A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P R O F E S I
 ► Seniman
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 10052005  
   
  ► e-ti  
  Nama:
Eva Riyanti Hutapea
Lahir:
Jakarta, 26 Desember 1952
 
 
     
 
BERITA

 

Eva Riyanti Hutapea

Kerja Sama PT UKM-PT Amway


Jakarta, Kompas 10/52005: Kerja sama antara PT Usaha Kita Makmur Indonesia dan PT Amway Indonesia dalam memasarkan produk minyak jagung dan beras dengan merek UKMWAY memberikan kepastian pendapatan bagi petani jagung maupun beras. PT UKM membeli beras langsung dari ratusan petani di Cianjur, Jawa Barat, sementara jagung dibeli dari 120 petani di Bantul, Yogyakarta; dan Kebumen, Jawa Tengah. Selanjutnya, kedua produk tersebut dipasarkan oleh PT Amway kepada 250.000 mitra usahanya.

Petani beras dan jagung sering kali mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka. Oleh sebab itu, dalam rangka membantu petani serta pengembangan usaha kecil, PT Usaha Kita Makmur Indonesia (UKM) mengambil inisiatif untuk membeli langsung beras dan jagung dari petani. Dengan demikian, mereka memiliki kepastian bahwa hasil panennya pasti dibeli.

Demikian diungkapkan Direktur Utama PT UKM Indonesia Eva Riyanti Hutapea dalam peresmian pemasaran produk beras dan minyak jagung oleh PT Amway, Senin (9/5) di Jakarta. "Selama ini petani terjebak oleh tengkulak dan panjangnya rantai pemasaran. Dengan membeli langsung hasil pertanian mereka, kemudian diolah dan dipasarkan lagi oleh Amway, PT UKM berharap rantai panjang tersebut bisa diperpendek. Selanjutnya, petani juga mendapatkan keuntungan yang lebih besar," kata Eva.

Jagung tersebut dibeli PT UKM dari 120 petani yang ada di Bantul dan Kebumen dengan total luas lahan 70 hektar dan perkiraan hasil panen sebesar 300 ton per tahun. Selanjutnya, jagung tersebut diolah menjadi minyak jagung oleh PT Siba Tbk, perusahaan yang menghasilkan produk berbasis jagung. Kemudian, PT UKM meneruskannya ke PT Amway untuk dipasarkan.

Untuk komoditas beras, PT UKM masih membeli dari PT Alam Makmur yang berhubungan langsung dengan petani. Pembelian beras langsung dari petani oleh PT UKM masih sulit dilakukan sebab sistem yang ada sudah mengakar. PT Alam Makmur juga yang mengolah gabah menjadi beras yang kemudian dikemas. Beras yang sudah dikemas itu selanjutnya oleh PT UKM diteruskan ke Amway untuk dipasarkan.

"Kami membeli jagung dan beras itu dengan tunai. Bahkan, kadang kala kami memberikan uang muka bagi para petani tersebut," ungkap Eva.

Presiden Direktur PT Amway Indonesia Koen Verheyen mengatakan, keuntungan bagi petani bukan hanya kepastian hasil pertaniannya dibeli, namun juga harga jual yang mereka peroleh lebih tinggi dari harga pasar.

"Saat ini, untuk setiap kilogram jagung, kami beli dari petani Rp 200 lebih mahal dari harga yang ada di pasaran. Misalnya harga pasaran Rp 650 per kilogram, kami akan membeli Rp 850 per kilogram," katanya.

Kemahalan harga beli Rp 200 per kilogram itu tentunya berdampak pada harga jual minyak jagung. "Namun, kami kan punya hubungan istimewa dengan mitra usaha, maka harga suatu produk bisa dinaikkan. Dengan pertimbangan bahwa membeli produk ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, melainkan juga ingin membantu para petani," ujar Koen.

Harga

Harga jual beras UKMWAY untuk independent business owner (IBO) atau distributor adalah Rp 27.000 per lima kilogram, sedangkan untuk harga ecerannya Rp 28.000. Harga jual minyak jagung per 1 liter untuk IBO Rp 31.000, sedangkan harga eceran naik Rp 1.000 menjadi Rp 32.000. Pendistribusian kedua komoditas itu dilakukan melalui Amway Distribution Centre dan Amway Product Centre yang ada di Jawa, Bali, dan Sumatera.

Pakar pemasaran yang sekaligus Komisaris PT UKM Rhenald Kasali mengatakan, yang dibutuhkan usaha kecil adalah adanya kepastian pendapatan (fixed income). "Selama ini usaha kecil sulit menjadi besar karena mereka tidak fokus pada usahanya akibat ingin punya fixed income. Para pengusaha UKM ini akhirnya banyak yang beralih ke dunia politik karena memberikan kepastian pendapatan. Nah, apa yang dilakukan PT UKM dan Amway ini memberikan kepastian bagi para petani," ujarnya. (TAV) ►e-ti


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)