pelantikan gubernur dilanjutkan dengan acara serah terima
jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta dari Rini Sutiyoso
kepada Sri Hartati Fauzi Bowo.
Fauzi Bowo dalam jumpa pers usai pelantikan, berjanji akan
memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sebagai bagian dari sebuah
tata kelola pemerintahan yang baik yang akan dilakukan dalam lima tahu
ke depan.
Fauzi menuturkan, ciri pemerintahan yang baik minimal melibatkan dua
unsur utama yaitu transparansi publik dan partisipasi masyarakat yang
lebih luas dalam pembangunan. Maka, dalam pembangunan kota Jakarta lima
tahun ke depan, ia berjanji akan meluangkan waktu sehari dalam satu
minggu untuk dapat berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang
lebih baik, yaitu pelayanan prima. Kita tahu di dalam tata kelola
pemerintahan yang baik di dalamnya ada transparansi dan partisipasi
masyarakat. Dua hal ini akan menjadi kunci utama yang akan kita ke
depankan dalam lima mendatang. Untuk itu, kami akan meluangkan waktu
sekali dalam seminggu bertatap muka langsung dengan masyarakat," papar
Fauzi Bowo.
Fauzi berjanji akan mengupayakan kenyamanan dan keamanan ibu kota negara
selama perayaan hari raya Idul Fitri 1428 H berlangsung. "Seratus hari
kerja saya secara rinci akan saya sampaikan setelah hari raya Idul Fitri
ini, sekarang kita akan memberikan kenyamanan lebaran di ibu kota ini
yang juga menjadi bagian dari 100 hari kerja kita," tuturnya.
Selain itu, ia juga berkomitmen akan memulai tugas sebagai Gubernur DKI
Jakarta pada hari pertama usai pelantikan hari ini. Tugas pertama yang
akan ia laksanakan yaitu meresmikan pasar murah di lima wilayah
kotamadya DKI Jakarta dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1428
H.
"Kami akan memulai kerja pada hari pertama setelah pelantikan ini. Besok
kita akan meresmikan pasar murah di lima kotamadya. Pasar ini bertujuan
membantu warga Jakarta yang kurang mampu yang ingin merayakan lebaran,"
jelasnya.
Pelantikan itu dihadiri sekitar 1.000 undangan dan 20 perwakilan duta
besar negara sahabat. Tokoh masyarakat yang hadir di antaranya Ketua
Umum PB Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Perwakilan Daerah
Ginandjar Kartasasmita, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi, dan
Wakil Ketua DPR AM Fatwa.
Sistem Transportasi
Mendagri Mardiyanto dalam sambutannya, meminta Fauzi memanfaatkan
desentralisasi kekuasaan dalam otonomi daerah secara optimal. Sebagai
gubernur pemerintah provinsi di ibu kota negara, Fauzi diminta Mendagri
agar menjaga dan melestarikan budaya Betawi, mengembangkan sistem
transportasi guna mengatasi kemacetan, serta memperbaiki lingkungan
hidup dan tata ruang Jakarta. Perbaikan saluran untuk mengurangi banjir
dan peningkatan kapasitas ekonomi harus diberi prioritas dalam
pembangunan Jakarta.
Mardiyanto juga memberi Fauzi tujuh pesan yang diperlukan bagi
pembangunan. Pesan itu adalah wajib belajar 12 tahun harus dimulai dari
Jakarta, pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin, penciptaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah yang transparan dan mementingkan belanja
publik, menciptakan kerja sama dengan daerah lain, mewaspadai terorisme,
sinergi dengan DPRD, dan menjaga komunikasi yang baik dengan warga
Jakarta.
Fauzi Bowo menyambut baik semua saran Mardiyanto. Sebagai wujud
pelaksanaan janji saat kampanye, ia berjanji akan memberikan pelayanan
lebih baik kepada warga dan membuka kesempatan komunikasi langsung
dirinya dengan rakyat satu minggu sekali.
Fauzi juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja sama dengan
pemerintah dalam membangun Jakarta. Sebagai timbal baliknya, partisipasi
publik akan diakomodasi dalam pembangunan secara langsung.
Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, berjanji akan segera
mengadakan inspeksi dan memperbaiki semua masalah kecil dalam
pembangunan jalur bus transjakarta dan berusaha mempercepatnya.
Berdasarkan pemantauannya, Fauzi menemukan beberapa kesalahan teknis
pembangunan yang menciptakan tambahan hambatan jalan dan semakin
memacetkan arus lalu lintas.
Jika tidak diatasi akan terjadinya kemacetan total pada 2014. Pada saat
itu luas semua kendaraan hampir sama dengan luas semua jalan di Jakarta.
Saat ini luas jalan di Jakarta sekitar 43 juta meter persegi. Pada 2014
diperkirakan pertumbuhan luas jalan menjadi 45 juta meter persegi atau
sama dengan luas kebutuhan ruang tiga juta mobil. Jika itu terjadi,
Jakarta dipastikan lumpuh. Keluar dari garasi rumah, pengguna mobil
sudah dihadang kemacetan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan, kemacetan yang terjadi
saat ini juga terjadi akibat semakin tidak imbangnya pertambahan jalan
yang tidak sampai 1 persen per tahun, dengan pertambahan kendaraan
pribadi sebesar 11 persen.
Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebutkan, pada akhir 2006 jumlah
mobil pribadi, barang, dan bus 2.161.653 unit dan meningkat menjadi
2.173.079 pada Maret 2007 atau bertambah 11.426 unit dalam tiga bulan.
Jika ditambah dengan jumlah mobil dari Depok, Tangerang, dan Bekasi,
jumlah mobil pada akhir 2006 sebanyak 2.657.430 dan bertambah 19.873
unit menjadi 2.677.303 unit pada Maret 2007.
Jumlah sepeda motor di DKI naik dari 3.242.090 unit menjadi 3.325.790
unit atau bertambah 83.700 unit. Jika jumlah sepeda motor di Depok,
Tangerang, dan Bekasi ditambahkan, jumlahnya naik dari 5.309.261 menjadi
5.472.335 unit atau naik 163.074 unit dalam tiga bulan. ►e-ti/crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|