| |
C © updated 19102004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti |
|
| |
Nama :
Fahmi Idris
Lahir :
Jakarta, 20 September 1943
Agama :
Islam
Isteri:
Kartini Hasan Basri
Pendidikan :
-SD, Jakarta (1956)
-SLP, Jakarta (1959)
-SLA, Jakarta (1962)
-Fakultas Ekonomi UI, Jakarta (1962 tidak selesai)
-Melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Extension UI
-Pendidikan Financial Management for Non-Financial Manager (1973)
-LPPM, Jakarta dan Lembaga Managemen FE UI
Karir :
-Direktur CV Pasti (1967-1968)
-Direktur PT Ujung Lima (1968-1969)
-Presiden PT Kwarta Daya Pratama (sejak 1969)
-Manajer Utama PT Krama Yudha (1973-1976)
-Direktur PT Krama Yudha (sejak 1976)
-Wakil Presiden PT Parama Bina Tani (sejak 1980)
-Direktur PT Dharma Muda Pratama (sejak 1981)
-Wakil Ketua PT Wahana Muda Indonesia (sejak 1983)
-Ketua PT Delta Santana (sejak 1984)
-Presiden PT Kodel (sejak 1979)
-Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan VII
Kegiatan lain:
-Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI (1965-1966)
-Ketua Laskar Arief Rachman Hakim (1966-1968)
-Anggota DPRGR (1966-1968)
Alamat Rumah :
Jalan Duren Tiga VII No. 4, Jakarta Selatan
Sumber :
Pusat Data E-TI dan PDAT |
|
| |
|
|
|
|
Fahmi Idris
Dipecat Golkar, Jadi Menteri
Setelah lebih setahun menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabinet Indonesia Bersatu, politisi dari Partai Golkar ini dipercaya
menjabat Menteri Perindustrian menggantikan
Andung A. Nitimihardja,
pada reshuffle kabinet yang diumumkan 5 Desember 2005 dan dilantik 7
Desember 2005.
Pria kelahiran Gang Kenari, Jakarta Pusat, 20
September 1943, ini sempat dipecat dari keanggotaan dan kepengurusan DPP
Partai Golkar, akibat aktivitasnya mendukung SBY-JK menjelang Pilpres
putaran kedua. Dia memprakarsai Forum Pembaharuan Partai Golkar dan
menentang Koalisi Kebangsaan (hasil Rapim Partai Golkar) yang mendukung
Mega-Hasyim.
Namun setelah pasangan SBY-JK terpilih jadi Presiden dan
Wakil Presiden, Fahmi diangkat menjadi Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi. Kemudian setelah Jusuf Kalla terpilih menjadi Ketua Umum
Partai Golkar, keanggotaannya di Golkar dipulihkan dan diangkat jadi
Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Golkar.
Mantan Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan VII ini di kala kecil
dikenal bengal -- senang menantang teman-temannya berkelahi. Kala itu dia
bercita-cita menjadi tentara. Pengagum Jenderal De Gaulle itu sangat
tertarik melihat kegagahan dan sikap heroik tentara. Cita-cita itu tidak
tercapai. Dia malah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tapi
tidak rampung. Namun sikap heroiknya terasa tersalurkan ketika dia turut
ambil bagian menggusur Orde Lama, 1966.
Mantan Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI (1965-1966), ini tidak merampungkan
kuliah ekonominya di Universitas Indonesia untuk merintis usaha. Bakat
wiraswastanya menurun dari ayahandanya Haji Idris gelar Marah Bagindo,
seorang pedagang. Walaupun kemudian dia melanjutkan studinya ke Fakultas
Ekonomi Extension UI dan pendidikan Financial Management for Non-Financial
Manager (1973).
Ketua Laskar Arief Rachman Hakim (1966-1968), ini memulai berusaha bersama
rekan-rekan eksponen 66. Mereka mendirikan PT Kwarta Daya Pratama, 1969.
Kemudian aktif dalam 10 perusahaan. Di antaranya, PT Kodel (Kelompok
Delapan), bersama Soegeng Sarjadi, Ponco Nugro Sutowo, Jan Darmadi, dan
Aburizal Bakrie, bergerak di bidang perdagangan, industri dan investasi.
menantu KH Hasan Basri, ini juga menjadi direktur di PT Krama Yudha, baik
perusahaan patungan mobil dengan Jepang maupun divisi kawat las yang
bekerja sama dengan Philips dari Negeri Belanda.
Perusahaan lainnya adalah PT Parama Bina Tani, PT Delta Santana, PT Wahana
Muda Indonesia, PT Dharma Muda Pratama, PT Ujung Lima, dan CV Pasti.
Perusahaan-perusahaan tersebut membidangi usaha agrokimia, perlengkapan
industri minyak dan gas bumi, konstruksi dan rekayasa untuk pabrik metanol
di Bunyu, pergudangan dan muatan, dan transpor.
Kemudian suami dari Kartini Hasan Basri, psikolog di RS Cipto Mangunkusumo,
ini berkiprah dalam politik praktis. Pada 3 Maret 1984, bersama sejumlah
eksponen 66, bekas tokoh HMI ini meneken pernyataan masuk Golkar, langsung
di hadapan ketua umumnya, Sudharmono. Dia memilih Golkar, karena dia
melihat adanya aspek kemanusiaan yang menampung semua persamaan pikiran
dan hobi di Golkar.
TKI Ilegal
Seusai serah terima jabatan dari Jacob Nuwa Wea di Kantor Depnakertrans,
Jakarta, Kamis (21/10/2004), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi
Idris menegaskan segera membentuk tim khusus untuk menangani pemulangan
sekitar 700.000 TKI ilegal dari Malaysia.
Pemulangan TKI ilegal dari Malaysia, menurut Fahmi, menjadi salah satu
prioritas kerjanya. "Saya sudah bicarakan soal TKI ilegal itu dengan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika dipanggil sebelum ditetapkan
menjadi Mennakertrans (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi)," katanya.
Fahmi juga mengatakan, untuk meningkatkan kinerja di lingkungan
Depnakertrans, ia akan berkoordinasi dengan seluruh jajarannya.
Setelah itu, dia akan melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak
menyangkut pemberian tunjangan hari raya, pemutusan hubungan kerja, dan
soal penempatan TKI ke luar negeri.
Secara bergantian Fahmi berencana mengundang pengusaha, serikat pekerja,
empat organisasi perusahaan jasa TKI (PJTKI), serta lembaga swadaya
masyarakat.
Sebagai program 100 hari, Fahmi juga akan mempelajari Undang-Undang
Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 yang menuai banyak protes dari pekerja
karena dinilai terlalu memihak kepentingan dunia usaha. Seperti pasal yang
mengatur pengunduran diri dari perusahaan tidak mendapat uang pesangon
kecuali kebijakan dari perusahaan tersebut pekerja itu sudah memiliki masa
kerja lama.
►tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|